Suartanu Wakili Tokoh Hindu Vaksinasi Bersama Presiden


(Foto: Tokol lintas agama bersama Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo melakukan konferensi pers terkait vaksinisasi vaksin Covid-19 dan mengajak masyarakat untuk tidak takut divaksin)

Jakarta - Presiden Jokowi menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima suntikan vaksin Covid-19, Rabu (13/1) pagi pukul 09.42 WIB.

Proses Presiden Jokowi dilakukan di Istana Negara Jakarta. Perwakilan tokoh Hindu yang kini Kabid Kesehatan PHDI Pusat, Drg Nyoman Suartanu, juga ikut dalam vaksinasi bersama Presiden Jokowi kemarin.

Bertindak sebagai vaksinator untuk Presiden Jokwi adalah Prof dr Abdul Muthalib SpPD-KHOM, Wakil Ketua Dokter Kepresidenan yang seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik. Sebelum disuntik vaksin Covid-19 Sinovac, Jokowi lebih dulu menjalani tes tekanan darah dan ditanya soal ada atau tidaknya gejala yang dirasakan. Setelah tes tekanan darah, Jokowi lang-sung ke meja berikutnya untuk disuntik vaksin.

Setelah divaksin, Jokowi menunggu sebentar untuk memastikan kondisinya. Jokowi pergi ke meja keempat buat diberikan edukasi agar menunggu 30 menit setelah proses penyuntikan, untuk antisipasi dan monitoring ada atau tidaknya kejadian pasca vaksin.

Selain Jokowi, pada sesi pertama vaksinasi Covid-19 di Istana Negara Jakarta kemarin, juga ikut Kapolri Jenderal Idham Azis, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua IDI dr Daeng M Faqih, Sekjen MUI Dr H Amiesyah Tambunan, serta I Nyoman Suartanu (perwakilan PHDI), Kiai Ishom (dari PP NU), dan artis Raffi Ahmad (selaku perwakilan anak muda).

Sedangkan pada sesi kedua, yang divaksin adalah Budi G Sadikin (Menkes), Prof Dr Unifah Risyidi (dari PGRI), Ronal Tapilatu (PGI), Agustinus Heri (KWI), Partono Bhikkhu NM (Permabudhi), Peter Lesmana (Matakin). Sementara untuk sesi ketiga, ada 7 orang yang divaksin, masing-masing Penny Kusumastuti (Kepala BPOM), Rosan Perkasa (perwakilan pengusaha), Ade Zubaedah (Sekjen Ikatan Bidan Indonesia), Nur Fauzah (perawat), Lusy Noviani (apoteker), Agustini Setiyorini (buruh), dan Ibu Narti (pedagang).

Jokowi mengucapkan terima kasih kepada vaksinatornya, Prof dr Abdul Muthalib. "Sekali lagi, saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Profesor Dokter Abdul Muthalib yang tadi menyuntikkan vaksinnya kepada saya. Terima kasih," kata Jokowi dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Setpres, sebagaimana dilansir detikcom kemarin.

Jokowi menyebut vaksinasi Corona perdana di Indonesia dilaksanakan setelah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM dan keluar fatwa halal dari MUI. Jokowi mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu memperlancar vaksinasi Corona di Indonesia.

Jokowi mengingatkan masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan, meski vaksinasi Covid-19 sudah resmi bergulir hari ini. "Meskipun telah dilaksanakan vaksinasi, saya ingin mengingatkan kembali tentang pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan. Ini tetap terus kita lakukan: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," tegas Jokowi.

Sementara, Prof dr Abdul Muthalib menceritakan kesannya usai menyuntikkan vaksin Corona ke Jokowi. "Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa juga. Tetapi, masalah itu tidak menjadi halangan bagi saya untuk menyuntikkannya. Pada waktu menyuntikkannya, tidak gemetaran lagi. Pertamanya saja agak gemetaran," tutur Prof Muthalib.

Meski gemetar, Prof Muthalib menegaskan prosedur penyuntikan sudah sesuai prosedur. Bahkan, dia mengaku mendengar sendiri tak ada keluhan serius yang dialami Presiden Jokowi. "Saya dibantu perawat saya, saya gosok alkohol dulu seperti prosedur biasa dan saya suntikkan, setelah saya suntik Bapak tidak merasa sakit sedikit pun, jadi tidak ada perasaan apa-apa, saya berhasil menyuntik bapak Presiden dengan tanpa rasa sakit, bapak komentarnya juga tanpa rasa sakit, alhamdulillah," katanya.

Sementara itu, tokoh agama Hindu yang ikut Presiden Jokowi menerima vaksin pertama Covid-19 Sinovac, Rabu kemarin, adalah Kabid Kesehatan PHDI Pusat, Drg Nyoman Suartanu. "Undangan dari Istana Negara kami terima dua hari lalu. Masing-masing agama diwakili oleh satu orang. Dari perwakilan agama Hindu adalah Bapak drg Nyoman Suartanu,” ujar Sekretarus Umum PHDI Pusat, Ketut Parwata, kepada NusaBali di Jakarta, Rabu kemarin.

Menurut Parwata, PHDI mengirim Nyoman Suartanu karena dialah yang selalu mengikuti rapat koordinasi mengenai vaksinasi. Selain itu, Suartanu juga memenuhi syarat usia yaitu di bawah 60 tahun. Sementara Ketua Umum PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, tidak memenuhi syarat karena menjelang usia 63 tahun. "Saya sendiri tidak bisa lantaran masih dalam tahap pemulihan. Seminggu lalu saya diambil tindakan medis karena batu ginjal," cerita Parwata.

Dikonfirmasi terpisah, Nyoman Suartanu mengaku tidak apa-apa setelah menjalani vaksinasi Corona kemarin. "Hasilnya tidak ada apa-apa. Saya baik-baik saja. Saat disuntik juga tidak ada rasa apa-apa," ujar Suartanu saat dikonfirmasi NusaBali. Suartanu mengimbau agar umat Hindu di seluruh Indonesia tidak khawatir divaksinasi. Dia mengajak kepada seluruh masyarakat maupun umat Hindu menyukseskan program vaksinasi penanganan pandemi Covid-19. 

Source: https://www.nusabali.com/