Paguyuban Majapahid DPD Banten akan Gelar Dharmasanti di Pura Kertajaya Tangerang


(Foto: Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Paguyuban Majapahid Provinsi Banten)

Jakarta - Paguyuban Manunggal Jawa Dwipa Hindu Dharma (Majapahid) DPD Provinsi Banten akan menggelar Dharmasanti di Wantilan Pura Kertajaya, Tangerang, Banteng pada Minggu (15/4) mendatang. Mereka mengundang perwakilan Majapahid se-Jabodetabek.

Acara ini pun menjadi ajang silatuhrami umat Hindu asal Jawa di Banten dengan umat Hindu dari daerah lainnya. "Karena selain Paguyuban Majapahid, hadir pula umat Hindu dari Bali yang tinggal di Banten seperti saya dan Ketua PHDI Provinsi Banten Ida Bagus Alit Wiratmaja," ujar Ketua Badan Penyiaran Hindu (BPH) Provinsi Banten Ketut Budiasa kepada NusaBali, Senin (9/4). Di Banten, kata Ketut Budiasa, ada 60 orang dari Paguyuban Majapahid.

Mereka tersebar di Serang, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, dan Tigaraksa. Saat ini kepengurusan Majapahid DPD Provinsi Banten periode 2017-2022 dipegang oleh Harjanto. Sementara penasehat ada Surono, Aris Wibowo, Ketut Suada, dan Putu Gita. Diperkirakan dalam Dharmasanti nanti bakal hadir 200 orang dari Jabodetabek.

"Wantilan Pura Kertajaya dipilih, karena di sana anggota Majapahid lebih banyak," papar Ketut Budiasa. Menariknya, lanjut Ketut Budiasa, di Dharmasanti Majapahid semua yang hadir menggunakan pakaian khas Jawa, termasuk dirinya bakal menggunakan aksesoris kostum Jawa semisal baju, kain, blankon, dan keris.

Bahasanya pun akan menggunakan bahasa Jawa. Bahkan mereka mendatangkan pendharmawacana dari Keraton Yogyakarta, Romo Pujo Broto Sejati. "Jadi benar-benar menonjolkan unsur budaya Jawa," kata Ketut Budiasa.

Dharmasanti Paguyuban Majapahid yang akan digelar ini pun menjadi yang pertama digelar di Provinsi Banten. Ketut Budiasa berharap, Dharmasanti tersebut berjalan lancar. Lantaran setelah menggelar Dharmasanti secara khusus, Paguyuban Majapahid akan menghadiri Dharmasanti se Provinsi Banten yang berlangsung pada Minggu (21/4) mendatang di Wantilan Pura Eka Wira Anantha, Serang.

Source: Koran Balipost, Jumat 13 April 2018