Ketum Prajaniti Hindu Terpilih Berjanji Turun ke Bawah Melayani Masyarakat


(Foto: Ketua Umum Prajaniti Hindu Indonesia KS Arsana, S.Psi (kakan) bersama Advisor Global Hindu Foundation (GHF), Dato Pardip Kumar Kukreja menandatangani MoU atau kerjasama dalam bidang ekonomi dan pendidikan)

Jakarta - Prajaniti Hindu Indonesia dan Ikatan Cendikiawan Hindu Indonesia (ICHI) menyelenggarakan Mahasabha III dan Mahasabha II yang berlangsung selama dua hari, yaitu 27-28 Oktober 2018, di Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah. Salah satu agenda utama adalah pemilihan Ketua Umum baru untuk masa bhakti 2018-2023.

Proses pemilihan Ketua Umum Prajaniti Hindu Indonesia tidak begitu alot namun nampaknya para peserta sidang pleno begitu melelahkan. Proses pemilihan pun berlangsung secara demokratis, dan berhasil memutuskan sosok KS Arsana, S.Psi sebagai Ketua Umum baru untuk masa bhakti 2018 - 2023 yang dipilih secara aklamasi.

Sebagai Ketua Umum Prajaniti Hindu Indonesi terpilih, KS Arsana mengatakan, jajaran kepengurusan Prajaniti Hindu Indonesia masa bhakti periode 2018 - 2023 akan ditempatkan sebagai tim kerja yang benar-benar solid dan kuat. "Program prioritas selaku pengurus baru. Pertama adalah konsolidasi sesama pengurus agar tim kerja ini benar-benar kuat dan harus mempunyai visi-missi yang sama yakni selaku pelayan ummat," ucapnya.

Selain itu, kata Arsana, kegiatan riil yang akan laksanakan adalah upaya membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat khususnya umat Hindu dalam rangka meningkatkan perekonomiannya, karena ekonomi merupakan pondasi membangun bangsa termasuk membangun daerah.

"Program berikutnya di bidang pendidikan, masyarakat membutuhkan pendidikan yang memadai, agar generasi muda kita bisa menguasai ilmu pengetahuan di berbagai bidang sehingga generasi muda di samping memiliki pengetahuan juga memiliki karakter yang baik, dengan demikian nantinya para generasi muda kita mampu berkontribusi kepada bangsa dan negara tercinta ini," tegas putra kelahiran Lampung itu.

"Tugas kami selaku ketua adalah pelayan masyarakat, kami bersama tim pengurus lainnya akan turun ke bawah untuk melayani umat, memberi dorongan dan bimbingan kepada masyarakat, mendengar keluhan masyarakat, bahkan memberi bantuan modal usaha agar ekonomi umat bisa bangkit dan maju," imbuhnya. 

Arsana mengatakan, Prajaniti merupakan wadah organisasi yang bersifat independen, tidak berapiliasi atau berada di bawah partai apapun, namun dirinya sebagai pucuk pimpinan mengajak kader di seluruh Indonesia untuk memilih pemimpin bangsa yang memiliki track record yang baik, bekerja melayani rakyat, menjaga persatuan bangsa, inspiratif, memberi semangat optimisme, dan yang paling pokok adalah menjaga NKRI di bawah naungan falsafah negara bangsa yaitu Pancasilai dan UUD 1945.

Arsana juga mengajak seluruh umat Hindu di Indonesia khususnya kader-kader Prajaniti agar berani berpolitik, jangan malu-malu atau malah takut berpolitik. "Umat Hindu jangan mengidap politicophobia, ketakutan tak rasional pada politik. Berpolitiklah yang dilandasi spiritualitas Dharma. Berpolitik adalah keberpihakan pada Kesejahteraan, berpolitik adalah keberpihakan pada Dharma/Kebenaran, berpolitik adalah keberpihakan dalam membangun karakter bangsa, berpolitik adalah keberanian memperjuangkan hak-hak sebagai warga negara," ujarnya.

Arsana menambahkan, Hindu mengajarkan Tri Kayaparisuda, yaitu berpikir, berkata, dan berbuat yang baik dan benar. Ajaran ini mendidik setiap umat Hindu untuk memiliki integritas diri. "Berpolitiklah dengan dilandasi integritas, jujur menyuarakan kebaikan untuk kesejahteraan bersama," tegas Arsana meyakinkan.

Sementera itu, dalam Mahasabha II ICHI, Tri Handoko Seto dipercaya kembali untuk menahkodai organisasi cendikiawan Hindu selama lima tahun ke depan.

Dalam kesempatan itu dilakukan penandatanganan MoU atau kerjasama dalam bidang ekonomi dan pendidikan antara Ketua Umum Prajaniti Hindu Indonesia KS Arsana, S.Psi dengan Advisor Global Hindu Foundation (GHF), Dato Pardip Kumar Kukreja. Kerjasama tersebut berupa pinjaman modal usaha untuk koperasi Hindu di Indonesia dan beasiswa bagi pelajar Hindu yang akan dimulai pada tahun 2019.

Source: http://mediakota.com