Guru Agama Hindu Berstatus PNS di Sulawesi Tenggara Mencapai 80 Orang


(Foto: ilustrasi guru)

Kendari - Di Sulawesi Tenggara, jumlah Guru Agama Hindu yang berstatus PNS kurang lebih mencapai 80 an orang, dan kemungkinan 60 an orang, bahkan lebih masih berstatus guru honorer, yang tersebar di beberapa Kab./Kota yang ada di Sultra. Guru yang berstatus PNS sebagian besar diangkat oleh Pemda, karena sejak tahun 2004, Kemenag tidak lagi mengangkat guru agama Hindu, dan diserahkan ke Pemda dengan alasan Kemenag tidak memiliki sekolah Hindu di bawah naungan Kemenag.

Hasil Lokhasabha V PHDI Sultra Tahun 2016, pada Bidang Pendidikan, Sosial Budaya Kemanusiaan adalah "Secara intensif dan berkelanjutan, baik secara lisan maupun tertulis membangun komunikasi dengan Pemerintah Daerah, untuk pengusulan formasi guru agama Hindu di masing- masing Kab./Kota".

Berdasarkan hal tersebut Phdi Provinsi Sulawesi Tenggara pada periode 2016-2021, akan berupaya melakukan komunikasi dengan Pemda Kab./Kota, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bapak Ketut Puspaadnyana, pada kepengurusan sebelumnya, yang begitu serius tiap kesempatan untuk meminta formasi guru Agama Hindu kepada Pemda baik secara lisan maupun tertulis, dan itu juga akan kami lakukan. Apalagi sekarang kewenangan pada SMA & SMK ada dalam naungan Pemerintah Provinsi.

PJB Bupati Kab. Muna Barat, dalam kunjungan kerja yang pernah kami lakukan pada 7 April 2016, dihadapan seluruh umat Hindu di Kab. Muna Barat, telah menjanjikan dan akan memasukan usulan formasi Guru Agama Hindu dalam penerimaan CPNSD, Guru Agama Hindu, dan berharap hal dapat tersebut dapat terwujud.

Kami juga menghimbau dan mengharapkan para pengurus PHDI Kab./Kota se Sultra, untuk selalu melakukan pendekatan dan berkomunikasi dengan Pemda, untuk tidak pernah bosan meminta diberikan formasi Guru Agama Hindu, sehingga secara bertahap sekolah sekolah yang ada siswa Hindunya, dapat mendapatkan pendidikan Agama Hindu lebih maksimal, sama seperti siswa beragama lainnya.

Source: Home Page Facebook PHDI Sulawesi Tenggara