Kepala Patung Khmer Akhirnya Pulang ke Kamboja

 

 


(foto: kompas.com, Kepala patung Harihara disatukan kembali dengan tubuh patung oleh pegawai museum dalam sebuah upacara di Museum Nasional Kamboja di Phnom Penh, Kamis (21/1). Patung dari masa sebelum Angkor ini menggambarkan Harihara, simbol perpaduan dewa Wisnu dan Siwa dalam kepercayaan Hindu)

Phnom Penh - Setelah lebih dari 125 tahun berada di Perancis, kepala patung dari masaKhmer akhirnya "pulang" ke Kamboja. Melalui proses diplomasi yang panjang, jajaran kementerian di Kamboja berhasil membujuk Kementerian Kebudayaan Perancis untuk mengembalikan kepala patung tersebut.

Pertemuan tubuh dengan kepala patung Harihara diresmikan pada pekan lalu di Museum Nasional Pnom Penh, Kamis (21/1). "Kedua potongan itu sangat pas," kata Chea Socheat, Direktur Pelaksana Konservasi di museum yang menyatukan kedua potongan yang sudah terpisah di dua negara selama ratusan tahun itu.

Kepala patung dari masa Khmer itu ditemukan pada tahun 1880 oleh Etienne Aymonier yang meneliti di gunung Phnom Da di Provinsi Takeo. Patung dari masa sebelum Angkor ini menggambarkan Harihara, simbol perpaduan dewa Wisnu dan Siwa dalam kepercayaan Hindu.

Pada saat penggalan kepala patung ditemukan, Kamboja masih berada dibawah koloni Perancis. "Kepala patung tersebut merupakan satu dari sekian banyak artefak yang dikirim ke Perancis, atas izin raja Norodom, penguasa saat itu. Pengiriman artefak bertujuan untuk menunjukkan pentingnya seni Khmer ke dunia," kata Pierre Baptiste, kurator koleksi Asia Tenggara di Musee (museum) Guimet Perancis seperti ditulis The Daily Cambodia.

Sejak dikirimkan ke Perancis pada tahun 1889, kepala patung tersebut dipamerkan di museum Guimet.

Ditemukan belakangan

Tubuh patung itu baru ditemukan dalam bentuk potongan-potongan pada 1990-an, saat para ahli mengekskavasi Pnomh Da. Potongan tubuh itu disatukan di Museum Nasional Kamboja tanpa mengetahui bahwa kepala patung itu ada di Perancis. Setelah keberadaan kepala patung diketahui, pemerintah Kamboja mulai melakukan berbagai langkah diplomasi untuk meminta kepala patung tersebut dikembalikan.

Sebelumnya, para ahli di Pnom Penh membuat cetakan potongan bagian atas patung tersebut, kemudian membawanya ke Perancis. Setelah dikonfirmasi bahwa potongan itu pas, proses diplomasi pun dilakukan. Pihak Musee Guimet setuju menyerahkan kepala patung Harihara ke Museum Nasional Kamboja. Sebaliknya, pihak Kamboja setuju memberikan alas (lapik) untuk patung Kamboja lain dari abad 10 yang ada di museum Perancis tersebut.

Patung Harihara akan menghuni Museum Nasional Kamboja. Direktur museum, Kong Vireak, mengatakan, proses penyatuan Harihara butuh waktu lebih dari 10 tahun.

Sumber : kompas.com