Jokowi Minta PHDI Jaga Kemajemukan NKRI

Jakarta - Pagi ini, Presiden Joko Widodo menerima perwakilan organisasi keagamaan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Ada sekitar 10 orang yang diterima Jokowi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Usai diterima Jokowi, Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba, menyampaikan, kedatangan PHDI ini untuk menyampaikan bahwa mereka telah melaksanakan muktamar bernama Mahasabha ke-XI. Mahasabha merupakan nama lain dari kongres yang juga merupakan forum tertinggi PHDI untuk memilih Ketua Umum. Selain itu menetapkan garis- garis besar haluan program kerja organisasi dan menetapkan anggaran rumah tangga diselenggarakan tiap 5 tahun sekali.

"Di samping itu kami mendukung segala kebijaksanaan pemerintah. Karena dalam kitab suci kami yaitu Catur Guru, yang di antara salah satu Guru Wisesa itu pemerintah. Demi kesejahteraan umat kami, rakyat di seluruh Indonesia, keamanan, dan menyangkut persatuan dan kesatuan NKRI dalam kebhinekaan," kata Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/8).

"Kami sangat acungi jempol, apresiasi, bahwa kami sangat-sangat mendukung. Sebab dalam ajaran Hindhu disebutkan Vasudhaiva Kutumbakam bahwa kita semuanya bersaudara. Saya inginkan, saya usulkan tadi marilah kita bersatu dari bermacam-macam agama, dengan doa kesatuan," lanjut dia.

Bersama lintas agama, ditambahkan Ida Pedanda, PHDI berdoa demi keajegan, kelanggengan, kejayaan, persatuan, dan kesatuan NKRI bangsa Indonesia. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa PHDI berusaha untuk mencerdaskan umat.

"Kami memberikan suatu informasi yang wajar dan layak bahwa NKRI ini milik kita bersama mari kita dukung bersama. Bukan sampai di situ saja, SDM kami melalui lembaga-lembaga Parisada untuk menjauhi narkoba, menjauhi kekerasan, menjauhi perpecahan," ucap Ida Pedanda.

Ida Pedanda menjelaskan respon Jokowi positif terhadap kedatangan PHDI ini. Jokowi juga memberikan arahan kepada PHDI. "Arahan Presiden untuk kami memberikan pencerahan kepada umat dari tingkat desa sampai pusat. Bahwa kedamaian, persatuan, dan kesatuan sangat penting sekali dengan menjaga keajegan NKRI untuk bersama," imbuhnya.

Menurut Ida Pedanda, pada pertemuan itu, Jokowi tidak menyinggung Perppu Ormas. Ida Pedanda pun tidak menanyakan perkembangan Perppu itu kepada Jokowi. "Enggak ada, saya enggak ngerti. Saya bidang rohani saja. Saya pikiran seorang pendeta saya berbicara tentang agama, yang lain tidak," tutur Ida Pedanda.

Source: kumparan.com, merdeka.com, balipost.com