Tirtha Yatra ke Tanah Jawa, Pura Sakti di Tanah Leluhur

Mataram - Dipandu oleh Bapak Made Sunu Adnawa dan Ibu Rusmariati, Sabtu sore 13 Desember 2015 sebanyak 30-an orang umat Hindu dengan sebuah bus berangkat menuju Pelabuhan Lembar, menyeberangi Selat Lombok menuju Pelabuhan Padangbai, melintasi daratan Bali, menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, dan akhirnya tiba di Pura Agung Blambangan untuk melakukan persembahyangan pertama. Tujuan berikutnya adalah Pura Giri Salaka di Alas Purwo. Suasana Pura yang hening dan asri mengundang decak kagum para peserta, terlebih setelah megunjungi situs kawitan yang terletak di samping Pura, yang masih memancarkan vibrasi keagungan dan kejayaan Hindu masa lalu.

Kemudia para peserta menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh Mbak Riyanti Ajha, umat Hindu Desa Serono, Banyuwangi yang menemani perjalanan sampai ke Pura Tawang Alun di Kecamatan Pesanggaran. Sebuah Pura Sakti, julukan yang diberikan masyarakat ketika tsunami menerjang kawasan ini pada tahun 1994 di mana hanya padmasana Pura ini yang tetap berdiri kokoh, sementara bangunan lain di wilayah ini rata dengan tanah. Kepada pengurus Pura, diserahkan bantuan buku-buku Agama Hindu dan Bhagavad Gita oleh Bapak Wayan Suatha yang diterima oleh Mangku Anom. Kemudia dilanjutkan dengan Dharma Tula oleh Bapak Made Sujana dan Bapak Made Sunu Adnawa, hingga pukul 03.00 WIB.

Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan menuju beberapa petilasan yang ada di Gunung Raung, yang diawali dari Pura Sandya Dharma di Desa Tegalrejo, Kecamatan Genteng. Kemudia dilanjutkan menuju komplek Pura Anatha Bhoga, dan Beji Pura Gumuk Kancil. Di sini, para peserta berkesempatan untuk melukat di kolam pengobatan dengan pancuran 11. Usai makan siang dan persembahyangan di Candi Agung Gumuk Kancil, perjalanan dilanjutkan menuju Pura Luhur Giri Arjuno, tiba pukul 00.00 WIB, dan persembahyangan dilakukan keesokan harinya tepat pukul 06.00 WIB. Pada pukul 08.00 WIB perjalanan dilanjutkan menuju Pura Amertha Jati Balai Kambang.

Tujuan berikutnya adalah Pura Argo Sunya di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Sambil menunggu Romo Mangku selesai mengastawakan banten pejati, diserahkan bantuan buku-buku agama Hindu (Bhagavad Gita, Sarasamuccaya, Hindu Menjawab), oleh Ibu Ketut Tantri; lalu dilanjutkan dengan persembahyangan bersama. Dalam penjelasan pengurus Pura, beberapa kejadian unik yang bernuasa mistis terjadi di Pura ini, sehingga menurutnya, Pura Argo Sunya ini juga seringkali mendapat julukan Pura Sakti oleh para penganut non Hindu.

Source: Gredag Marta l Media Hindu Edisi 144