Pernyataan Sikap Tokoh Lintas Agama Tentang Teror di Surabaya

Jakarta - Setelah melihat peristiwa dan mencermati dengan seksama peristiwa terorisme di tiga Gereja di Surabaya, menunjukkan adanya suatu gerakan yang terpola, terstruktur, dan berjejaring yang sengaja ingin melakukan kekacauan dan mengubah haluan negara. Indonesia adalah negara yang berdiri atas dasar konsensus bersama di atas semua golongan, ras, etnis, dan agama. Itulah Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka negara tidak boleh kalah oleh ulah segelintir orang yang mengatasnamakan jihad tetapi justru merusak dan menodai makna jihad yang sesungguhnya yaitu menegakkan amar ma'ruf nahi munkar bukan dengan menebar teror, membunuh, dan menggunakan kekerasan. Melihat kondisi tersebut, para tokoh agama menegaskan:

1. Mengutuk keras pelbagi tindakan terorisme, atas dasar dan latar belakang apapun. Tindakan-tindakan yang menggunakan kekerasan, terorisme, menebarkan rasa benci, dan juga mengafirkan mereka yang di luar keyakinannya bukanlah ajaran agama.

2. Mendesak dan sekaligus mendukung sepenuhnya upaya dan langkah-langkah pemerintah dan aparat keamanan untuk mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Gerakan terorisme sudah semakin merajalela, maka diperlukan penanganan khusus dan ekstra yang lebih intensif dari pelbagi pihak, utamanya negara melalui keamanan. Negara wajib hadir untuk menjamin keamanan hidup setiap warganya.

3. Menyampaikan rasa  bela sungkawa yang sangat mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. Segala yang terjadi merupakan suratan takdir dan kita harus menerimanya dengan penuh sikap kedewasaan, lapang dada, ketabahan, dan kesabaran.

4. Mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas, kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan. Jika mendapati peristiwa sekecil apapaun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme segera laporkan ke aparat keamanan.

5. Menghimbau segenap umat beragama untuk menghentikan segela spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini. Kita percayakan penanganan sepenuhnya ditangan aparat keamanan. Kita mendukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan isu, gambar korban, dan juga berita yang belum terverifikasi kebenarannya terkait peristiwa ini.

6. Mengimbau semua tokoh politik dan masyarakat agar mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dan tidak memperkeruh suasana dan mengeluarkan statemen yang tendensius yang mencederai perdamaian dan toleransi beragama.

Jakarta, 13 Mei 2018

Pernyataan sikap para tokoh agama ini ditandatangani Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr. Ir. H. A Helmy Faishal Zaini, perwakilan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pdt. Penrad Siangan, perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Agus Ulahayanan, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) YM Maha Biksu Dutavira Sthavira, perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Yanto Jaya S.H, perwakilan Muslimat Nahdlatul Ulama Yenny Wahid, dan perwakilan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH. Marsudi Syuhud.

Oleh: admin