Dirjen Bimas Hindu Memberikan Respont Baik Adanya Badan Dharma Dana Nasional


(Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) S.N. Suwisma)

Jakarta – Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya masih beranggapan bahwa diumat Hindu kita untuk berdana punia ke salah satu badan dana masih sulit. Selain itu juga umat Hindu khususnya masih lebih percaya untuk menyerahkan bantuan kepada yang membutuhkan. Untuk itu perlu adanya strategi jangka panjang untuk menghimpun dana umat.

“Mengapa perlu kita sebagai umat Hindu berdana punia, karena kita umat manusia sibuk mencari uang maka uang yang kita peroleh dengan susah payah tersebut merupakan keterikatan kepada dunia dan keterikatan kepada uang,” jelas Dirjen.

“Sesuatu yang melekat atau terikat kepada kita maka kita sumbangkan dan semua itu besar pahalanya. Jadi dana punia ini sebenarnya sebagai jalan pembebasan dan beliau mengajak kita semua bahwa perlunya memberikan dana punia untuk masa depan,” kata I Ketut Widnya saat memberikan sambutan di acara kerja sama (MOU) dengan PHDI Pusat mengenai Dharma Dana di ruang rapat lt.14, Selasa (08/09).

Dirjen Bimas Hindu memberikan respont baik adanya Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) ini dan akan diteruskan ke satker-satker di bawah Ditjen Bimas Hindu, termasuk perguruan tinggi agama Hindu. Dan ini bukan yang dianggap remeh dan perlu diketahui dana punia ini tidak hanya untuk pembangunan pura saja tetapi diperuntukan dalam pendidikan dan kemanusian. (Baca: Sosialisasi Program Pendidikan BDDN)


(Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya dan Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) S.N. Suwisma saat menandatangani MOU mengenai Dharma Dana Nasional (BDDN) di ruang rapat Ditjen Bimas Hindu lt.14, Selasa(08/09).

Ditjen Bimas Hindu telah mempunyai payung hukum tentang pendidikan yaitu KMA No. 56 Tahun 2014 tentang pendidikan agama dan keagamaan Hindu. Dalam KMA tersebut didalamnya terdapat pendidikan  pasraman formal dan akan digagas pada tahun 2017. Sementara untuk saat ini masih adanya persiapan – persiapan yang dilakukan untuk menyiapkan kurikulum bahan ajar yang bersifat teknis.

“Dengan adanya pendidikan ini kita harapkan adanya melitansi yang kita harapakan kedepannya. Karena selama ini kita kekurangan generasi (lost generation) karena tidak punya pendidikan sejak dini. Fakta menunjukkan, bahwa Hindu secara institusi masih jauh tertinggal dalam bidang pendidikan dan kesehatan jika dibandingkan dengan umat beragama lainnya,” terang Dirjen.

Disamping itu, secara ekonomi sebagian besar saudara-saudara kita yang masih tergolong prasejahtera untuk tidak dikatakan miskin, buta huruf, akses pelayanan kesehatan yang minim dan berjuang keras untuk mempertahankan hidup. Dilain pihak, banyak diantara kita yang meraih sukses tetapi masih belum peduli, sehingga terjadi kesenjangan yang dapat memicu potensi konflik.

“Dirjen berharap semoga kita bisa bekerja sama secara terus menerus dengan Parisada dengan Ditjen Bimas Hindu dengan baik dan beliau berpesan dalam menyalurkan Dharma Dana BDDN ini yang diprioritas adalah pendidikan, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan pengobatan gratis bagi umat yang tidak mampu,” tutup I Ketut Widnya.

Sumber: http://bimashindu.kemenag.go.id