Gubernur Sulsel Terima Audiensi Panitia Pesamuhan Agung PHDI Tahun 2018


(Foto: Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah menerima audiensi Panitia Pesamuhan Agung PHDI Tahun 2018, di Kantor Gubernur, Selasa (6/11) pagi)

Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah berkeinginan menjadikan Sulsel sebagai miniatur toleransi dalam kehidupan yang beragam. Sehingga secara perlahan, merubah stigma bahwa Sulsel merupakan daerah yang aman dan tentram. Hal tersebut disampaikan gubernur saat menerima tokoh agama Hindu yang juga Panitia Lokal Pesamuan Agung atau Rapat Kerja Nasional Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tahun 2018, Pengurus Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Provinsi Sulsel, Peradah Kota Makassar dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Sulsel di Kantor Gubernur, Selasa (6/11) pagi. Juga hadir pada kesempatan itu, Pembimas Hindu Kementerian Agama RI Kantor Wilayah Sulawesi Selatan, Simon Kendek Paranta.

Para tokoh Hindu yang diterima gubernur diantaranya, Nyoman Suartha (Paruman Walaka), Gede Durahman (PHDI), Nyoman Darmayasa (LPDG), Ketut Mundra, Komang Rinten (BPH), Kade Wijaya (DPP Peradah Indonesia Sulsel), Candra Guna Laksana (Peradah Kota Makassar) dan Oky (KMHDI Sulsel).

Dikatakan gubernur, saat ini pihaknya merancang pembangunan taman di kawasan Central Point Of Indonesia (CPI), yang mana di dalamnya juga dibangun rumah ibadah berbagai agama. Termasuk rumah ibadah untuk Umat Hindu. Di samping itu, taman tersebut juga dibangun untuk kepentingan berbagai aktifitas masyarakat.

Menurut gubernur yang dilantik Presiden RI beberapa bulan lalu, proyek taman yang dikerjakan di CPI, seluas 2,5 hektare dengan sumber dana pembangunan dari dana Coorporate Social Responsibility (CSR) BPJS Ketenagaankerjaan. Taman yang diharapkan bisa diresmikan Maret 2019, diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 13 miliar.

“Semuanya merupakan dana CSR BPJS Ketenagakerjaan. Proyek itu ditangani langsung pemilik CSR, kami (Pemerintah) hanya menerima sudah berupa barang,” ujar mantan Bupati Bantaeng.

Selain kehidupan yang harmonis, banyak hal juga sedang diupayakan di Sulsel, diantaranya pembangunan infrastruktur. “Kehidupan masyarakatnya harmonis, aman, infrakstruktur bagus, otomatis investor akan datang ke Sulawesi Selatan untuk berinvestasi. Karena Sulsel memiliki banyak potensi investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Sulsel secara keseluruhan,”  tambah gubernur dengan sebutan Prof. Andalan.

Sementara itu, kedatangan para tokoh Hindu beraudiensi dengan gubernur, bertujuan menyampaikan beberapa hal. Diantaranya terkait Pesamuan Agung (Rakernas) PHDI yang digelar di Makassar, Sulsel, Jumat-Minggu, 23-25 November 2018 mendatang.

“Kami sangat berharap, bapak gubernur bisa menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan Pesamuan Agung (Rakernas) yang berlangsung di Hotel Aston,” ujar Nyoman Suartha seraya menyebutkan, kegiatan tersebut akan dihadiri ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

Menurut Nyoman Suartha, saat pembukaan Pesamuhan Agung, selain dihadiri pimpinan PHDI dan tokoh-tokoh umat Hindu seluruh Indonesia juga mengundang hadir pimpinan dan tokoh-tokoh agama setempat.

Ketua DPP Peradah Indonesia Sulsel, Kade Wijaya meminta dukungan gubernur terkait rencana kegiatan Pendidikan Kepemimpinan Nasional (Pakemnas) yang rencananya digelar di Sulsel pada 2020. Bagaimanapun, kegiatan yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah/provinsi di Indonesia, secara tidak langsung turut serta dalam mempromosikan kondisi riil Sulsel secara keseluruhan.

Gubernur sendiri menyatakan kesiapan untuk hadir sekaligus membuka Pesamuan Agung PHDI 2018 dan mendukung sepenuhnya rencana Pakemnas Peradah Indonesia 2020.

Source: http://bisnissulawesi.com