Rapat Perdana Panitia Nyepi Nasional Tahun Baru Saka 1940

 
(Foto bersama beberapa peserta rapat perdana Panitia Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940 di Puspomal, Jakarta Utara)

Jakarta – Panitia Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 Tahun 2018 menggelar rapat perdana di Kantor Puspomal, Jl. Boulevard No.9, Kepala Gading Bara, Jakarta Utara, pada Jumat 12 Januari 2018.

Agenda rapat membahas finalisasi penyusunan Panitia Nasional Perayaan Nyepi Tahun Barau Saka 1940, menentukan tema Nyepi Nasional, dan menetapkan waktu serta tempat pelaksanaan Dharma Santi Nyepi. Selian itu, ada juga beberapa masukan dari para Penasehat Panitia Nyepi Nasioanal.

Rapat perdana dibuka Sekretaris Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Ir. I Ketut Parwata yang menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para calon panitia. “Kami ucapkan terima kasih kepada para calon panitia. Karena ini panitia belum dibentuk. Bapak dan ibu sudah berkenan hadir memenuhi undangan kami dalam acara penetapan Panitia Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940 Tahun 2018,” ujarnya.

“Mudah-mudahan kebersamaan kita pada sore hari ini senantiasa dapat berjalan dengan baik. Sehingga apa yang direncanakan nantinya terkait Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 ini dapat berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan,” imbuhnya.

Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dalam arahannya menyampaikan bahwa umat agar selalu kompak. Wisnu Bawa Tenaya juga menyampaikan agar hari raya besar Hindu dilaksanakan dengan gembira. “Saya sampaikan agar umat selalu kompak. Begitu juga dalam merayakan hari-hari besar dilaksanakan dengan gembira, happy senang,” ujarnya.

“Pada Maret mendatang ada perayaan Nyepi dan Saraswati. Bersamaan waktunya. Ini supaya (Nyepi dan Saraswati) dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan aman. Parisada sudah mengedarkan Surat Keputusan Sabha Pandita kepada Parisada Daerah untuk pedoman pelaksanaannya. Supaya itu diikuti dan dijadikan pedoman bersama. Ini akan terus kita sosialisaikan agar umat paham,” paparnya.

Wisnu Bawa Tenaya juga mengingatkan agar tidak ada Balinisasi untuk umat yang di luar Bali. “Saya selalu mengingatkan agar tidak ada Balinisasi. Sehingga umat kita di daerah betul-betul senang dan happy mereka menjalankan agama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940 Tahun 2018 Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan, S.E., M.M. dalam sambutannya menyatakan dirinya siap ngayah. “Jadi kalau sudah mendengar kata ngayah, apapun pangkatnya kita tidak berani menolak. Betul ngk Bapak/Ibu?,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta rapat.

Nyoman Gede Ariawan bercerita bahwa sebelum dirinya menyatakan siap menjadi Ketua Panitia Nyepi, ada beberapa kali pertemuan yang dilakukan. Termasuk, kata dia, maturan disanggah rumahnya untuk memohon restu. “Pada tanggal 4 Januari 2018, ada pertemuan di hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Waktu itu rapat dipimpin langsung Ketua Umum Parisada Pusat. Dan saat itu saya katakan siap menjadi Ketua Panitia Nyepi Tahun 2018,” jelasnya.

Nyoman Gede Ariawan menambahkan agar dalam kepanitian Nyepi 2018 dirinya diarahkan dan dibantu sehingga pelaksanaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940 dan Dharma Santi Nyepi dapat berjalan dengan lancar. “Mohon ijin kepada para senior, sesepuh, mohon saya diberikan masukan. Mohon saya dibantu. Modal saya semangat dan tetap bekerja,” ucapnya.

Tema Nyepi
Ada beberapa usulan tema Nyepi Nasional dari Panitia. Setelah mendapat masukan dan koreksi dari penasehat dan peserta rapat, Panitia Nasional memutuskan tema Nyepi Nasional yaitu “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Tingkatkan Soliditas Sebagai Perekat Keberagaman Dalam Menjaga Keutuhan NKRI”.

Ketua Panitia Nasional Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan mengatakan dasar dari tema tersebut karena maraknya terjadi tindakan-tindakan intoleransi dan megedepankan ego sektoral. “Karena itu, penting sekali soliditas. Kita hidup penuh dengan keberagaman. Soliditas inilah yang bisa merekatkan keberagaman itu,” ujarnya.

Dharmasanti Nyepi
Berbagai rangkaian pelaksanaan Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940 yang akan dilaksanakan diantaranya. Pertama tawur agung kesanga yang akan dilaksanakan di Candi Prambanan, Jawa Tengah. Kedua melaksanakan bhakti sosial baik itu donor darah, pembagian sembako, dan penghijauan. Ketiga pelaksanaan kegiatan Dharma Santi Nasional. Dan keempat pelaksanaan seminar yang akan dilaksanakan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-59 Parisada Hindu Dharma Indonesia pada bulan Februari mendatang.

Pelaksanaan Dharma Santi Nasional Tahun 2018 tetap akan dilaksanakan di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap. Untuk tanggal Pelaksanaan Dharma Santi yang akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo belum ditentukan. Namun Panitia Nyepi Nasional sudah merencanakan pelaksanakan Dharma Santi Nasional pada bulan April 2018 mendatang.

Hadir dalam rapat, Direktur Urusan Agama Hindu Drs. I Wayan Budha, M.Pd., beberapa penasehat Drs. Made Marka, Mayjen TNI (Purn) S.N. Suwisma, Mayjen TNI (Purn) Ngakan Gde Sugiartha, Drs. Erlanga Mantik, Irjen Pol. Drs. Ketut Untung Yoga, M.M., serta beberapa jajaran Pengurus Harian PHDI Pusat dan para calon Panitia Nasional Perayaan Nyepi Tahuan Baru Saka 1940.

Oleh: admin