Dharma Adhyaksa Gelar Homa Traya dan Gangga Pratistha di Gor Swecapura


(Foto: Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba (kiri) dan Ida Pedanda Istri (kanan) muput acara Homa Traya serta Ganga Pratistha di Gor Swecapura, Kabupaten Klungkung, 16 Oktober 2017)

Klungkung - Dalam rangka memberikan pelayanan kepada umat Hindu, Dharma Adhyaksa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba melaksanakan kegiatan Homa Traya dan Gangga Pratistha untuk penggungsi gunung agung di Gor Swecapura, Kabupaten Klungkung, Denpasar, Bali, Senin, 16 Oktober 2017.

Kegiatan Homa Praya dan Ganga Pratistha dilaksanakan sebagai suatu bentuk komunikasi hubungan manusia dengan Hyang Widhi, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan. Yang pada hakekatnya adalah untuk mewujudkan kedamaian, kelestarian, kebahagiaan, dan kesejahtera.

Budaya Homa ini sudah dibangun pada jaman Danghyang Dwijendra pada abad ke 15 di Gelgel. Sekarang pada abad ke 21 dibangkitkan kembali oleh Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba yang dimulai gebyarnya di Bajra Sandi. Tujuan dilaksanakannya adalah untuk menunjukkan suatu kemusizat-kemusizatan api menjulang dari homa sampai ke langit dan terjadi hujan es.

Dalam kondisi sekarang bahwasannya masyarakat yang merupakan sisya dari Bhatara Tohlangkir di mana mereka perlu dibangun baik dari segi material dan juga spiritual agar supaya lebih percaya diri dan untuk menghilangkan kekotoran. "Sebab air jika didoakan dan dinyanyikan dan kemudian dipuja-puja maka air itu akan berguna bagi semua kehidupan di bumi ini termasuk manusia," jelas Ida Pedanda.

Ida Pedanda mengatakan, kegiatan ini sangat bernuansa spriritual dan menggandeng jiwa-jiwa, nilai-nilai kebangsaan dan persatuan bangsa. "Kita bangun suatu spirit pribadi dan bangsa. Sehingga menyanyikan lagu Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa, Pancasila, Dari Sabang Sampai Meraoke, dan sebagainya untuk melekatkan jiwa kebangsaan dan persatuan di dalam NKRI sebab membangun spirit umat Hindu untuk menajamkan hati sanubarinya bahwa Indonesia itu perlu dijunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan termasuk mempererat kebagsaan kita," ujarnya.

Ida Pedanda juga mengajak semua umat Hindu untuk kembali membagun suatu rasa persaudaraan cinta kasih dan Tat Twam Asi dan juga meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa baik antar inter umat beragama maupun antar agama dengan semboyan cinta kasih sayang.

"Inilah yang menjadi tujuan Homa Praya dan Ganga Pratistha di Gor Swecapura. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat bagi seluruh umat yang mengikuti acara ini. Mari kita manfaatkan sisa umur ini untuk mewujudkan kebaikan, kedamaian, kebersamaan, dan persatuan yang bernilai positif. Karena agama kita mengacu pada ajaran Tat Twam Asi," pungkas Ida Pedanda.

Kegiatan ini diikuti seluruh umat Hindu yang mengungsi di Gor Swecapura, Kabupaten Klungkung. Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba ditemani oleh Ida Pedanda Istri.


(Foto: Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba (kedua kiri) bersama Ida Pedanda Istri dan rombongan menuju Gor Swecapura, Kabupaten Klungkung, 16 Oktober 2017)


(Foto: seluruh umat Hindu yang mengungsi di Gor Swecapura mengikuti kegiatan Homa Traya dan Gangga Pratistha, Senin, 16 Oktober 2017)

Oleh: admin
Source: Staf Sabha Pandita