Pascasarjana Unhi Gelar Pengabdian Masyarakat di Pura Giri Mulyo Banyuwangi

Banyuwangi - Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar pengabdian masyarakat di kawasan Pura Giri Mulyo Raung, Desa Sugihwaras, Jatim pada 23-24 September 2016. Kegiatan ini juga dirangkai dengan yudisium lulusan Megister Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi ke-24 dan lulusan Magister Pendidikan Agama Hindu ke-13.

Kegiatan itu dihadiri Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika,Wakil Rektor I Prof. Dr. Ketut Suda, pimpinan Pascasarjana, dosen, pegawai dan para yudisiawan/yudisiawati. Dari Glenmore hadir Ketua PHDI Kecamatan Glenmore, PHDI Desa Sugihwaras dan umat Hindu se-Kecamatan Glenmore. "Pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk dharmawacana dan dharmatulas. Dalam kegiatan pengabdian itu kami memberikan informasi tentang persoalan-persoalan aktual tentang keumatan. Dari mereka kami gali persoalan-persoalan keumatan yang dihadapinya di sana," kara Direktur Program Pascasarjana Unhi Prof. Dr. Putu Gelgel, Senin (26/9) kemarin.

Dikatakannya, pengabdian masyarakat dilaksanakan di Pura Giri Mulyo Raung, Desa Sugihwaras, karena berkaitan dengan rangkaian acara tirtayatra ke Petirtaan Taman Sari dikompleks Candi Gumuk Kancil, disamping permintaan dari umat di sana yang membutuhkan siraman rohani. Sementara itu, pada yudisium Magister yang dihelat di salah satu hotel di Genteng Banyuwangi Prof. Gelgel dalam sambutannya menyampaikan yudisium kali ini adalah yang keempat kali dilakukan di luar Bali.

Sebanyak 47 Magister diyudisium. Dengan demikian lulusan Magister Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi, hingga kini tercatat sebanyak 1.233 orang. Sedangkan Magister Pendidikan Agama Hindu sebanyak 506 orang. Pihaknya menyampaikan selamat kepada yudisiawan/yudisiawati, karena telah menyelesaikan tugas belajarnya dengan baik sehingga dikukuhkan sebagai seorang Magister. Kelulusan ini merupakan bukti nyata dari kerja keras, ketekunan dan kesungguhan dalam menempuh studi di Pascasarjana Unhi.

"Untuk itu pula sudah seharusnya para lulusan merasa bangga sebagai alumni Pasca Unhi. Karena dengan rasa bangga akan menumbuhkan rasa percaya diri," ujarnya. Dikatakannya, meraih gelar Magister apalagi doktor, usaha yang tidak mudah. Melalui perjuangan yang sangat melelahkan. Membutuhkan keuletan, ketekunan, dan pengorbanan. Ada suatu hal yang patut diingat, bahwa semakin tinggi pendidikan haruslah semakin tinggi cinta kepada keluarga, termasuk cinta kasih pada orang lain.

Selama dua tahun para lulusan digembleng di kampus, tentu ada yang merasa apa diberikan kurang atau belum memuaskan atau belum memenuhi harapan. "Karena itu berilah kami masukan. Tapi apabila pelayanan yang diberikan memuaskan dan membahagiakan, tolong ceritakan kepada semua orang. Kesalahannya dilupakan dan kebaikannya jangan pernah dilupakan," ujarnya.

Lanjut Prof. Gelgel, mempelajari agama merupakan satu peningkatan budaya jiwa kita. Apakah kita merasakan bahwa pendidikan agama selain memberikan pengetahuan juga telah dapat menghaluskan jiwa, memuliakan jiwa? Jika tidak maka sesungguhnya pendidikan agama kita belumlah berhasil.

Source: Koran Bali Post, Selasa Kliwon, 27 September 2016