Kominfo Gandeng Walubi, PHDI, dan Maktakin Untuk Perangi Ujaran Kebencian

Semarang - Gencarnya arus berita hoaks melalui media sosial yang memecah belah kerukunan umat beragama dan kesukuan di Indonesia membuat Kementerian Komunikasi turun ke daerah-daerah.

Mereka menggelar forum diskusi publik kebudayaan. Minggu (14/4/2019) giliran Kota Semarang yang menjadi tuan rumah. Berlokasi di Aston Inn Pandanaran, Kominfo mengajak serta Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia), PHDI (Parisadha Hindu Dharma Indonesia) dan Matakin (Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia) Jateng.

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informasi, Wiryanta memaparkan sebelumnya kegiatan serupa sudah digelar di Bali, Surabaya, hingga Solo.

"Hoaks itu sebenarnya sudah lama adanya. Hanya saja saat ini di era teknologi informasi yang semakin maju persebarannya semakin masif. Nah ini yang ingin kami cegah, setidaknya agar mereka yang minoritas tahu bagaimana menanggapinya," ucap Wiryanta.

Ia menegaskan, melalui kegiatan ini ia bukan terus meninggalkan organisasi keagamaan mayoritas. Ia menyebut bersama MUI, PGI dan KWI sudah melaksanakan kegiatan serupa di level nasional.

"Yang tingkat daerah-daerah lokal ini untuk perkuatan saja. Tujuannya tentu agar membangun manusia Indonesia yang berbudipekerti baik. Karena negara kita ini terdiri dari berbagai elemen suku, dan agama, sekecil apapun, mereka terlibat," terangnya.

Dengan kegiatan seperti ini ia berharap pesertanya bisa mendaparkan aktualisasi bagaimana merawat keragaman kebangsaan.

"Dinamika pasang-surut keberagaman bisa dilihat sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Melalui FB, WA Instagram semua orang bisa jadi penyebar berita. Kegiatan ini akan membekali saudara dari organisasi keagamaan yang kami sebut tadi untuk bermedia sosial dengan bijak," pungkasnya.

Source: http://jateng.tribunnews.com