Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Kunjungi Sultra

Kendari - Dalam rangka tugas menghadiri pembukaan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII di Kendari, yang dibuka Menteri Agama, pagi (16/5) di lapangan Tugu Religi (eks.MTQ), Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu, I Wayan Suharta yang mewakili Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI menyempatkan waktu mengunjungi umat Hindu sekaligus melakukan pembinaan umat, serta sinergi dengan lembaga Keagamaan Hindu di Sulawesi Tenggara.

Bertempat di Balai Desa, Desa Jati Bali, Kec. Ranomeeto Barat, Kab. Konawe Selatan (Konsel), Kunjungan Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, sore (16/5) disambut antusias oleh para tokoh umat Hindu Konsel. Pertemuan yang diprakarsai Pembimas Hindu dan PHDI Kabupaten Konawe Selatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran PHDI Kabupaten, Kecamatan dan Desa, Adat, dan Tokoh Agama Hindu di Kabupaten Konawe Selatan dan juga beberapa pengurus lembaga keagamaan Hindu Kabupaten lainnya.

Berbagai macam kendala keumatan disampaikan satu persatu oleh seluruh peserta pembinaan. Dalam dialog bersama umat dan pengurus parisada dan adat se-Konsel, banyak yang mengajukan usulan permohonan bantuan rehab pura dan sarana keagamaan berupa Gong, pakaian tari, dan juga pengembangan pasraman. Hal ini tentunya disambut baik oleh Sekretaris Ditjen Bimas Hindu. Wayan Suharta mengingatkan agar umat Hindu kreatif untuk membuat proposal serta selalu memantau perkembangan pengajuannya di Bimas.

“Ajukan dan konfirmasi. Itulah tindak lanjutnya, agar jangan sampai, ada yg mengaku berkali-kali mengajukan tapi tidak dibantu. Selain mengajukan proposal, selalu ingat konfirmasi kembali terkait proposal yg diajukan baik ke Dirjen maupun ke Kanwil,” tuturnya.

Selain itu, Suharta juga mendorong umat Hindu agar membentuk lembaga pendidikan Keagamaan Hindu berupa Pasraman formal. “Ke depan dana-dana pendidikan akan sangat banyak apabila umat memiliki sekolah-sekolah Hindu,” imbuhnya.

Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Prov. Sultra, Ngakan Made Sudiana yang juga mendampingi mengarahkan agar umat Hindu di Sulawesi Tenggara jangan hanya terfokus pada pembangunan sarana peribadatan, namun harus bisa melihat peluang ke depan terkait pendidikan keagamaan Hindu guna membentengi generasi muda Hindu di jaman globalisasi.

“Para tokoh umat jangan hanya terpaku pada pembangunan pura saja. Dengan SDM yang besar seperti Jati Bali ini kita bisa membangun sekolah bernuansa Hindu. Adanya sekolah Hindu, berarti kesempatan mengangkat guru agama Hindu akan lebih besar, bantuan rehab gedung, sarana, operasional, akan lancar turun ke umat. Apalagi payung hukum pendidikan telah kita miliki,” tegasnya.

Akhir pertemuan, Wayan Suharta menyempatkan diri mengunjungi Pasraman Widya Dharma Desa Jati Bali. Pasraman ini dipantau telah memiliki gedung lengkap, namun belum memiliki prasarana seperti meja, kursi, lemari, dan lainnya. Wayan Suharta pun memberikan isyarat agar Pasraman membuat proposal permohonan sarana dan prasarana ke Ditjen Bimas Hindu, agar pelayanan pendidikan siswa lebih kondusif.

Source: bimashindu.kemenag.go.id