"Pancoran Solas" Diyakini Berikan Kesembuhan

Bangli - Lokasi malukat di Kabupaten Bangli tidak hanya di Tirta Sudamala yang berada di Lingkungan Sedit Kelurahan Bebalang. Namun, di Desa Taman-bali, tepatnya di Dusun Guliang Kangin terdapat sebelas buah pancuran {pancaran solas) yang diyakini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Bendesa Adat Guliang Kangin Ngakan Putu Suarsana, Selasa (4/8) kemarin, mengungkapkan pancoran ini terletak di sisi timur Desa Wisata Guliang Kangin, tepatnya berada di sekitar aliran Sungai Melangit, berbatasan dengan Pura Tirta Harum Satria Tamanbali, dan Bakas Levi Raft-ing Klungkung. Di lokasi tersebut terdapat dua lokasi pancoran, yakni bagian atas dan bawah.

Satu pancoran di atas, untuk keperluan upacara, sedangkan 10 pancoran di bawah, untuk malukat, membantu proses penyembuhan atau pembersihan secara spiritual. "Di pancoran ini banyak yang malukat. Itu diyakini bisa menyembuhkan sejumlah penyakit," jelasnya. Dijelaskan lagi, 10 pancoran melambangkan Dasa Aksara (Sa, Ba, Ta, A, I, Na, Ma, Si, Wa Ya), yang bersemayam di seluruh tubuh manusia, sehingga pembersihan terhadap Dasa Aksara akan membersihkan kekotoran di pikiran dan tubuh manusia.

Terkait kunjungan, sebut Suarsana tidak hanya datang dari Bangli saja. Namun juga berasal dari luar, seperti Denpasar. Hanya saja, untuk mencari lokasinya harus menempuh puluhan anak tangga dan berada di lembah bagian timur dusun. Lokasinya yang sedikit tersembunyi membuat pancoran ini belum dikenal banyak orang.

Di sebelah utara pancoran solas ini juga terdapat Pancoran Loteng yang diyakini oleh warga setempat mampu menyembuhkan penyakit gatal-gatal. Lanjut Suarsana, untuk pengembangan objek ini, pihaknya juga telah merencanakan adanya jalur track-ing yang nantinya akan tembus ke sejumlah objek wisata, salah satunya air terjun Kuning.

Demikian juga halnya dengan fasilitas, pihaknya juga sudah merencanakan untuk membuat kamar ganti dan tempat tunggu. "Kami sudah rencanakan untuk melakukan penataan pancoran itu, agar ke depannya mampu berkembang dan banyak ada pengunjung," tandasnya.

Sumber: Koran Bali Post, Rabu Umanis, 5 Agustus 2015