Umat Hindu Kaharingan Kalteng Deklarasi Antihoax


(Foto: Kapolda Kalteng Brigjen Pol. Drs. Anang Revandoko memimpin Apel Akbar Kebangsaan dalam rangka HUT integrasi Hindu Kaharingan ke-38 di Bundaran Besar Kota Palangka Raya)

Palangka Raya - Umat Hindu Kaharingan menggelar Apel Akbar Kebangsaan dalam rangka HUT Integrasi Hindu Kaharingan ke-38, di Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (19/4/2018).

Apel akbar kebangsaan digelar dalam rangka memperkuat persatuan dan merawat kebhinekaan dalam bingkai NKRI terlihat ramai dengan ratusan peserta dan tamu undangan yang hadir.

Perwakilan tokoh Hindu-Kaharingan Parada mengatakan, acara apel akbar kebangsaan bukan hanya sekedar merayakan HUT integrasi Hindu Kaharingan.

"Pada hari ini kita bersama menghadiri dan memeriahkan apel akbar kebangsaan, bukan hanya sekedar untuk memeriahkan salah satu agama di Kalteng, namun lebih dari itu, hari ini kita merayakan keberagaman agama di Kalteng," ujarnya.

Parada mengaku bersukur keberagaman agama di Kalteng tidak membuat masyarakat terpecah belah, namun malah membuat masyarakat sadar keberagaman untuk menjadi lebih kompak.

Bersamaan dengan itu, umat Hindu Kaharingan juga mendeklarasikan sikap menolak berbagai berita fitnah dan anti berita bohong atau "hoax".

"Sikap tersebut merupakan salah satu bagian deklarasi dalam memperingati hari ulang tahun integrasi Hindu-Kaharingan ke-38," kata kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Kalimantan Tengah, Prof I Nyoman Sudyana.

"Pernyataan sikap ini tak hanya dilakukan para tokoh agama namun juga para pimpinan lembaga agama, organisasi kepemudaan, mahasiswa dan pelajar perwakilan daerah yang ada di Kalimantan Tengah," imbuhnya.

Setidaknya ada tujuh poin deklarasi dan pernyataan sikap Umat Hindu Kaharingan di Provinsi berjuluk "Bumi Pancasila dan Bumi Tambun Bungai" ini. Pertama, deklarasi tersebut menyebutkan bahwa Umat Hindu Kaharingan akan selalu setia dan menjunjung tinggi pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan menjaga keutuhan NKRI.

Selanjutnya, mendukung visi-misi pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan ketiga sia mendukung Polri dalam rangka mengamankan dan menyukseskan pilkada damai di wilayah Kalimantan Tengah.

Keempat akan bersatu padu, saling menghormati dengan semangat falsafah "huma betang" dan saling menguatkan untuk selalu menyuarakan kebenaran dan melawan berbagai berita fitnah dan berita bohong atau "hoax".

Selanjutnya siap mengajak seluruh Umat Hindu Kaharingan menciptakan suasana damai dan kondusif di Kateng serta mendukung upaya Polri dalam penegakan hukum.

Kemudian siap setia dan mempertahankan integrasi Hindu Kaharingan sesuai dengan SK Dirjen Binmas Hindu Budha Departemen Agama RI tentang pengukuhan majelis besar agama Hindu Kaharingan sebagai badan keagamaan.

Terakhir menolak dan menentang segala propaganda yang memecah belah umat Hindu Kaharingan dan merusak tatanan komitmen integrasi umat Hindu Kaharingan.

Deklarasi dan pernyataan sikap tersebut juga ditandatangani oleh tokoh agama dan para pengurus agama Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio usai acara tersebut mengajak seluruh masyarakat menjaga keberagaman yang ada.

"Selama ini kita bisa hidup rukun dan damai. Banyak ujian yang melanda dan kita juga berhasil menjadi pemenang, maka tidak ada alasan bagi kita untuk bercerai berai di masa depan. Kita harus tetap bersatu dalam bingkai NKRI," kata Mofit.

Turut hadir, Sekretaris Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Ir. I Ketut Parwata, jajaran TNI dan Polri di Kalimantan Tengah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar dan mahasiswa serta sejumlah perwakilan pemerintah di Kalteng.


(Foto: Sekretaris Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Ir. I Ketut Parwata memberikan sambutan pada Apel Akbar Kebangsaan dalam rangka HUT integrasi Hindu Kaharingan ke-38 di Bundaran Besar Kota Palangka Raya)

(Foto: Perwakilan tokoh Hindu Kaharingan, Parada, membacakan sambutan panitia)

Source: kalteng.antaranews.com dan borneonews.co.id