Presiden Jokowi Hadiri Kongres XI KMHDI di Yogyakarta


(Foto: Presiden RI Joko Widodo membuka Mahasabha XI Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia)

Sleman - Presiden Joko Widodo membuka secara resmi Mahasabha (Kongres Nasional) XI Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang digelar di Imperial Ball Room 2, Hotel The Rich Jogja, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu, 29 Agustus 2018. Kongres yang dihadiri kurang lebih 3.000 mahasiswa tersbeut mengangkat tema “Merajut Persatuan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”. 

Mengawali sambutannya Presiden Jokowi bercerita bagaimana tanyangan pembukaan  Asian Games 2018 yang menjadi viral. Presiden mengaku heran, tayangan yang sejatinya dimaksudkan sebagai hiburan pada akhirnya menjadi gunjingan para tokoh politik. Pembahasan mestinya, kata Presiden, lebih fokus kepada warna-warni budaya Indonesia yang ditunjukkan malah berbelok menjadi pembahasan penggunaan stuntman atau pemeran pengganti.

"Yang benar saja lah. Orang-orang politik kita ini kadang-kadang, haduh haduh haduh. Ini kan tontonan, ini hiburan. Yang enggak perlu dipermasalahkan jangan dipermasalahkan lah," tuturnya yang disambut riuh tepuk tangan para mahasiswa.

Dirinya melanjutkan, apapun yang dilakukan olehnya tampaknya bisa menjadi pembahasan tersendiri. Seperti "goyang dayung" dan tayangan atraksi bermotor tersebut salah satunya yang menjadi viral. Namun, ia sekali lagi menekankan bahwa hal-hal tersebut dimaksudkan untuk hiburan semata dan tak perlu dikaitkan dengan dunia politik.

Membangun Optimisme dan Postif Thinking
Presiden Jokowi mengajak para mahasiswa untuk tidak menghabiskan energi dengan hal-hal negatif, seperti saling mencela dan saling mencemooh di media sosial. Sebaliknya, ia mengajak para mahasiswa untuk membangun optimisme dan berpikiran positif. 

"Kita menuju kepada masa-masa optimisme, masa-masa positif thinking, energi kita habiskan untuk membangun persaingan, membangun daya saing, membangun produktivitas," kata Presiden.

Optimisme itu harus terus dibangun karena Presiden meyakini Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat ke-4 di dunia pada tahun 2045. Hal tersebut ia katakan berdasarkan hasil perhitungan dari berbagai lembaga seperti McKinsey Global Institue, Bank Dunia, IMF, hingga Bappenas. "Tapi ini tidak mungkin tercapai kalau kita malas-malasan. Kalau kita senang instan. Kalau kita tidak bekerja keras," lanjutnya.

Oleh karena itu, Presiden mengajak anak-anak muda ini untuk terus bekerja keras, produktif, dan memiliki disiplin yang tinggi. Menurutnya, itulah kunci untuk menjadi negara maju dan bersaing dengan negara lain.

Selain itu, Jokowi juga memaparkan dua hal yang menjadi faktor fundamental untuk meningkatkan daya saing bangsa, yaitu pembangunan infrastruktur dan investasi di bidang sumber daya manusia (SDM). 

"Enggak ada yang lain, ini sangat basic sekali kalau kita ingin berkompetisi dan bersaing dengan negara-negara lain di dunia. Tanpa itu, lupakan yang namanya bersaing," paparnya.

Di akhir sambutannya, Jokowi mengajak para mahasiswa ini untuk terus membangun persaudaraan, persatuan, dan kesatuan tanpa membeda-bedakan agama, suku, ras, yang akan melemahkan potensi dan kekuatan bangsa.

Sementara itu, Presidium KMHDI Putu Wiratnaya memberikan apresiasinya atas kinerja pemerintah selama ini. “Jadi kalau bisa 10 tahun itu targetnya tinggi sekali,” kata Putu. 

Selain itu, ia menyampaikan jika umat Hindu saat ini masih kekurangan tenaga pendidik, terutama di daerah-daerah Indonesia timur. Namun, Putu menegaskan, KMHDI selalu siap memberikan kader-kadernya untuk pembangunan bangsa.

Mahasabha XI KMHDI berlangsung pada 29 Agustus sampai dengan 3 September 2018. Pembukaan acara berlangsung pada 29 Agustus 2018 yang dirangkaikan dengan Kuliah Umum Kebangsaan oleh beberapa tokoh.

Selanjutnya sidang Mahasabha XI digelar di Asrama Haji Yogyakarta pada tanggal 30 Agustus – 2 September 2018, kemudian dilanjutkan dengan Perayaan HUT 25 Tahun KMHDI di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, dan diakhiri dengan wisata religi atau tirta yatra pada tanggal 3 September 2018.

Turut hadir Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspa Yoga, Menristekdikti Mohamad Nasir, Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Bupati Sleman Sri Purnomo. Selain itu, hadir Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya.


(Foto: Presiden Joko Widodo membuka Mahasabha XI Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) didampingi Presidium KMHDI Putu Wiratnaya (kiri), Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (kedua kanan), dan Menristekdikti Mohamad Nasir)


(Foto: Presiden Joko Widodo foto bersama dengan kader-kader Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KHMDI) seluruh Indonesia)

Oleh: admin