Pengurus PHDI Kota Mataram Masa Bakti 2020-2025 Dilantik


(FotoPengurus PHDI Kota Mataram masa bakti 2020-2025 saat dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua PHDI NTB, pada Sabtu, 7 November 2020 di Pura Saraswati IAHN Gde Pudja Mataram)

Mataram – Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Mataram Masa Bhakti 2020-2025 resmi dilantik dan dikukuhkan pada Sabtu, 7 November 2020, di Pura Saraswati STAHN yang telah beralih status menjadi IAHN Gde Pudja Mataram. Pelantikan dan pengukuhan itu dilakukan oleh Ketua PHDI Provinsi NTB.

Kegiatan pelantikan dan pengukuhan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) PHDI Provinsi NTB tentang pengesahan susunan dan personalia PHDI Kota Mataram masa bakti 2020-2025 oleh Bidang Organisasi Pengurus Harian PHDI Provinsi NTB, I Gusti Lanang Patra.

Pelantikan dan pengukuhan dilakukan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB, Ida Made Santi Adnya, S.H., M.H.

Ketua PHDI Kota Mataram, Made Merta Arta, S.H., M.H., menyampaikan, kegiatan pelantikan dan pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Lokasabha ke-VI pada Sabtu, 5 September 2020 lalu. Di mana saat Lokasabha itu, ia terpilih sebagai Ketua PHDI Kota Mataram. Ia menjelaskan, pelantikan dan pengukuhan pengurus PHDI Kota Mataram ini untuk mengesahkan kepengurusan.

“Setelah ini kita akan melaksanakan rapat kerja atau rapat pleno pertama yang dilaksanakan oleh PHDI Kota Mataram periode 2020-2025,” ujarnya.

Menurutnya, dalam program kerja yang disahkan pada rapat pleno itu, pihaknya tidak akan merumuskan konsep-konsep program kerja yang muluk. Namun yang akan bersifat implementatif dan segera. Karena banyak permasalahan yang terjadi di internal umat Hindu, khususnya di Kota Mataram dan di NTB pada umumnya.

Sementara itu, terkait digitalisasi, pengurus PHDI Kota Mataram akan meramahkan aktivitas sehari-shari melalui konsep digitalisasi yang sedang tren. “Baik itu dalam sosialisasi ke umat maupun khususnya ke organisasi kemasyarakatan yang bernafaskan Hindu,” ujarnya.

Ketua PHDI Provinsi NTB, Ida Made Santi Adnya, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pelantikan tidak hanya sekadar seremonial saja, tapi menunjukkan komitmen sebagai parisada untuk melayani umat. “Kita melayani mansuia, masyarakat, dan umat sama dengan kita melayani Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” katanya.

Ida Made Santi Adnya menyampaikan, tugas dan kewajiban PHDI Kota Mataram harus sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) PHDI. Menurutnya, dalam misi PHDI, antara lain meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membangun sumber daya manusia yang maju, unggul, mandiri berbudaya berdasarkan dharma, dan menumbuhkembangkan wawasan, solidaritas, dan keharmonisan intenal dan ekternal.

Menurutnya, saat ini revolusi industri 4.0, menuju 5.0. Artinya manusia sekarang bersaing menggunakan teknologi. Umat Hindu juga harus menyesuaikan diri. Kalau tidak menyesuaikan diri, maka akan ditinggal. “Dalam pelayanan harus bisa meningkatkan diri dengan terobosan teknologi, misalnya dalam sosialisasi, pemetaan data, interaksi dalam melaksakana program PHDI kita laksanakan dengan teknologi,” sarannya.

Ia juga menyampaikan, dalam melakukan kolaborasi, dalam konsep Hindu dikenal dengan tri hita karana. “Bagaimana kita menciptakan yang namanya ekosistem internal maupun eksternal. Tugas kita melaksanakan sinergisitas,” katanya.

Source: https://www.suarantb.com/