Panitia Nyepi DKI Jakarta Gelar Bhakti Sosial dan Penyuluhan Difteri


(Foto: Panitia Nyepi DKI Jakarta bersama Tim Kesehatan foto bersama usai melakukan pengobatan gratis dan penyerahan tali kasih kepada para pinandita dan sarati, 11 Februari 2018)

Jakarta - Panitia Nyepi Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan bhakti sosial dan kesehatan serta penyuluhan difteri dalam rangka perayaan hari raya Nyepi tahun baru saka 1940 di Gedung Dharma Sevanam, Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta 11 Februari 2018.

Ketua Panitia Nyepi Tahun Baru Saka 1940 Provinsi DKI Jakarta Letkol Laut (T) I Made Romiyasa, ST, MM mengatakan kegiatan baksos dan kesehatan di awali dengan yoga massal yang diikuti sekitar 200 orang peserta.

“Kegiatan ini di awali dengan yoga massal dari pukul 06.00 Wib sampai pukul 07.30 Wib. Setelah itu dilanjutkan dengan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta gerakan masyarakat hidup sehat (Germas),” ujarnya.

Made Romi menambahkan, Panitia Nyepi DKI Jakarta juga melakukan penyuluhan penyakit tidak menular serta vaksin difteri kepada siswa dan siswi Pasraman Pura Aditya Jaya Rawamangun yang diikuti kurang lebih sekitar 100 orang peserta. Penyuluhan difteri, kata Made Romi, merupakan kerjasama panitia dengan Puskesmas Kecamatan Pulo Gadung.

“Panitia juga melakukan test laboratorium kepada para pinandita lanang istri (suami-istri) untuk mengecek kesehatan beliau-beliau dan memberikan pengobatan gratis. Para sesepuh yang sudah lanjut usia juga kami berikan pengobatan gratis. Kemudian kami juga menyerahkan tali kasih kepada seluruh pinandita DKI Jakarta,” jelasnya.

Panitia Nyepi DKI Jakarta berharap dengan adaya kegiatan baksos ini dapat menyentuh masyarakat yang membutuhkan kesehatan. Selian itu, kata Made Romi, dengan kegiatan baksos mampu memberikan sumbangsih atau kontribusi kedepannya kepada masyarakat.

“Harapannya salah satu rangkaian kegiatan Nyepi ini dapat memberikan kontribusi kedepannya dan bisa dilaksanakan secara rutin. Terkait dengan kesehatan, sosialisasi kebersihan di dalam bermasyarakat dan sebagainya,” pungkasnya.

Baksos selanjutnya, kata Made Romi, akan dilaksanakan di Jakarta Utara tepatnya di Pura Dalem Purnajati Tangjung Puri, Cilincing, pada tanggal 18 Februari 2018. Sekitar ratusan umat akan dilibatkan dan kegiatan tesebut juga akan di awali dengan yoga massal.


(Foto: Para Pinandita dan sarati DKI Jakarta foto bersama usia penyuluhan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dan penyuluhan difteri di Wantilan Pura Aditya Jaya Rawamangun)

Menjaga Eksistensi
Selain menggandeng Puskemas Pulo Gadung, Panitia Nyepi DKI Jakarta juga bekerjasama dengan Yayasan Abdidharma Jagadhita, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DKI Jakarta, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Suka Duka Hindu Dharma (SDHD) DKI Jakarta, serta Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) DKI Jakarta.

“Kegiatan baksos ini tentunya untuk menjaga eksistensi keberadaan pura terhadap lingkungan dan umat disekitarnya. Begitu juga bagaimana memberikan pelayanan kepada para pinandita yang sudah ngayah melayani umat. Sekarang giliran kita yang melayani beliau,” ujar Koordinator Bidang Baksos dan Kesehatan DKI Jakarta dr. IBN Banjar.

Sementara itu, Wakil Ketua Baksos dan Kesehatan DKI Jakarta drg. Nyoman Suartanu menyebut bahwa bhakti sosial ini merupakan kegiatan monumental. Suartanu mengatakan, pengobatan gratis dan penyerahan tali kasih merupakan bentuk pelayanan kepada para pinandita dan sarati.

“Panitia sangat menyadari bagaimana peran pinandita serta sarati. Sehingga penyuluhan kesehatan dan penyerahan tali kasih kepada beliau sangat bagus sekali. Apalagi ada pemeriksaan laboratorium yang dapat mendeteksi dini penyakit yang ada pada beliau-beliau semua”.

“Itu menjadi momentum yang sangat luar biasa. Karena selama ini beliaulah yang melayani umat. Sekarang giliran umat yang melayani beliau,” lanjutnya.

Memasyarakatkan Yoga
Pelaksanaan yoga massal juga mendapat sambutan dari umat. Menurut Ketua Yoga Massal Ni Nyoman Rai Sumawati, SH., M.Kn, kegiatan yoga massal yang dilaksanakan berjalan lancar dan sukses. Terbukti sekitar 200 orang yang ikut terlibat.

“Astungkara yoga massal juga berjalan dengan sukses. Sekitar 200 orang peserta yang ikut baik dari kalangan anak-anak hingga orang tua. Semangat mereka dalam melakukan yoga luar biasa. Meski sempat diselingi dengan hujan tapi tetap berjalan,” ujarnya. Adapun instruktur yang memandu yoga adalah Bapak Ari Santosa berserta tim.


(Foto: Kegiatan yoga massal di jaba sisi Pura Aditya Jaya Rawamangun yang dipandu oleh Bapak Ari Santosa)

Oleh: admin