Panitia Nasional Nyepi dan Pimpinan Organisasi Hindu Audiensi dengan Presiden Jokowi


(Foto: kiri ke kanan - Ketua VI Panitia Nyepi Laksma TNI I Wayan Warka, Ketua Umum PSN Pusat JM I Wayan Rajin, Ketua Umum ICHI Tri Handoko Seto, Ketua Umum WHDI Pusat Rataya B. Kentjanawathy Suwisma, Ketua Umum Panitia Nyepi Wayan Samudra Gina Antara, Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Sabha Walaka Kolonel Inf (Purn) I Nengah Dana, Ketua Umum DPP Prajaniti Hindu Indonesia KS Arsana, Presidium PP KMHDI Pusat I Kadek Andre Manuaba, Sekretaris Umum Pengurus Harian PHDI Pusat I Ketut Parwata, Bendahara Umum Panitia Nyepi IDG Ngurah Utama, Sekretaris Umum Panitia Nyepi I Nyoman Widia, dan Ketua Umum DPN Peradah Indonesia I Gede Ariawan)

Jakarta - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Panitia Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1941 bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengoordinasikan ritual Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941. Ritual Hari Raya Nyepi akan digelar di Candi Prambanan, Yogyakarta.

"Kami datang untuk melapor pada bapak Presiden dalam rangka hari suci Nyepi yang jatuh pada 7 Maret. Kemudian besok tanggal 6 Maret ritualnya di Prambanan, kemudian," ujar Ketua PHDI Wisnu Bawa Tenaya usai menemui Jokowi di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Selain Jokowi, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin juga diagendakan hadir dalam ritual Nyepi ini. PHDI juga akan menggelar kegiatan Dhrma Santi pada April mendatang. Dharma Santi merupakan rangkaian dari kegiatan Nyepi yang bertujuan saling memaafkan untuk mencapai kedamaian.

"Dharma santi-nya kita akan lakukan di Bali, tinggal tanggal, waktunya nanti dari bapak Presiden, ancer-ancernya 5 April kami akan lakukan di Bali," kata Wisnu.

PHDI punya alasan tersendiri mengapa menggelar Dharma Santi di Bali. Mereka juga berharap Jokowi bisa hadir ke sana. "Dan untuk di Bali (acara Dharma Santi) kita berharap bapak Presiden hadir. Beberapa kali kita lakukan di Jakarta. Kenapa (tahun ini) kita lakukan di Bali, kita ingin bisa bertemu dengan saudara kita untuk jangan lupa kampung halaman," ungkap Wisnu.

"Dharma Santi ini jadi acara kita untuk silaturahmi, dalam rangka perayaan Nyepi, dengan kata lain saling asah, asih, asuh untuk membangun negeri ini jaya ke depan, damai negeri ku maju Indonesia ku," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Wisnu juga mengajak umat Hindu untuk menyambut gelaran pesta demokrasi yang akan digelar pertengahan April 2019 ini. PHDI berharap gelaran Pemilu 2019 berjala aman dan damai.

"Tentu menjaga tetap persatuan dan kesatuan bangsa kita, dengan keberagaman dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Jangan ada masalah, kita berharap pemilu ke depan damai tenang, aman, tentram, itu inti yang kami sampaikan kepada bapak Presiden sehingga kegiatan upacara hari suci Nyepi bisa berjalan dengan lancar dengan baik, demikian, imbuhnya.

Turut hadir mendampingi Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana, Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat Kolonel Inf (Purn) I Nengah Dana, Sekretaris Umum Pengurus Harian PHDI Pusat I Ketut Parwata, Ketua Umum Panitia Nyepi Wayan Samudra Gina Antara, Sekretaris Umum Panitia Nyepi I Nyoman Widia, Bendahara Umum Panitia Nyepi IDG Ngurah Utama, Ketua VI Panitia Nyepi Laksama TNI I Wayan Warka.

Selain itu, hadir juga pimpinan organisasi-organisasi Hindu tingkat nasional yaitu Ketua Umum DPP Prajaniti Hindu Indonesia KS Arsana, Ketua Umum DPN Peradah Indonesia I Gede Ariawan, Ketua Umum Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Rataya B. Kentjanawathy Suwisma, Presidium Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) I Kadek Andre Manuaba, Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) JM I Wayan Rajin, dan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) Tri Handoko Seto.

Oleh: admin
Source: detiknews.com