"Melasti" dan "Mapepade" di Pura Goa Lawah

Semarapura - Pujawali dan pedudusan agung akan berlangsung di Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Dawan, Klungkung, Selasa (27/9) besok. Berbagai persiapan telah dilakukan panitia. Minggu (25/9) kemarin dilaksanakan upacara melasti ke pantai segara di depan Pura Goa Lawah diikuti ratusan warga dilanjutkan mapepade di-puput Ida Pedanda Gede Keniten dari Griya Jumpung Anyar, Dawan Klod.

Putu Juliadi, salah seorang prajuru Pura Goa Lawah, menyatakan rangkaian upacara padudusan dilakukan sejak 21 September lalu dengan upacara negtegang dan nyujukang tetaring. Setelah itu dilaksankan upacara nuur tirta di Pura Sad Kahyangan dan Dang Kahyangan di Bali. Upacara mapepade menggunakan wewalungan satu ekor kerbau, kambing hitam, anjing blangbungkem, penyu dan angsa.

Puncak Pujawali nanti akan dipuput dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Gde Keniten dari Griya Jumpung Anyar, Dawan Kelod, dan Ida Pedanda Gede Putra Kawan dari Griya Budha Keling, Karangasem. Usai puncak karya, Ida Bhatara akan nyejer selama tujuh hari dan terakhir masineb dilaksanakan 4 Oktober.

Saat bersamaan juga berlangsung piodalan di Pura Puncak Sari yang letaknya tepat di Utara bagian atas Pura Goa Lawah. Piodalan di Pura Puncak Sari dipuput Ida Pedanda Gede dari Griya Satria Kanginan.

Saat puncak karya, panitia melarang wisatawan masuk sampai ke jeroan. Larangan ini berlaku sampai upacara masineb. Wisatawan hanya diperbolehkan menyaksikan proses upacara dari jaba pura. Untuk mengatisipasi membludaknya umat melakukan persembahyangan, pihak panitia berencana melakukan buka tutup menggunakan sistem kartu."Pnitia menyiapkan kartu berbeda untuk bisa masuk. Satu kartu kami sediakan untuk kapasitas 500 orang," kata Juliadi.

Source: Bali Post Senin Wage, 26 September 2016