Menkes Bilang Sehat itu Tidak Menusuk Hati


(Foto: Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, dan Ketua Umum WHDI Pusat Ir. Rataya B. Kentjanawathy Suwisma berpose salam Pancasila pada acara pembukaan Saka Yoga Festival di Wantilan Pura Aditya Jaya Rawamangun)

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila Moeloek menghadiri Saka Yoga Festival yang digelar di Pura Adhitya Jaya, Jakarta, Minggu (17/3). Dalam acara tersebut Menkes ingatkan peserta yang hadir agar berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Masyarakat agar menyadari tentang sehat, lakukan dengan hati dan hati-hati, tetapi tidak menusuk hati orang atau tidak sesuka hati,” kata Menkes Nila.

Menkes mengatakan bahwa sehat itu tidak menyakiti hati, artinya lakukan hidup sehat dengan kesadaran masing-masing. Mengubah perilaku menjadi hidup bersih dan sehat merupakan hal yang sangat penting sekali dan harus dimulai sejak kecil dengan membudayakan Germas.

PHBS dan Germas, kata Menkes adalah hal fundamental bagi kehidupan manusia. Jika dimulai dengan diri yang sehat tentu akan lebih bisa jernih untuk berpikir dan bisa berbuat lebih baik, misalnya anak-anak bisa bersekolah dan menjadi manusia produktif.

“Kita harus berkomitmen mau hidup sehat. Kesehatan sangat terkait dengan lingkungan dan perilaku. Kesehatan lingkungan tidak cukup hanya dengan tidak membuang sampah sembarangan tetapi diiringi perilaku sehat seperti aktivitas fisik, makan buah sayur, dan cek kesehatan,” kata Menkes.

Menkes ingatkan saat ini segala macam penyakit mudah menyerang manusia. Mulai dari penyakit yang dibawa oleh binatang seperti nyamuk yang menyebabkan DBD.

Masalah DBD bukan hanya soal nyamuk, tetapi perilaku manusia sangat mempengaruhi. Karena itu setiap orang diimbau menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, Menkes mengingatkan bahwa penyakit tidak menular dimulai dari hipertensi, penyakit kencing manis yang akhirnya menjadi sakit jantung, stroke, dan gagal ginjal, itu semua akan memberikan ongkos yang luar biasa mahalnya. Karena itu masyarakat harus mau melakukan cek kesehatan berkala di fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas.

Menkes mengharapkan PHBS dan Germas bisa diterapkan di seluruh Pura di Indonesia. Ketua Suka Duka Hindu Dharma Putu Maharta mengatakan pihaknya telah membuat Germas Center di Pura Adhitya Jaya. Ia berharap Germas Center itu menjadi embrio sehingga bisa diikuti oleh Pura lainnya.

“Pembinaan PHBS dilaksanakan secara desentralisasi yang tahun lalu kita lakukan di Cibubur, sekarang kita lakukan desentralisasi yang kita lakukan di sini di 27 Pura. Kami mengharapkan pura-pura kita yang ada di 27 lokasi sekitar DKI dan sekitarnya itu melaksanakan Germas dan PHBS,” ucap Putu Maharta.

Dengan diterapkannya PHBS di seluruh Pura itu, tambah Maharta, kita akan mengetahui sejauh mana pura-pura tersebut telah melaksanakan PHBS dan kemudian akan menjadi referensi untuk di kemudian hari melakukan perbaikan berkelanjutan, continue improvement.

Saka Yoga Festival tahun ini merupakan rangkaian dari Hari Nyepi tahun baru Saka 1941 yang digelar di 27 Pura di Jabodetabek . Sebelumnya telah dilakukan beberapa kali kegiatan bakti sosial, seperti donor darah, penyuluhan kesehatan, dan pengobatan gratis.

Kegiatan Saka Yoga Festival dilaksanakan desentralisasi secara serentak di 27 Pura se Jabodetabek. Selain itu, diadakan juga assesment Pura yang ber-PHBS dalam Germas.

Turut hadir Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Sekretaris Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Ir. I Ketut Parwata, Ketua Umum Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Pusat Ir. Rataya B. Kentjanawathy Suwisma beserta jajaran dan seluruh komponen umat Hindu.

Source:  http://sehatnegeriku.kemkes.go.id