Artikel Pada Kategori "Artikel Baru"

Nyepi, Pandemi, Sunyi

kategori: Artikel Baru
Setahun sudah pandemi mengubah kebiasaan hidup umat. Hingar bingar pulau seribu pura berubah sepi. Umat sejenak diaajak menepi merenungi diri. Hingga tak terasa Nyepi kedua harus dirayakan bersama pandemi. Pergantian tahun, umat diaajak kembali intropeksi diri. Nyepi, Pandemi, dan sunyi menjadi rangkaian kehidupan normal baru yang harus dibiasakan umat selanjutnya. selengkapnya

Weda dan Kesehatan

kategori: Artikel Baru
Ayurveda mungkin paling holistik dalam mendefinisikan tentang kesehatan. Sehat bukan sekedar tidak adanya penyakit di dalam tubuh, melainkan har­monisnya kerja seluruh piranti dan sistem tubuh dari yang pa­ ling kasar sampai terhalus. Ke­tika badan, indriya, pikiran dan jiwa berada dalam kesetimbang­an baru disebut sehat. Jika ba­dan bugar sementara indriya tak terkendali atau pikiran penuh dengan ketegangan, maka ini tidak dikatakan sehat. Atau, di­ katakan sehat ketika badan bugar, indriya terkendali, pikiran damai, dan jiwa bersih. selengkapnya

Sampah Offline dan Online Nyepi

kategori: Artikel Baru
“Aku bersama handphone maka aku ada” mungkin ungkapan ini sangat tepat dewasa ini dimana manusia bisa eksis bersama handphone. Eksistensi manusia bisa diviralkan melalui HP. Perkembangan teknologi informasi yang kemudian berwujud pada penggunaan gawai dan platform, seperti handphone telah menjadi kebutuhan primer manusia. Kini dunia dalam genggaman telepon pintar dengan kecerdasan buatan telah menjadi guide aneka permasalahan manusia, intinya “klik google” pasti ada jawabannya. selengkapnya

Kembali Mulat Sarira

kategori: Artikel Baru
Sarira itu tubuh. Kata ‘mulat’ dalam bahasa Kawi berarti melihat. Jadi, ‘kembali mulat sarira’ ialah kembali melihat tubuh. Jargon ‘mulat sarira’ seringkali disinonimkan dengan ‘introspeksi diri’. Tubuh dan diri seringkali diperlakukan sama, padahal sekaligus berbeda. Masalahnya adalah bagaimana menyamakan sekaligus membedakan keduanya. selengkapnya

Sepi Ing Hoax

kategori: Artikel Baru
Tahun lalu, untuk pertama kalinya, Nyepi bebas dari internet. Tahun ini, tampaknya “hawa sakti” itu juga akan dipadamkan. Seperti biasa, kebijakan itu menuai pro-kontra. Masalahnya bukan setuju atau sebaliknya, menolak. Masing-masing argumentasi sudah kokoh dengan kepentingannya. Secara antropologis, yang perlu didalami apakah kebijakan ini telah memengaruhi kesadaran manusia untuk, misalnya berubah menjadi baik atau sebaliknya, makin merasa tersiksa. selengkapnya

Sembah

kategori: Artikel Baru
Dalam bahasa Indonesia, istilah sembah berarti untuk menghormati, hormat, penghormatan atau penyembahan. Hal ini juga sinonim dengan bahasa jawa, suhun. Menurut Hamka dalam bukunya Dari Perbendaharaan Lama kata ini berasal dari bahasa jawa untuk posisi (susunan) tangan dalam pemujaan, dilakukan dengan tangan digenggam bersama-sama, telapak tangan bersentuhan dan jari-jari mengarah ke atas, lalu membungkuk. Pengaturan ini yang memiliki beberapa kesamaan dengan namaste dalam tradisi India disebut "sembah", yang digunakan untuk menghormati dan memuji. selengkapnya

Shakti dan Shanti

kategori: Artikel Baru
Berbagai ulasan shastra menjelaskan jika Nirguna Brahman adalah kesadaran murni yang tidak tersentuh oleh cara pandang material, sementara penampakan dunia fisik menunjukkan bila terdapat kekuatan lain yang menjadi jembatan antara yang tidak ternyatakan menjadi berwujud bahkan dapat diraba. Energi tersebut dinamai shakti yang karena kedinamisannya menyebabkan sangatlah besar peranannya dalam proses penciptaan. Suatu pernyataan menarik ditemukan dalam Kubjika Tantra bahwa bukanlah Brahma, Wisnu, dan Siwa yang berperan sebagai pencipta, pemelihara, serta pengurai/ pelebur melainkan para shakti (Brahmani, Vaisnavi, Rudrani). Artinya bila Tuhan tidak menggeser sifat maha halusNya menjadi kekuatan-kekuatan yang lebih kasar maka penciptaan mustahil bisa terjadi. selengkapnya

Kumbhamela dalam Veda

kategori: Artikel Baru
Perayaan festival mandi suci Kumbhamela di Prayag atau Allahabad di India Utara, kini sedang menjadi berita besar dunia. Media internasional menyimpulkan bahwa Kumbhamela merupakan festival kumpulan manusia terbesar di dunia, “The Biggest Religious Gathering, on Earth”, yaitu perayaan keagamaan terbesar yang ada di muka bumi ini. Herbner dan Osborn memberikan julu- kan untuk Kumbhamela sebagai perayaan keagamaan terbesar di dunia (the greatest religious gathering in the world), rasanya tidaklah berlebihan. selengkapnya