PHDI Kecamatan Sukawati Tidak Punya Fasilitas Sama Sekali

(Foto: Pengurus PHDI Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, tengah melakukan rapat di rumah anggotanya beberapa waktu lalu)

Gianyar - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, tidak memiliki kantor. Kegiatan–kegiatan rapat dilaksanakan di rumah anggota secara bergilir. Hal itu dipaparkan Ketua PHDI Kecamatan Sukawati, I Nyoman Suwirna, Minggu (6/1) kemarin.

Dikatakannya, tugas PHDI membina umat, hanya berstatus ngayah (mengabdi). Pihaknya tidak mendapat fasilitas apa–apa. Untuk pelaksanaan rapat harus secara bergilir dilakukan di rumah anggotanya. “Jangankan disediakan kantor, anggaran untuk biaya transport jika ada kegiatan keluar tidak didapatkan,” paparnya.

Sebagai lembaga umat ia berpendapat sudah seharusnya lebih diperhatikan lagi oleh dinas maupun pejabat yang ada. “Apa daya kita di sini hanyalah untuk ngayah. Tetapi kalau fasilitas itu tetap kami perlukan. Padahal di Bali rata-rata pemimpinnya Hindu, DPRD Hindu, sampai pejabatnya juga. Namun lembaga umatnya malah kurang diperhatikan,” terangnya.

Pria asli Sukawati ini juga menjelaskan, ketika ada suatu permasalahan terkait keagamaan, sudah tentu PHDI sebagai gawangnya, harus turun tangan. Mulai dari pelaksanaan upacara, pantangan, hingga keputusan yang harus diambil dalam waktu tertentu. Hal itu bisa terjadi lantaran PHDI sebagai lembaga umat yang selalu bergerak dibidang tersebut.

Namun harus juga difasilitasi seperlunya. Dengan demikian ia berharap kinerjanya bisa di tingkat kecamatan lebih terbantu. Sampai saat ini ia mengaku terkadang dalam pelaksanaan sebuah rapat, ia harus nomaden. Hal itu disebabkan dilakukannya rapat pada rumah anggotanya secara bergilir.

“Kalau sekarang istilahnya kita seperti anak itik lahir di atas batu yang mati kelaparan. Menurut saya buat apa bansos besar-besar untuk perbaikan Pura kalau lembaganya kantor saja tidak punya. Memang penting perbaikan itu dilakukan, namun lebih penting lagi jika orangnya kita didik melalui PHDI ini,” jelasnya.

Suwirna menjelaskan, ke depannya selaku PHDI agar memiliki sebuah gaung di masyrakat. Dalam artian tidak hanya bisa menghadiri suatu undangan upacara saja, namun harus bisa juga memberikan sesuatu kepada masyarakat. Lantaran sampai saat ini PHDI masih dianggap sekedar-sekedar saja, bahkan saat ini lebih disegani anggota dewan yang disebabkan mereka diberikan sebuah bantuan.

“Jangankan PHDI di desa atau tingkat kecamatan, kantor PHDI Kabupaten dan fasilitasnya bisa dilihat sendiri seperti apa. Bagaimana kita memberikan penyuluhan dan penerangan kepada masyarakat kalau kita undang mereka malah tidak punya tempat,” imbuhnya.

Sedangkan dikonfirmasi Ketua PHDI Kabupaten Gianyar, I Nyoman Patra menjelaskan, pihaknya sudah pernah menginformasikan agar masing-masing kecamatan memberikan fasilitas kepada PHDI. Namun dengan keterbatasan anggaran dan ruangan beberapa kecamatan tidak bisa menyediakan sebatas ruangan khusus di PHDI kecamatan.

Kedepannya ia akan berkoordinasi lagi ke Pemkab maupun masing-masing Camat untuk difasilitasi secara merata. “Semua itu memang perlu perjuangan dan kesabaran. Sebagaimana mestinya kita ngayah sudah barang tentu berdasarkan hati yang tulus ikhlas. Hal tersebut merupakan perjuangan saya selaku pengayah tingkat kabupaten. Agar pengurus PHDI semua lebih nyaman dan semangat mengemban tugasnya,” tandas Patra.

Source: baliexpress.jawapos.com