Pengurus PHDI Kabupaten Tanah Karo Dilantik


(Foto: Pelantikan Pengurus PHDI Kabupaten Tanah Karo, Medan, hadiri Sekretaris Bidang Keagamaan dan Spiritualitas Pengurus Harian PHDI Pusat Eko Priyanto, S.Ag (kiri), Sabtu 25 Agustus 2018)

Berastagi - Sebagai majelis tertinggi agama Hindu di Indonesia yang bersifat keagamaan serta in­dependen, dan merupakan organisasi ke­masya­rakatan yang berbentuk badan hukum per­kumpulan, Parisada Hindu Dharma Indo­nesia (PHDI) memiliki peranan cukup pen­ting sebagai penyumbang dalam pem­bangunan.

Perannya di tengah-tengah masyarakat juga telah banyak dira­sa­kan. Baik dalam mempertahankan kerukunan antarumat ber­agama di Indonesia maupun keutuhan NKRI. Hal itu dikatakan Wakil Bu­pati Ta­nah Karo Cory Sebayang pada acara pe­lantikan pengurus PHDI Tanah Karo pe­riode 2018-2023 dan pemberian marga Sem­­biring Brahmana kepada S. Siwaja Raja se­laku Ketua PHDI Sumut di Berastagi, Sabtu (25/8).

Adapun susunan pengurus PHDI Tanah Karo, Ketua Ngajarbana Sinuraya, Sekre­taris Asil Singarimbun, dan Bendahara Nir­wana br. Tarigan. Sebagai wadah ma­sya­rakat Hindu, Cory meminta kepada Pe­ngu­rus PHDI Tanah Karo yang baru dilantik agar bisa berperan aktif membantu ma­sya­rakat dan pembangunan di Tanah Karo.

Dia juga yakin pemerintah akan segera mem­bantu mengembangkan PHDI Tanah Karo agar menjadi lebih besar sesuai misi dan visinya melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan memper­luasnya hingga ke kecamatan-kecamatan.

Wakil Bupati Tanah Karo ini juga bangga S. Siwaji Raja mau menjadi warga Karo dengan marga Sembiring Brahmana. Marga ini merupakan salah satu marga terbesar. Diharapkannya masyarakat Karo juga mau menyambut baik kehadiran S. Siwaji Raja sebagai warga baru mereka. Apa­lagi masyarakat Karo ada yang ber­agama Hindu. Marga Sembiring Brahmana secara resmi diberikan kepada S. Siwaji Raja oleh bapak angkatnya Abadi Sem­bi­ring Brahmana dari Desa Limang, Ke­ca­matan Tiga Binanga, Tanah Karo.

Bangga
S. Siwaji Raja menyatakan sangat ber­terima kasih dan bangga kepada masyarakat Tanah Karo yang sudah mau menerima di­rinya sebagai warga mereka sekaligus anak angkat. Sekitar tahun 1985 lalu, ka­tanya, ada sekitar 10.000 warga Karo ber­agama Hindu. Jumlahnya sekarang jauh ber­kurang. Dengan terbentuknya PHDI Ta­nah Karo, ke depan agama Hindu akan terus berkembang. Untuk itu dia meminta kepada umat Hindu untuk bersatu dan tidak terpecah-belah. Sama-sama mengembang­kan ajaran agama Hindu.

Selaku perwakilan Pengurus PHDI Pu­sat, Sekretaris Bidang Keagamaan dan Spiritualitas Eko Priyanto, S.Ag, men­ya­takan sangat ter­haru melihat kemeriahan acara pelantikan dan pem­berian marga tersebut. Ini meru­pakan apresiasi anak bangsa sebagai ke­arifan lokal. Tradisi seperti ini harus di­per­tahankan dan dilestari­kan. Perbedaan tid­ak bo­leh lagi diributkan. Bila ada perbedaan kecil, itu biasa dan wajar. Bila ingin menjadi besar, perbedaan harus ditiadakan. Dia juga meminta agar tenaga penyuluh agama Hindu di Tanah Karo terus ditambah.

Selain pelantikan dan pemberian marga, acara ini juga dirangkai dengan doa bersama lintas etnis untuk para korban erupsi Gu­nung Sinabung dan gempa Lombok yang cu­kup banyak menelan korban jiwa dan harta benda. Doa dipimpin lima pendeta aga­ma Hindu dari etnis Tamil, Karo, Bali, Jawa, dan Shikh.

Source: http://harian.analisadaily.com