PHDI Pusat Gelar Lokakarya Germas di Bali


(Foto bersama Lokakarya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Hotel Grand Inna Bali Beach, Senin (29/6))

Denpasar - Dalam upaya meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pura dan Pasraman, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat bekerja sama dengan Kementeria Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar Lokakarya Gerakan Masyarajat Hidup Sehat (Germas) di Hotel Grand Inna Bali Beach, Senin (26/9) kemarin. Lokakarya bertujuan meningkatkan peran dan komitmen PHDI dan stakeholder terkait dalam meningkatkan perilaku sehat masyarakat sebagau upaya memberikan kontribusi percepatan terbentuknya masyarakat sehat yang mandiri.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) S.N. Suwisma mengatakan, Lokakarya Germas ini merupakan rangkaian kegiatan kerja sama antara PHDI dengan Kemenkes RI yang tertuang dalam bentuk MoU yang sudah berlangsung sejak tahun 2011 dan yang baru pada 12 November 2015 dalam program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Khusunya, peningkatan PHBS di Pura dan rumah tangga binaan (pasraman) yang difokuskan di Bali dan DKI Jakarta.

"Melalui Lokakarya ini kita ingin mendorong terciptanya kebijakan publik berwawasan kesehatan dengan munculnya inovasi-inovasi dan terobosan baru dan terciptanya komitmen bersama penerapan kebijakan publik berwawasan kesehatan dalam bentuk deklarasi," tandas Mayjen TNI (Purn) S.N. Suwisma, Senin (26/9) kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya didampingi Ketua Panitia Ni Made Jendri, SKM., M.Si mengatakan, beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan seseorang tidak mempraktikkan PHBS yaitu diare, DBD, tifus, bahkan berpotensi menjadi wabah yang memicu timbulnya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti jantung, koroner, kanker, stroke, diabetes melitus, serta gangguan akibat kecelakaan dan cedera. Oleh karena itu, permasalahan kesehatan memerlukan perhatian dan upaya penanggulangan yang serius dari berbagai pihak. Hasil dari Lokakarya Germas ini akan disampaikan pada rapat PHDI bulan depan di Surabaya.

Source: Bali Post Selasa Kliwon, 27 September 2016