Pura Dang Khayangan Mertasari di Plaspas


(Ilustrasi)

Mertasari - Pemugaran Utama Mandala Pura Dang Kahyangan Mertasari yang berlokasi di Lingkungan Mertasari, Kelurahan Loloan Timur telah selesai 90 persen. Seluruh bangunan palinggih dan kelengkapannya telah rampung dibangun secara gotong royong oleh masyarakat pangempon dan tokoh-tokoh masyarakat. Selasa (8/9) kemarin, Utama Mandala Pura Dang Kahyangan Mertasari di-pelaspas diikuti ratusan umat dari Jembrana dan luar Jembrana. Pamelaspasan Utama Mandala Pura Dang Khayangan yang dibangun di atas lahan 34,5 x 38 meter itu diawali pemujaan oleh Ida Pedanda Gede Buruan di Utama Mandala. Dilanjutkan dengan Mendem Padagingan pada setiap bangunan palinggih maupun bangunan lainnya oleh sejumlah Sulinggih.

Sementara itu pemujaan untuk nuntun (memindahkan) stana Ida Batara Sakti Wawu Rauh dari bangunan pura lama ke bangunan pura yang baru dan peleburan bangunan pura lama yang terletak di sebelahnya dilakukan oleh Ida Pedanda Istri Sasih dari Griya Su-kataman Ketugtug, Jembrana. Seluruh umat termasuk dari Griya Pitamaha Gianyar yang mengeluarkan sukat (tata letak) hadir, melakukan persembahyangan terakhir di pura yang lama. Hadir pula sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, termasuk Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Wakilnya I Made Kembang Hartawan dan Ketua DPRD I Ketut Sugiasa.

Wakil Ketua Panitia Pembangunan sekaligus Upacara Melaspas I Wayan Darwin, mengatakan di lokasi yang dibongkar tersebut rencananya akan digunakan untuk Madya Mandala. Darwin menjelaskan, pemugaran Pura Dang Kahyangan Mertasari mulai direncanakan pada saat terjadi pembagian pangempon Pura Dang Kahyangan antara Pura Dang Kahyangan Perancak dan Pura Dang Kahyangan Mertasari. yang dilatarbelakangi oleh pembentukan Kecamatan Jembrana pada tahun 2006. Pemugaran dilakukan untuk memperluas dan menata Utama Mandala agar umat yang melakukan persembahyangan lebih ideal dan memadai, termasuk melengkapi palinggih-palinggih yang semestinya ada sebagai Pura Dang Kahyangan.

Ketua Panitia Pembangunan dan Pamelaspas I Ketut Sugiasa menyebutkan, Pura Dang Kahyangan Mertasari yang memiliki sejarah penting sebagai petilasan Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh atau Ida Danghyang Dwijendra ini, dibangun atas dukungan Pemkab Jembrana dan tokoh-tokoh masyarakat, instansi dan perorangan dalam bentuk punia. "Ini merupakan wujud semangat masyarakat Jembrana untuk memugar Pura Dang Kahyangan Mertasari," kata Sugiasa yang juga Ketua DPRD Jembrana ini. Ia berharap seluruh umat Hindu di Bali dan Indonesia mengetahui keberadaan Pura Dang Kahyangan Mertasari di Jembrana.

Di tahun berikutnya Sugiasa menjelaskan, akan melanjutkan pembangunan di Madya Mandala dan Nista Mandala. 'Mudah-mudahan dalam waktu lima tahun seluruhnya sudah selesai," ujarnya. Sementara itu Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, semua Pura Dang Kahyangan yang ada di Jembrana diberikan bantuan untuk perbaikan dan perchaban setiap tahun dan Pura Dang Kahyangan Mertasari merupakan pura yang paling baru. Meski mendapat bantuan, pembangunannya tetap dilakukan bertahap.

"Saya berharap umat senang tangku (datang) ke pura, apalagi di Pura Dang Kahyangan Mertasari ini yang sekarang sudah asri, indah dan luas, saya yakin umat akan semakin senang datang ke pura, tidak saja pada saat piodalan, tetapi pada hari Purnama Tilem dan hari-hari baik lainnya," kata Artha. Dalam kesempatan tersebut Bupati Artha dan Wakilnya Kembang Hartawan bersama seluruh umat Hindu melakukan persembahyangan bersama di Pura Dang Kahyangan Mertasari.

Sumber: Koran Bali Post, Rabu Umanis, 9 September 2015