Lokasabha VIII PHDI Provinsi Lampung


(Foto: Ketua Bidang Organisasi PHDI Pusat, I Wayan Suyasa menyerahkan Plakat Penghargaan kepada Ketua Pengurus Harian PHDI Provinsi Lampung I Nengah Maharta)

Lampung - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung menggelar Lokasabha VIII, di Hotel Sahid, Bandar Lampung, Jumat (19/5/2017) malam. Lokasabha merupakan musyawarah daerah yang dihelat sekali dalam lima tahun.

Lokasabha VIII PHDI Provinsi Lampung dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 19-20 Mei 2017 dengan mengusung tema "Tingkatan Sumber Daya Manusia Hindu untuk Mewujudkan umat yang Cerdas Secara Intelektual, Emosional, dan Spiritual Menuju Lampung Maju dan Sejahtera"

Musyawarah Daerah ini dibuka Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sutono mewakili Gubernur Lampung M Ridho. Saat membacakan sambutan Gubernur, Sutono mengatakan, tema dalam Lokasabha tersebut sesungguhnya sejalan dengan program dan keinginan Gubernur Lampung.

Lebih lanjut, Sutono mengatakan, PHDI Lampung telah memberikan kontribusi besar terhadap Pemerintah Provinsi Lampung. "Ini peran nyata PHDI Lampug, kita paham umat Hindu di Lampung banyak. Mudah-mudahan dapat membantu pemerintah mendukung program pembangunan, mari bersama-sama membangun Lampung," ujar Sutono.

Dipilih Aklamasi
Peserta Lokasabha VIII PHDI Provinsi Lampung, secara aklamasi memilih I Ketut Pasek sebagai Ketua Pengurus Harian masa bakti 2017-2022. Ketut yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris menggantikan Nengah Maharta, yang dua periode memimpin PHDI dan umat Hindu Lampung.

Nama Ketut Pasek, sebelum Lokasabha berlangsung, memang santer dicalonkan sebagai ketua. Sekertaris Umum PHDI Pusat, I Ketut Parwata, saat memberikan sambutan  secara tersirat mengatakan Ketut Pasek bakal terpilih.

"Saya mengikuti dinamika yang terjadi di Lampung, dalam beberapa hari ini calon ketua mengerucut. Mudah-mudahan betul-betul mengerucut, bukan jajaran genjang," kata Ketut Parwata, yang disambut tepuk tangan peserta.

Sementara itu, Ketut Pasek mengatakan dirinya segera menggelar konsolidasi organisasi, terutama memperkuat kepengurusan PHDI di Kabupaten dan Kota se-Lampung. "Targetnya tentu bagaimana meningkatan sumber daya manusia umat Hindu untuk mendukung pembangunan Lampung," kata Ketut Pasek.

Lokasabha VIII PHDI Provinsi Lampung menghasilkan sejumlah rekomendasi kegiatan. Salah satunya, mendirikan sekolah berbasis agama bagi hampir 1 juta umat Hindu di Lampung. Payung hukum untuk itu, telah ada dan tinggal implementasi. Targetnya di kepengurusan masa bakti 2017-2022 berdiri sekolah dasar Hindu (adi widya Pastaman), SMP (madyama widya Paraman), SMA (utama widya Pasraman), dan taman kanak-kanak (pratama widya Pasraman).

Lokasabha VIII PHDI Provinsi Lampung dihadiri Pengurus PHDI seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, umat Hindu, serta mahasiswa/i Perguruan Tinggi maupun Universitas di Lampung.

Source: lampungpro.com dan lampost.co