Orientasi dan Fasilitasi Pencegahan STUNTING


(Foto: para peserta kegiatan orientasi dan fasilitasi foto bersama dengan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Winu Bawa Tenaya)

Jakarta – Badan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menyelenggarakan Orientasi dan Fasilitasi Penggerakan Kelompok Masyarakat Binaan wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten, di Park Hotel Cawang, Jakarta Timur, 6 Oktober 2018.

Kegiatan Orientasi dan Fasilitasi Penggerakan Kelompok Masyarakat Binaan merupakan tindak lanjut program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) yang merupakan kerjasama antara Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2018. Pada tahun 2018 ini, Badan Kesehatan PHDI Pusat melaksanakan program pencegahan stunting dimulai dari remaja.

Peserta kegiatan ini melibatkan pasraman-pasraman se-DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten serta di dampingi pengempon Pura dan Banjar dengan sasaran utama generasi muda Hindu. Kegiatan Orientasi dan Fasilitasi dibagi ke dalam dua sesi yaitu diskusi panel dan focus group discussion (FGD) yang diikuti para pendidik sebaya (dharma yowana) dari pasraman.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa selayaknya semua umat Hindu menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dalam setiap kesempatan.  Wisnu mengatakan, menjaga kebersihan lingkungan Pura, bukanlah tugas perorangan saja tapi seluruh umat dapat terlibat secara aktif. 

“Saling asah-asih-asuh, saling mendukung agar tidak mudah terpecah belah.  Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, umat Hindu tersebar di berbagai daerah, bukan hanya di Bali saja, sehingga nilai-nilai luhur ajaran Hindu harus diterapkan sebagai pedoman hidup sehari-hari.  Dalam bernegara, dasar negara kita adalah Pancasila, sedangkan dalam perilaku sehari-hari pedoman hidup kita adalah Panca Sradha,” ujarnya.

Acara selanjutnya diskusi panel yang diisi tiga orang pemateri yaitu Direktur Promosi Kesehatan dan pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI dengan materi “Germas dan Pencegahan Stunting”. Pemateri kedua drg. Nyoman Suartanu, MAP dari Badan Kesehatan PHDI Pusat dengan materi “Potensi Permasalahan Kesehatan Umat Hindu” dan terakhir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dengan materi “Masalah Kesehatan Masyarakat DKI Jakarta dan Sekitarnya”

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak).  Ada banyak faktor yang mempengaruhi yaitu kurangnya asupan gizi dalam waktu lama (mulai sejak janin  sampai 1000 hari pertama kelahiran. Faktor lain yaitu terjadinya infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek dan hipertensi.  

Nyoman Suartanu dalam paparan materinya mengingatkan umat Hindu untuk melakukan pencegahan stunting dengan menerapkan gerakan masyarakat hidup sehat yang di mulai dari, pura ber-PHBS, pura tanpa asap rokok (PUTAR), pura santun lansia, pura ramah anak, serta pura aman, nyaman, dan bersahabat.

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan games yang dibawakan Ni Made Jendri, SKM, M.Si selaku Ketua Panitia. Games yang dimainkan berjudul “who be the last one standing”. Games ini benar-benar bikin keki para peserta. Satu persatu pertanyaan seputar pelaksanaan GERMAS di Pura diajukan dan para peserta yang ikut berguguran karena tidak mampu menjawabnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD).  Peserta dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok GERMAS dan kelompok Pasraman.  Kelompok Germas diisi dari unsur pengempon pura dan PHDI.  Untuk kelompok Pasraman diisi para pendidik sebaya (dharma yowana) dari masing-masing pasraman. 

Dharma Yowana merupakan sebutan untuk para pendidk sebaya remaja yang nantinya akan menjadi agen kesehatan, pelopor gerakan masyarakat hidup sehat dan menjadi penyuluh bagi rekan-rekan sebayanya.  Hal ini sejalan dengan semangat bangsa Indonesia yang memaksimalkan peran generasi muda dalam menularkan semangat positif dan kebaikan di tengah masyarakat.

Oleh: admin