Hidup Sehat Ciptakan Kompetensi Generasi Muda Berdaya Saing


(Foto: peserta kegiatan orientasi dan fasilitasi germas penggerakan kelompok masyarakat binaan wilayah Provinsi Bali)

Denpasar - Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) terus digalakkan di Masyarakat. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sebagai salah satu ormas yang ikut dalam MoU atau kerja sama dengan Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI sejak tahun 2011, turut bertanggung jawab terhadap Program Germas dan keluarga sehat tersebut. Program Germas dilakukan melalui peningkatan upaya-upaya kesehatan baik upaya preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif.

Mengawali kerja sama, PHDI menggarap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pura dan Pasraman (sekolah Hindu). Gerakan ini dimulai dengan empat fokus kegiatan, yaitu meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, serta tidak merokok, dan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). "Tiga perilaku tersebut mempunyai peranan sangat penting dalam mempengaruhi dan memicu terjadinya penyakit tidak menular, seperti hipertensi, kanker, stroke, diabetes militus, masalah kesehatan jiwa dan lainnya," ujar Ni Made Jendri, SKM., M.Si selaku Ketua Panitia Orientasi dan Fasilitasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Minggu (4/11) kemarin.

Jendri menambahkan, peningkatan PHBS juga bertujuan menurunkan penyakit menular seperti diare, demam berdarah dengue, tifus, HIV, dan lainnya yang disebabkan  masih buruknya pengelolaan sampah, rendahnya perilaku memberantas jentik, buruknya sarana air bersih, kurangnya kebiasaan mencuci tangan dan kurang higenisnya pengolahan makanan. Bahkan PHDI juga sudah menggelar lomba PHBS di Pura sebanyak 26 Pura yang berada di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten pada tahun 2018 ini.

"PHBS sangat penting diterapkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Merupakan tanggung jawab kita semua, apalagi kita sudah berani terjun menjadi pengurus, pengayah atau relawan lembaga keumatan," ujarnya.

Pada tahun 2018, kata Jendri, PHDI Pusat melaksanakan kegiatan Germas dan pencegahan stunting di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Bali. Khususnya di Bali, kegiatan Germas 2018 dilakukan melalui orientasi dan fasilitasi Gerakan Masyarakat Hidu Sehat (Germas) yang melibatkan peserta dari PHDI Bali, WHDI Bali, MUDP, MMDP, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dan elemen masyarakat di Bali. Kegiatan yang dilangsungkan di Denpasar selama dua hari, yaitu 3-4 November 2018, meliputi peningkatan perilaku aktivitas fisik dengan yoga, peningkatan perilaku tidak merokok berupa Program Pura Tanpa Asap Rokok (PUTAR) dengan monitoring oleh Pecalang Rokok dan pengembangan kegiatan deteksi dini penyakit melalui Posbindu PTM di Pura atau balai banjar/desa dan atau pengembangan Pokesra.

"Dengan ilmu dan pengetahuan yang didapat dalam orientasi ini, semoga pengetahun, kemauan, dan kemampuan dalam pembinaan umat di wilayah Bali meningkat," harapnya.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, orientasi dan fasilitasi program Germas adalah suatu langkah untuk menciptakan masyarajat yang hidup dan sehat secara jasmani dan rohani, khususnya generasi muda. Sebab, dengan hidup yang sehat, maka generasi muda akan mampu berpikir kritis dalam menghadapi persaingan global. Sehingga di bawah kaki tangan para generasi muda bangsa ini akan lebih maju dan disegani oleh bangsa lainnya. Di samping juga harus mempunyai etika moral yang sopan dan santun.

"Generasi muda yang sehatlah yang akan mampu membawa arah pembangunan bangsa ini ke arah yang lebih maju, berdaya saing dengan kompetensi yang dimiliki," tegasnya.

Source: Koran Bali Post, Senin 5 November 2018.