Artikel Pada Kategori "Artikel Baru"

Kancut Bali di Kaki Nusa Damai

kategori: Artikel Baru
W. S. Rendra Hidup dikuasai kehendak manusia, tanpa menyimak jalannya alam. Kekuasaan kemauan manusia, yang dilembagakan dengan kuat, tidak mengacuhkan naluri ginjal, hati, empedu, sungai, dan hutan. Di Bali: pantai, gunung, tempat tidur dan pura, telah dicemarkan selengkapnya

Etno Nasionalisme

kategori: Artikel Baru
Ketika berada di luar Bali, entah di mana saja, bahkan di luar negeri sekalipun, kadang kita ingin mencari “orang yang sama” dengan diri, semisal suku, agama, atau daerah asal. Jika mencari orang Bali sampai bertanya lelintihannya juga. Ada perasaan yang liyan jika itu terjadi. Akhirnya kita merayakannya karena merasa "disatukan” lagi meski di tempat dan waktu yang berbeda. Namun, suasana berkebalikan jika kita berada di tengah-tengah “orang yang sama” itu, sering bergesekan justru karena homogenitas itu. selengkapnya

Segalanya Bisa Dicapai Melalui Pertapaan

kategori: Artikel Baru
Tapa berasal dari akar kata Sanskerta tap, berarti membakar, memanaskan, menjadi panas atau dipanaskan, terbakar, membuat menderita, menjadikan sakit, menyiksa, mendisiplin, atau terpanaskan. Tapa berarti “memanaskan” diri melalui praktik-praktik disiplin ke dalam diri demi pematangan phisik, mental, dan spiritual. selengkapnya

Dalam Shanti Menanti Gita Jayanti

kategori: Artikel Baru
“Aham tisthami”, Tuhan Yang Maha Esa bertempat tinggal, dan rumah tempat tinggal-Nya yang maha utama “paramam grham me” adalah Bhagavadgita. Tuhan memelihara seluruh Tri Loka (alam Bhuh, Bhuvah, Svah) melalui ajaran-ajaran suci Bhagavadgita (gita-jnanam samasritya aham trilokam palayami). Dapat dikatakan, tanpa Bhagavadgita kebesaran Hindu tidak akan secemerlang seperti sekarang ini. Hindu mendapat tempat terpandang disebabkan ajaran-ajaran mulia Bhagavadgita. selengkapnya

Bergembira di Dalam Diri Melalui Kesadaran Gambhira

kategori: Artikel Baru
Pikiran dan kesadaran orang kebanyakan bagaikan periuk yang berisi air setengah, atau keadaan nasi yang baru setengah matang dalam periuk nasi. Kedua contoh menunjukkan keadaan air dan nasi setengah matang yang selalu tidak bisa tenang dan setiap saat membuat periuk menjadi berguncang keras. Kesadaran dan pikiran orang-orang biasa selalu mudah diombang-ambingkan oleh keadaan yang menyentuhnya. Jika keadaan senang yang menyentuhnya maka ia akan melonjak bersukaria, jika keadaan duka menyentuhnya maka ia akan meldnjak pula, tetapi di dalam kedukaan. Lonjakan suka dan duka akan sangat kentara pada diri orang-orang yang tidak menempatkan kesadarannya di dalam kesadaran gambhira. selengkapnya

Tirai Tipis: Uttpti Stiti Pralina

kategori: Artikel Baru
Uttpti-Stiti-PraIina, lazim disebut Tri Kona, yaitu tiga sifat Kemahakuasaan Tuhan (Sang Hyang Widhi). Menciptakan, memelihara, dan melebur ialah tiga sifat Kemahakuasaan Tuhan yang tiada ada luput dariNya. Ketiganya melekat dalam perwujudan Tuhan sebagai Tri Murti. selengkapnya

Prana Eda Ngaden Awak Bisa

kategori: Artikel Baru
Bali memiliki geguritan yang sarat dengan kajian filosofis. Seperti misalnya pupuh ginada di atas. Saat ini, yang menjadi bahan kritik dari pupuh tersebut adalah bait pertama “eda ngaden awak bisa” - “jangan merasa diri tau.” Tidak sedikit dari kalangan muda menggugat pemyataan ini. Alasannya, pertama, jika kita terus-menerus tidak pernah menunjukkan diri bisa dan membiarkan orang lain yang mendefinisikan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk bersaing di dunia yang penuh persaingan ini selengkapnya

Ede Ngaden Awak Bisa Ginada dalam Manajemen Modern

kategori: Artikel Baru
Jika ditarik ke konteks kekinian dalam era manajemen modern, filosofi makna menonjolkan diri yang tidak boleh dilakukan dalam pupuh itu, rasanya sudah kurang tepat. Sebab di era sekarang, untuk memperoleh pengakuan dari pihak lain atau masyarakat secara luas, maka kita haras berani menonjolkan atau mengemukakan apa yang menjadi kelebihan kita. Dalam bahasa marketingnya, kita harus berani ‘menjual diri’, sehingga orang lain tahu kelebihan yang kita miliki, atau agar orang lain tertarik kepada kita, maka kita haras mulai membangun karisma diri kita sendiri. selengkapnya

Shiva Keberuntungan yang Diharapkan

kategori: Artikel Baru
Kisah Dewa-Dewi Purana seringkali membuat umat Hindu bingung. Hal ini menjadi sebuah renungan untuk dicermati apakah purana relevan untuk menyampaikan dasar-dasar theologi ataukah justru membingungkan. Dalam beberapa film yang pernah tayang di televisi terjadi drama permusuhan antara dewa dan raksasa atau antara dewa yang satu dengan dewa yang lainya. Ada dewa yang cenderung jahat, ada yang baik, ada yang superior dan sebagainya seolah dewa itu memiliki sifat yang serupa dengan sifat manusia, bahkan terjadi pula peperangan antara sesama dewa. selengkapnya

Tidak Menyimpan Keburukan Sampai Mati

kategori: Artikel Baru
Dikatakan, mengubah orang jahat menjadi orang baik-baik bukan susah melainkan tidak mungkin. Sifat dan kelakuan jahat sudah menjadi darah dan daging bagi orang jahat. Kejahatan sudah menjadi dan memberikan “kepuasan” tersendiri baginya. Bahkan ia tidak akan bisa hidup tanpa “kepuasannya” tersebut, yaitu tanpa berbuat jahat mereka merasa hari-harinya menjadi aneh dan “tanpa rasa”. Hari-harinya seperti sudah menjadi keharusan untuk diisi dan dihias dengan kejahatan atau perbuatan-perbuatan tidak baik. selengkapnya