Forum Dialog dan Literasi Media di Kota Samarinda


(Foto bersama peserta Kegiatan Forum Dialog dan Literasi Media "Taat Agama, Bergaul Harmonis, Sopan Berkomunikasi" di Kota Samarinda, Rabu, 18 Oktober 2017)

Samarinda - Dalam rangka penguatan pembangunan karakter bangsa, khususnya pada generasi muda, melalui penanaman nilai-nilai kebhinekaan, keagamaan serta peningkatan literasi media, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik bekerja sama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menyelenggarakan kegiatan Forum Dialog dan Literasi Media di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu 18 Oktober 2017.

Kegiatan Forum Dialog dan Literasi Media dengan tema "Taat Agama, Bergaul Harmonis, Sopan Berkomunikasi" dihadiri ratusan pemuda-pemudi Kota Samarinda. Ada tiga narasumber yang mengisi kegiatan. Pertama Staf Ahli Kominfo Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si; Kedua Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik PHDI Pusat KS Arsana, S.Psi; dan Ketiga Dosen Polnes I Wayan Sudarmayasa, S.Ag, SST. Par., M.Par. Bertindak selaku moderator Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM PHDI Pusat, Made Awanita, S.Ag., M.Pd.

Pemateri pertama Staf Ahli Kominfo Gun Gun Siswandi dalam paparan materinya menyampaikan bahwa sebagai pengguna sosial harus arif, bijak, dan bertanggung jawab. Gun Gun mengatakan media sosial seperti sebuah pisau yang memiliki dua isi yaitu sisi positif dan negatif. "Media sosial itu laksana pisau bermata dua, ada positif dan negatifnya. Isilah penggunaan media sosial dengan sesuatu yang positif," ujarnya.

Gun Gun menjelaskan media sosial dari sisi positifnya dapat mengarahkan pada hal-hal yang bersifat kemajuan, yaitu produk-produk, branding, memobilisasi publik, gerakan-gerakan sosial, dan lain-lain. "Sementara dari sisi negatifnya dapat menjadi alat penebar kebencian, hoax, isu negatif yang menyesatkan, dan provokasi," jelasnya.

Gun Gun menyarankan kepada masyarakat sebagai pengguna media sosial agar melakukan filtrasi terhadap informasi terlebih dahulu sebelum memposting dan menyebarkannya. "Segala sesuatu yang diposting hendaknya saring dulu sebelum dishare," tutupnya.

Sementara itu Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik PHDI Pusat KS Arsana, S.Psi dalam paparannya menyampaikan bahwa pikiran manusia bisa menjadi sahabat terbaik dan bahkan menjadi musuh terjahat.

"Kekuatan pikiran itu adalah sungguh luar biasa. Berpikir negatif meracuni diri kita. Beripikir positif dapat menguatkan diri kita secara lahir bathin, jasmani rohani, dunia, dan akhirat. Orang yang mampu mengendalikan pikirannya, maka pikirannya itu menjadi sahabatnya yang mampu menyelamatkan dirinya," ujarnya.

KS Arsana mengatakan sebagai umat Hindu harus cerdas mengunakan media sosial. Menurutnya banyak ajaran Hindu yang dapat dijadikan sebagai dasar etika moral dalam berkomunikasi salah satunya Tri Kaya Parisudha. "Ruh komunikasi adalah Tri Kaya Parisudha," jelasnya.

KS Arsana juga mengingatkan agar umat Hindu tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan adanya berita-berita hoax. Selain itu, KS Arsana, juga menyampaikan sebagai bangsa yang majemuk harus mampu menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. "Berbeda itu adalah kodrati. Berbeda itu adalah karunia yang indah. Melalui perbedaan itu kita akan dapat berkembang secara dinamis," ujarnya.

Di akhir paparannya, KS Arsana mengajak umat Hindu untuk menumbuhkan rasa cinta kasih kepada semua mahluk sesuai ajaran Tattwam Asi dan Tri Hita Karana. "Dengan cinta kasih, segala sesuatu dapat dilebur. Tumbuhkan cinta kasih itu berdasarkan atas Tattwamasi dan Tri Hita Karana," tutupnya.

Narasumber terakhir, Dosen Polnes I Wayan Sudarmayasa, S.Ag, SST. Par., M.Par mengatakan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah masalah bagi umat Hindu juga. Untuk itu, kata dia, semua komponen masyarakat harus saling bahu membahu menciptakan kerukunan antar umat beragama. "Masalah bangsa adalah masalah umat Hindu dan bahu membahu menciptakan kerukunan antar umat," ujarnya.

Wayan Sudarmayasa mengajak pemuda Hindu mengedepankan etika dalam berkomunikasi dan tetap teguh dalam menjalankan dharma. "Dalam beretika seorang pemuda harus berpegang kepada : ahimsa, tidak menyakiti; akrodha, tidak suka marah-marah; adrobah, bersikap ramah; acapalam, bersikap sesuai dengan desa, kala dan patra; maitri penuh dengan rasa persahabatan; mudita, selalu simpati/empati; upeksa, bertoleransi; stya, jujur; dan preti, berpandangan yang sama," paparnya.

Kegiatan Forum Dialog dan Literasi Media "Taat Agama, Bergaul Harmonis, Sopan Berkomunikasi" ditutup Kasubdit Media Online Dra. Nurlaili, M.Si.

Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu: Direktur Pengelolaan Media Publik Kominfo, Drs. Sunaryo, MM; Pembimas Hindu Kemenag Provinsi Kalimantan Timur, Drs. AA Gede Raka Ardita, M.Si; Ketua PHDI Provinsi Kalimantan Timur, I Made Subamia; Sekretaris PHDI Provinsi Kalimantan Timur, Nengah Sukalana; dan beberapa tokoh umat Hindu Kota Samarinda.


(Foto: Staf Ahli Kominfo Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si sebagai narasumber Kegiatan Forum Dialog dan Literasi Media dengan tema "Taat Agama, Bergaul Harmonis, Sopan Berkomunikasi, di Kota Samarinda, Rabu 18 Oktober 2017)"


(Foto: Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik PHDI Pusat, KS Arsana, S.Psi sebagai narasumber Kegiatan Forum Dialog dan Literasi Media dengan tema "Taat Agama, Bergaul Harmonis, Sopan Berkomunikasi, di Kota Samarinda, Rabu 18 Oktober 2017)


(Foto: Dosen Polnes I Wayan Sudarmayasa, S.Ag, SST. Par., M.Par sebagai narasumber Kegiatan Forum Dialog dan Literasi Media dengan tema "Taat Agama, Bergaul Harmonis, Sopan Berkomunikasi, di Kota Samarinda, Rabu 18 Oktober 2017)


(Foto: Ketua PHDI Provinsi Kalimantan Timur, I Made Subamia (kiri), Kasubdit Media Online Dra. Nurlaili, M.Si (tengah), Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik PHDI Pusat, KS Arsana, S.Psi (kanan))

Oleh: admin
Source: PHDI Provinsi Kalimantan Timur