Artikel Pada Kategori "Upacara"

'Nunas Ajengan' Dalam Tradisi Leluhur

kategori: Upacara
Tradisi “melakukan sesuatu” sebelum makan merupakan peradaban sangat kuna. Ia telah eksis pada zaman Yajur Veda paling tidak, yang berarti zaman yang sudah tidak bisa diperkirakan entah oleh ketajaman kecerdasan manusia ataupun oleh mesin paling modern sekalipun. selengkapnya

Banten Sebagai Bahasa Simbol

kategori: Upacara
BANTEN dalam lontar Yajna Prakrti memiliki tiga arti sebagai simbol ritual yang sakral. Dalam lontar tersebut banten disebutkan: "Sahananing Bebanten Pinaka Raganta Tuwi, Pinaka Warna Rupaning Ida Bhattara, Pinaka anda Bhuvana". Dalam lontar ini ada tiga hal yang dibahasakan dalam wujud lambang oleh banten yaitu: "Pinaka Raganta Tuwi" artinya banten itu merupakan perwujudan dari kita sebagai manusia. "Pinaka Warna Rupaning Ida Bhatara" artinya banten merupakan perwujudan dari manifestasi (prabhawa) Ida Hyang Widhi. Dan "Pinaka Andha Bhuvana" artinya banten merupakan refleksi dari wujud alam semesta atau Bhuvana Agung. selengkapnya

Manusa Yajna Tidak Sebatas Upacara Sarira Samskara

kategori: Upacara
Bhakti Marga Yoga adalah menyalurkan atau mencurahkan cinta yang tulus dan luhur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kesetiaan kepada-Nya, pelayanan, perhatian yang sungguh-sungguh untuk memujaNya. Bhakti mempunyai pengertian jauh lebih luas dibandingkan dengan persembahyangan. Bhakti merupakan landasan filsafat melalui cinta kasih yang tulus dan pengabdian yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa atau sebagai menifestasiNya atau IstadewataNya. selengkapnya

Upacāra dan Upakāra Sebuah Kajian Filosofis [2]

kategori: Upacara
Seiring dengan pesatnya perkembangan Iptek dan gencarnya penyiaran agama baik yang dilakukan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Departemen Agama, LSM, Organisasi Kepemudaan, Banjar dan Desa Adat, membuat perkembangan umat Hindu terutama dari sisi kualitas semakin menggembirakan. Hal ini tampak dengan semarak diadakannya acara-acara keagamaan baik dalam bidang ritual, kesenian, seminar keagamaan, munculnya kelompok–kelompok kajian Veda, sekeha pesantian, kelompok meditasi dan sebagainya. selengkapnya

Lungsuran Vs Prasadam

kategori: Upacara
"Orang saleh yang memakan makanan yang sudah dipersembahkan terlebih dahulu sebagai persembahan suci, terbebas dari segala jenis dosa, sedangkan mereka yang memasak makanan untuk kenikmatan diri sendiri sesungguhnya mereka hanya mereka hanya memakan dosa". (Bhagavadgita III.13) selengkapnya

Bentuk Yadnya Bukan Hanya Ritual

kategori: Upacara
Secara terminologi kata yadnya berasal dari urat kata "yaj" yang berarti kurban suci atau persembahan. Dalam konteks Tri Kerangka Agama Hindu, istilah yadnya sering dipersamakan dengan upacara, sehingga menjadi upacara yadnya, dengan materi pokok berupa upakara (bebantenan) sebagai sarana persembahan yang biasanya disertai juga dengan acara persembahyangan. selengkapnya

Perbedaan Ritual dan Spiritual

kategori: Upacara
Dalam hubungan dengan pendapat seputar wisata spiritual dapat dijabarkan sebagai kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang yang bertujuan untuk melakukan kegiatan ritual untuk ikut menyaksikan atau ikut serta dalam kegiatan ritual. Dari apa yang penulis baca dari buku arti dan fungsi sarana upakara yang disusun oleh enam tim penyusun buku-buku Agama Hindu Pemerintah Daerah Tingkat I Bali. Dalam kata pengantar halaman IX menguraikan: Ritual (upacara) Agama mengandung nilai-nilai filosofi keagamaan yang divisualkan dalam berbagai bentuk upakara dan tata upakaranya. selengkapnya

Sang Hyang Kumara: Sebuah Kajian Mitos

kategori: Upacara
Agama Hindu sebagai agama wahyu pada hakikatnya memuat konsep-konsep kebenaran yang hakiki. Konsepsi itu dituangkan dalam kitab-kitab suci, baik dalam bentuk kakawin maupun tutur. Di samping itu bagi umat Hindu di Bali, cara yang lazim juga digunakan sebagai usaha menjembatani diri mereka dengan kebenaran yang tertinggi (Tuhan) adalah melalui yadnya. Agama Hindu yang sekarang diwarisi di Bali adalah sebuah perpaduan akulturatif antara tradisi kecil (budaya Bali) dengan tradisi besar (Hindu) yang datang dari India. Oleh karena itu agama Hindu merupakan hasil akulturasi maka beberapa tradisi lokal masih tetap bertahan hingga saat ini. Masuknya agama Hindu lebih banyak bersifat mempermulia apa yang telah ada di Bali. selengkapnya

Canang Sari Sebagai Persembahan

kategori: Upacara
CANANG sari sebagai persembahan yang paling sederhana tiba-tiba dipersoalkan orang. Apakah canang sari yang dibeli di pasar-pasar itu memenuhi syarat untuk persembahyangan dalam ritual Hindu? Ada yang mempertanyakan ini karena sepintas ada canang sari tak ubahnya hanya rangkaian bunga warna-warni saja. Apalagi yang membuat dan menjual canang sari itu belum tentu pedagang yang beragama Hindu. Di sebuah media sosial bahkan pernah diunggah foto ada wanita berjilbab yang menjual canang sari. selengkapnya