Revitaslisai Pembinaan Umat Hindu Menjawab Tantangan Zaman


(Foto: dari kanan ke kiri – Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat Kolonel Inf (Purn) I Nengah Dana, S.Ag., Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.Phil., Ph.D., Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Gubernur Sulsel Prof. Dr. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr., Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba)

Makassar – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menyelenggarakan Pesamuhan Agung atau rapat kerja nasional (rakernas) di Hotel Aston Makassar, Jumat 23 November 2018. Sesuai Anggaran Dasar PHDI pasal 31, ayat (1), Pesamuhan Agung diadakan sekurang-kurangnya dua kali dalam lima tahun.

Pesamuhan Agung yang dilaksanakan selama tiga hari itu (23 – 25 November 2018) dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr dan dihadiri 250 orang peserta dari pusat dan daerah. Adapun tema yang diusung yaitu “Revitalisasi Pembinaan Umat Hindu Menjawab Tantangan Zaman”. Ada beberapa agenda yang dibahas, pertama mengevaluasi pelaksanaan Program Kerja Pengurus PHDI Pusat. Kedua menerima laporan tentang penggantian antar waktu anggota Sabha Pandita, anggota Sabha Walaka, dan Pengurus Harian. Ketiga mendengarkan laporan PHDI Provinsi seluruh Indonesia dan keempat pembahasan materi.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen (TNI) Wisnu Bawa Tenaya mengawali sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan karena telah berkenan hadir pada pembukaan Pesamuhan Agung Tahun 2018. “Kami sebagai Ketua Umum PHDI mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur yang telah  berkenan hadir di tengah kesibukan yang ada,” ujar Wisnu.

Selain itu, Wisnu Bawa Tenaya juga mengucapkan terimakasih berkat kebijakan Gubernur Sulawesi Selatan yang memberikan hibah tanah untuk pembangunan Pura Segara di Kota Makassar. Pura ini nantinya akan dimanfaatkan umat Hindu di Makassar untuk kegiatan keumatan seperti pelaksanaan melasti pada hari raya Nyepi.

“Terimakasih juga kepada Bapak Gubernur yang telah memperhatikan kondisi umat kami yang ada di Makassar. Dengan memberikan hibah tanah untuk pembangunan Pura Segara,” ucapkanya.

Di akhir sambutannya Wisnu Bawa Tenaya mengajak seluruh umat Hindu khususnya di Kota Makassar untuk bersama-sama membantu Gubernur membangun kemajuan dan kemandirian. “Karenanya itu kami mengajak umat yang ada di Makassar agar bersama-sama, bergandengan tangan, mendukung kebijakan pemerintah. Bersama-sama membantu Bapak Gubernur memajukan Provinsi Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr dalam sambutannya menyampaikan bahwa tepat sekali Pesamuhan Agung diadakan di Sulsel, karena pemerintah terus mendorong promosi Sulawesi Selatan sebagai provinsi yang menyiapkan berbagai tempat wisata. Bahkan Prof. Nurdin Abdullah ingin menciptakan suasana dan keberhasilan seperti yang ada di Provinsi Bali.

“Kami berbahagia sekali melihat Provinsi Bali layak kita sebut sebagai provinsi miniatur umat beragama, kami juga bermimpi, mudah-mudahan Sulawesi Selatan ini bisa menjadi  miniatur toleransi umat beragama,” ujarnya.

Prof. Nurdin Abdullah menilai warga Bali telah menjadi contoh yang baik dan menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat Bali yang ulet, santun, dan begitu mudah bergaul. Pemerintah daerah terus mendorong bagaimana kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan bisa kita wujudkan bersama.

“Tidak ada sebuah daerah maju tanpa kedamaian, kita semua bersaudara, tentu dengan persatuan kita bangun. Insaallah Tuhan yang maha kuasa dapat memberikan ridhonya,” ujarnya.

Ada enam materi yang dibahas dalam Pesamuhan Agung diantaranya Evaluasi Terhadap Implementasi GDHDI, Sosialisasi/Diseminasi Keputusan Sabha Pandita tahun 2017 dan 2018, Panduan Pendataan umat Hindu Indonesia, Petunjuk Pembinaan Pasca Sudhivadani, Panduan Penyebaran Ajaran Veda, Rekomendasi Dharma Negara, dan Rekomendasi Kajian Bahan Ajar Agama Hindu.

Keenam materi tersebut dibahas dalam tiga komisi yaitu Komisi A, Komisi B, dan Komisi C. Pembahasan dalam sidang komisi berjalan dengan lancar dan tertib. Ada berbagai sumbang saran dari peserta terkait materi yang sudah disiapkan Steering Committee beberapa hari sebelumnya.

Turut hadir Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.Phil., Ph.D., Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba, Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat Kolonel Inf (Purn) I Nengah Dana, S.Ag., Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan seluruh jajaran Pengurus PHDI Pusat, utusan PHDI Provinsi se Indononesia, utusan lembaga/badan/yayasan PHDI Pusat.

Hadir juga utusan organisasi tingkat nasional seperti Prajaniti, Peradah Indonesia, WHDI, KMHDI, ICHI, PSN, Pandu Nusa, ADHI, Majapahid Nusantara, Puskor Hindunesia, Perkumpulan ISKCON, Yayasan ISKCON, Yayasan Sai Studi Group Indonesia, dan Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan.

Oleh: admin