STAHN Tampung Penyang Palangka Raya Resmi Menjadi IAHN

 


(Foto: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan alih status Sekolah Tingg Agama Hindu Negeri (STAHN) Tampung Penyang Palangka Raya menjadi Institut Agama Hindu Negeri)

Palangka Raya - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan alih status Sekolah Tingg Agama Hindu Negeri (STAHN) Tampung Penyang Palangka Raya menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN). Peresmian berlangsung di kampus IAHN Tampung Penyang, Selasa (23/10).

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan membuka tirai papan nama oleh Menag Lukman. Ikut mendampingi, Rektor IAHN TP Palangka Raya I Ketut Subagiasta, Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Forkompinda Kalteng, Kepala Biro Ortala Setjen Kemenag, sejumlah rektor perguruan tinggi, serta Kakanwil Kemenag Kalteng dan Kabag TU Pimpinan.

Menag dalam sambutannya menyatakan, ada dua makna yang tersirat dalam peresmian alih status IAHN Palangka Raya. Pertama, rekognisi. Alih status ini menjadi salah satu bentuk pengakuan negara melalui Kemenag atas kiprah perguruan tinggi umat hindu berikut civitas akademikanya yang berda di Tampung Penyang.

"Itu adalah pengakuan yang tidak hanya berupa komitmen, namun bukti, bahwa kita berupaya meningkatkan kualitas perguruan tinggi keagamaan di tengah-tengah bangsa yang agamis," ujar Menag.

Makna kedua, lanjut Menag, alih status ini hakikatnya adalah tangung jawab yang semakin besar. Tanggung jawab itu tidak hanya untuk rektor, namun semua civitas akademika IAHN TP Palangka Raya. Semuanya dihadapkan pada tugas untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan kegamaan Hindu di Tanah Air.

Sebelum meresmikan alih status IAHN TP Palangka Raya, Menag Lukman menyampaikan keynote speech pada Seminar Nasional 'Menangkal Radikalisme dan Intoleransi'. Seminar ini dihadiri seribuan mahasiswa dan civitas akademika IAHN-TP Palangka Raya.

Menag mengajak penguruan tinggi keagamaan untuk lebih pro aktif dalam menangkal radikalisme dan intoleransi. Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan menduduki posisi vital dalam mencerahkan umat agar ajaran agama tidak hanya berhenti pada pemahaman dan pengamalan yang sifatnya formalitstik belaka.

Sementara itu, Rektor IAHN-TP, I Ketut Subagiasta mengatakan, kampus tersebut berdiri di atas lahan seluas 10 hektare dan terdapat 11 prodi. "Semoga kedepan akan berkembang terus," kata Ketut.

Wakil Gubernur Kalteng, Habib H Said Ismail mengucapkan terimakasih kepada menteri agama sehingga dapat beralihkan status dari STHN menjadi IAHN-TP. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak untuk bahu membahu, bergandengan tangan menjaga kualitas, kerukunan, keharmonisan dan kedamaian. 

"Sehingga percepatan dan pembangunan ekonomi di Kalteng berjalan dengan baik," ucapnya.

Source: kemenag.go.id