Ketahui Rahasia Jumlah Rakaat Tarawih yang Jarang Diketahui

jurnal


tarawih berapa rakaat

Tarawih berapa rakaat adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh umat Islam, terutama menjelang bulan Ramadhan. Tarawih adalah salat sunah yang dilakukan pada malam hari selama bulan Ramadhan. Jumlah rakaat tarawih telah diperdebatkan oleh para ulama, namun pendapat yang paling umum diterima adalah 20 rakaat. Ini didasarkan pada hadits dari Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa mengerjakan salat tarawih sebanyak 20 rakaat.

Tarawih memiliki banyak manfaat, di antaranya:

  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
  • Menghapus dosa-dosa kecil.
  • Mendapat pahala yang besar dari Allah SWT.
  • Menjalin silaturahmi dengan sesama umat Islam.

Tarawih juga memiliki sejarah yang panjang. Salat ini pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun ke-2 Hijriah. Pada awalnya, tarawih dilakukan secara berjamaah di Masjid Nabawi. Namun seiring berjalannya waktu, tarawih juga dilakukan secara individu di rumah-rumah.

Adapun pembahasan mengenai jumlah rakaat tarawih, akan dibahas lebih lanjut pada artikel utama.

tarawih berapa rakaat

Dalam melaksanakan ibadah salat tarawih, terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Jumlah rakaat: Umumnya dilakukan sebanyak 20 rakaat.
  • Waktu pelaksanaan: Dilakukan pada malam hari selama bulan Ramadhan.
  • Hukum pelaksanaan: Sunah muakkad, sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
  • Tata cara pelaksanaan: Dilakukan secara berjamaah atau sendiri, dengan gerakan dan bacaan yang sama seperti salat biasa.
  • Keutamaan pelaksanaan: Mendapat pahala yang besar dan pengampunan dosa.
  • Dalil pelaksanaan: Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW.
  • Perbedaan pendapat: Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat tarawih, namun yang paling banyak diamalkan adalah 20 rakaat.

Aspek-aspek tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan ibadah salat tarawih. Dengan memahami dan mengamalkan aspek-aspek tersebut, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan salat tarawih dengan baik dan khusyuk, sehingga memperoleh pahala yang besar dan keberkahan di bulan Ramadhan.

Jumlah rakaat

Dalam konteks ibadah salat tarawih, aspek “Jumlah rakaat: Umumnya dilakukan sebanyak 20 rakaat.” memiliki keterkaitan yang erat dengan pertanyaan “tarawih berapa rakaat”. Jumlah rakaat merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan salat tarawih.

Penetapan jumlah rakaat tarawih sebanyak 20 rakaat didasarkan pada beberapa dalil, antara lain hadis dari Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa mengerjakan salat tarawih sebanyak 20 rakaat. Selain itu, jumlah 20 rakaat juga diamalkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW dan menjadi tradisi yang diwariskan hingga saat ini.

Dengan demikian, pelaksanaan salat tarawih dengan jumlah rakaat sebanyak 20 rakaat merupakan bagian integral dari ibadah tarawih itu sendiri. Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat tarawih sesuai dengan jumlah rakaat yang telah ditetapkan, yaitu sebanyak 20 rakaat.

Baca Juga :  Intip Rahasia Cek Pulsa Telkomsel yang Bikin Kamu Penasaran

Waktu pelaksanaan

Waktu pelaksanaan salat tarawih memiliki kaitan yang erat dengan jumlah rakaat yang dikerjakan. Salat tarawih yang umumnya dilakukan sebanyak 20 rakaat dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadhan. Waktu pelaksanaan ini didasarkan pada dalil-dalil berikut:

  • Hadis Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang menegakkan salat pada malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Tradisi sahabat Nabi Muhammad SAW: Para sahabat Nabi Muhammad SAW biasa mengerjakan salat tarawih pada malam hari selama bulan Ramadhan.

Dengan demikian, pelaksanaan salat tarawih pada malam hari selama bulan Ramadhan merupakan bagian dari ibadah tarawih itu sendiri. Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat tarawih pada waktu yang telah ditetapkan, yaitu pada malam hari selama bulan Ramadhan, agar memperoleh pahala yang besar dan keberkahan di bulan suci tersebut.

Hukum pelaksanaan

Hukum pelaksanaan salat tarawih adalah sunah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Hukum ini memiliki kaitan yang erat dengan jumlah rakaat tarawih yang umumnya dilakukan sebanyak 20 rakaat. Pelaksanaan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sesuai merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah tarawih itu sendiri.

Dengan mengerjakan salat tarawih sebanyak 20 rakaat sesuai dengan hukum pelaksanaannya yang sunah muakkad, umat Islam akan memperoleh pahala yang besar dan keberkahan di bulan Ramadhan. Salat tarawih merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan suci ini, sehingga umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakannya dengan baik dan khusyuk.

Tata cara pelaksanaan

Tata cara pelaksanaan salat tarawih memiliki kaitan yang erat dengan jumlah rakaat tarawih yang umumnya dilakukan sebanyak 20 rakaat. Pelaksanaan salat tarawih dengan tata cara yang sesuai akan menyempurnakan ibadah tarawih itu sendiri.

  • Pelaksanaan secara berjamaah atau sendiri: Salat tarawih dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau musala, maupun secara sendiri di rumah. Pelaksanaan secara berjamaah lebih utama karena dapat meningkatkan kekhusyukan dan kebersamaan antar sesama umat Islam.
  • Gerakan dan bacaan yang sama seperti salat biasa: Salat tarawih pada dasarnya memiliki gerakan dan bacaan yang sama seperti salat biasa, seperti rukuk, sujud, dan membaca surat Al-Fatihah serta surat-surat pendek lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah rakaat yang lebih banyak pada salat tarawih.

Dengan memahami dan mengamalkan tata cara pelaksanaan salat tarawih yang benar, umat Islam akan memperoleh pahala yang besar dan keberkahan di bulan Ramadhan. Salat tarawih merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan suci ini, sehingga umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakannya dengan baik dan khusyuk.

Keutamaan pelaksanaan

Pelaksanaan salat tarawih memiliki keutamaan yang besar, di antaranya adalah mendapat pahala yang besar dan pengampunan dosa. Keutamaan ini memiliki kaitan erat dengan jumlah rakaat tarawih yang umumnya dilakukan sebanyak 20 rakaat.

Salat tarawih merupakan salah satu amalan ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Dengan mengerjakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sesuai, yaitu 20 rakaat, umat Islam berpotensi untuk memperoleh pahala yang besar dari Allah SWT. Selain itu, salat tarawih juga menjadi salah satu sarana untuk memohon ampunan dosa kepada Allah SWT, sehingga umat Islam dapat memperoleh pengampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat.

Baca Juga :  Intip Arti Husnul Khotimah yang Bikin Kamu Penasaran

Dengan demikian, pelaksanaan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sesuai dan tata cara yang benar akan memberikan manfaat yang besar bagi umat Islam, baik dari segi pahala maupun pengampunan dosa. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk melaksanakan salat tarawih dengan sebaik-baiknya selama bulan Ramadhan.

Dalil pelaksanaan

Dalil pelaksanaan salat tarawih berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW memiliki kaitan erat dengan pertanyaan “tarawih berapa rakaat”. Hadis-hadis tersebut menjadi landasan hukum dan panduan dalam pelaksanaan salat tarawih, termasuk jumlah rakaatnya.

  • Hadis Aisyah:

    Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa mengerjakan salat tarawih sebanyak 20 rakaat. Hadis ini menjadi salah satu dalil utama yang digunakan untuk menetapkan jumlah rakaat salat tarawih sebanyak 20 rakaat.

  • Hadis Abu Hurairah:

    Hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang menghidupkan malam bulan Ramadhan dengan melaksanakan salat tarawih karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Hadis ini menunjukkan keutamaan salat tarawih dan menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melaksanakannya.

Dengan demikian, dalil pelaksanaan salat tarawih berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW menjadi dasar penting dalam menentukan jumlah rakaat salat tarawih dan memberikan landasan hukum bagi pelaksanaannya. Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat tarawih sesuai dengan dalil-dalil tersebut agar memperoleh pahala yang besar dan keberkahan di bulan Ramadhan.

Perbedaan pendapat

Dalam konteks pertanyaan “tarawih berapa rakaat”, perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat tarawih menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan. Perbedaan pendapat ini menunjukkan adanya keragaman pandangan dalam memahami dalil-dalil yang berkaitan dengan salat tarawih.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat, mayoritas ulama berpendapat bahwa jumlah rakaat salat tarawih yang paling banyak diamalkan adalah 20 rakaat. Pendapat ini didasarkan pada hadis Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa mengerjakan salat tarawih sebanyak 20 rakaat. Hadis ini menjadi salah satu dalil utama yang digunakan untuk menetapkan jumlah rakaat salat tarawih.

Dengan demikian, perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat salat tarawih tidak mengurangi esensi ibadah tarawih itu sendiri. Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat tarawih sesuai dengan kemampuan dan pemahaman masing-masing, dengan tetap mempertimbangkan pendapat mayoritas ulama yang menetapkan jumlah rakaat tarawih sebanyak 20 rakaat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Jumlah Rakaat Salat Tarawih

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang jumlah rakaat salat tarawih:

Baca Juga :  Ketahui Cara Wudhu yang Benar dan Bikin Kamu Penasaran

Pertanyaan 1: Berapa jumlah rakaat salat tarawih yang paling banyak diamalkan?

Jawaban: 20 rakaat

Pertanyaan 2: Apa dasar penetapan jumlah rakaat salat tarawih sebanyak 20 rakaat?

Jawaban: Hadis Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa mengerjakan salat tarawih sebanyak 20 rakaat.

Pertanyaan 3: Apakah ada perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat salat tarawih?

Jawaban: Ya, terdapat perbedaan pendapat, namun mayoritas ulama berpendapat bahwa jumlah rakaat salat tarawih yang paling banyak diamalkan adalah 20 rakaat.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara melaksanakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang sesuai?

Jawaban: Salat tarawih dapat dilakukan secara berjamaah atau sendiri, dengan gerakan dan bacaan yang sama seperti salat biasa. Setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam, dan dilanjutkan dengan 2 rakaat berikutnya hingga selesai 20 rakaat.

Kesimpulan:

Salat tarawih merupakan ibadah sunah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Jumlah rakaat salat tarawih yang paling banyak diamalkan adalah 20 rakaat, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW. Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat tarawih dengan baik dan khusyuk, agar memperoleh pahala yang besar dan keberkahan di bulan suci Ramadhan.

Artikel selanjutnya: Tata Cara Pelaksanaan Salat Tarawih

Tips Salat Tarawih

Berikut adalah beberapa tips untuk melaksanakan salat tarawih dengan baik dan khusyuk:

Tip 1: Persiapkan Diri dengan Niat yang Benar
Niatkan salat tarawih karena Allah SWT dan mengharap pahala dari-Nya. Dengan niat yang benar, ibadah akan lebih bermakna dan khusyuk.

Tip 2: Berjamaah di Masjid atau Musala
Salat tarawih berjamaah di masjid atau musala lebih utama karena dapat meningkatkan kekhusyukan dan kebersamaan antar sesama umat Islam.

Tip 3: Jaga Kekhusyukan dan Konsentrasi
Hindari gangguan selama salat tarawih, seperti mengobrol atau bermain ponsel. Fokuslah pada gerakan, bacaan, dan doa agar ibadah lebih khusyuk.

Tip 4: Perhatikan Bacaan dan Gerakan Salat
Bacaan dan gerakan salat tarawih sama seperti salat biasa. Pastikan membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya dengan baik dan benar, serta lakukan gerakan salat dengan sempurna.

Tip 5: Berdoa dengan Sungguh-sungguh
Doa pada saat salat tarawih merupakan momen yang tepat untuk memohon ampunan, keberkahan, dan kebutuhan lainnya kepada Allah SWT. Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan penuh harap.

Tip 6: Khatam Al-Qur’an pada Malam Ganjil
Pada malam-malam ganjil di bulan Ramadhan, dianjurkan untuk khatam Al-Qur’an pada saat salat tarawih. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca beberapa juz setiap malam.

Tip 7: Berbagi Kebahagiaan dengan Bersedekah
Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Bersedekahlah kepada yang membutuhkan, baik berupa uang, makanan, atau bantuan lainnya.

Tip 8: Manfaatkan Ramadhan untuk Introspeksi
Ramadhan menjadi kesempatan untuk introspeksi diri dan memperbaiki diri. Renungkan kesalahan yang telah lalu dan bertekadlah untuk menjadi lebih baik di masa depan.

Dengan mengikuti tips-tips ini, semoga kita dapat melaksanakan salat tarawih dengan baik dan khusyuk, sehingga memperoleh pahala yang besar dan keberkahan di bulan Ramadhan.

Artikel selanjutnya: Keutamaan Salat Tarawih

Youtube Video:


Artikel Terkait

Bagikan:

Artikel Terbaru