Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Unhi Denpasar Gelar Debat Calon Rektor 2018-2022

 


(Foto: Para calon Rektor Unhi Denpasar foto bersama usai memaparkan visi, misi, dan program kerja)

Denpasar - Dalam rangka memilih rektor baru masa bhakti 2018-2022, Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar debat calon Rektor Unhi di Gedung Rektorat lantai tiga, Rabu (3/1). Empat calon rektor, yaitu Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, M.S., Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum., Prof. Dr. I.B. Gde Yudha Triguna, M.S., dan Dr. I Wayan Muka, S.T., M.T., secara bergantian memaparkan visi, misi, dan program kerjanya di hadapan para panelis dan tim penilai.

Para panelis terdiri dari atas Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Lit., Jero Gede Putus Upadesa, dan Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. Sementara yang menilai debat adalah Prof. Dr. I Wayan P. Windia, S.H., M.Si., Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, dan Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A.

Debat yang berlangsung sangat alot ini dimoderatori oleh Sayu Ketut Sutisna Dewi. Hadir Dewan Pengurus, Pembina, dan Pengawas Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Rektor Unhi Denpasar beserta Wakil Rektor dan seluruh civitas akademika Unhi Denpasar.


(Foto: Ketua Panitia Kol. (Purn) Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H yang juga sekaligus merupakan Sekretaris Dewan Pengurus Yayayasan Pendidikan Widya Kerthi)

Ketua Panitia Kol. (Purn) Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H mengatakan, tujuan debat rektor ini untuk memberikan kesepatan kepada para calon rektor menyampaikan visi, misi, dan program kerjanya, sehingga seluruh civitas akademika Uhi Denpasar dan para pemilih mengetahui kapabilitas masing-masing calon rektor terbaik dari yang terbaik serta sesuai harapan dan cita-cita dalam membangun Unhi yang lebih berkualitas ke depannya di kancah nasional dan mampu bersaing di dunia internasional.

“Dari hasil debat ini akan dipilih tiga calon rektor yang nama-namnya diserahkan kepada Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Unhi Denpasar. Rencananya pada tanggal 9 Januari diadakan rapat Pengurus, Pembina, dan Pengawas Yayasan Pendidikan Widya Kerthi untuk memilih siapa yang menjadi rektor baru Uhni periode 2018-2022. Rektor yang terpilih akan dilantik pada 23 Januari mendatang,” ujar Dewa Ketut Budiana.


(Foto: Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Unhi Denpasar Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. menyampaikan sambutan)

Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Unhi Denpasar Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A., menjelaskan, proses pemilihan calon rektor dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu penjaringan, penyeleksian, dan pemilihan secara demokratis, sehingga calon yang terpilih bias diterima oleh semua masyarakat civitas akademika Unhi Denpasar. Tantangan seorang rektor di era globalisasi saat ini tidaklah mudah. Oleh karenanya, diperlukan rektor yang mempunyai pengetahuan luas tentang Hindu serta mampu meningkatkan kerja sama dengan dunia luar, terutama dalam hal meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Unhi Denpasar.

Menurutnya, Hindu merupakan mozaik terakhir di Asia Tenggara yang harus diperjuangkan. “Rektor baru nanti kami harapkan bisa memberdayakan sumber daya manusia dan infrastruktur Unhi Denpasar, serta mampu meningkatkan kerja sama dengan dunia luar. Ke depan kita tidak hanya berbicara tentang Hindu, tetapi bagaimana Hindu bisa belajar dari pengalaman agama lain, sehingga dalam konteks kebhinekaan , Hindu bisa memberikan kontribusi yang penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” papar Ketut Ardhana.

Source: Koran Bali Post, Kamis Wage, 4 Januari 2017