Bahas Kontribusi Agama "Hindu", WHP Gelar WHWM Ke-4

Denpasar - World Hindu Parisad (WHP) bekerja sama dengan World Hindu Centre meng-gelar World Hindu Wisdom Meet (WHWM) ke-4 di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar, Minggu (9/10) kemarin. Pertemuan yang dihadiri tokoh dan cendekiawan Hindu seluruh dunia tersebut, mendatangkan pembicara dari India yaitu Swami Paramat-mananda Saraswati dan Prof. Shiva Kumar Ojha. Tahun ini, khusus membahas kontribusi agama Hindu terhadap kebudayaan dan pengetahuan.

Sekjen WHP Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.KHOM. mengatakan, dalam kegiatan tersebut juga dilaunching dua buku tentang pendidikan berbasis agama Hindu. Selain itu, saat ini pihaknya sedang mengembangkan majalah Hindu Interna-sional. "Ini merupakan aktivitas World Hindu Centre. Kita sekarang lebih mement-ingkan pengkajian-pengkajian sehingga dapat memperdalam pengetahuan agama Hindu umat kita," ujarnya.

Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan kemampuan tentang ilmu agama Hindu. Dengan demikian, akan diperdalam penyebaran dan pengertian agama Hindu di Bali, Indonesia maupun internasional.

Terkait kendala dialami selama ini, Prof. Bakta mengungkapkan, kondisi organisas-inya berbeda dengan di India yang sudah mapan, sedangkan WHP masih bersifat sukarela. Akibatnya, tidak bisa full melak-sanakan fungsi sehingga secara organisasi masih perlu ditingkatkan. Kendala lain terkait pendanaan, WHP sifatnya mandiri dari umat sehingga perlu waktu. "Sosialisasi belum merata sehingga masyarakat belum paham apa itu WHP dan apa bedanya Parisada, padahal sudah terjalin sinergi positif dengan PHDI," tandas Rektor UK Bali ini.

Ketua Panitia Ir. I Made Amir, Ah.T. menyampaikan, kegiatan tersebut basic-nya masih pendidikan. Adapun tema yang di-usung yaitu "Hindu Dharma Contributions to The Worldd Civilization and Science". "Kita ingin mengulas betapa sumbangan kitab suci Weda atas dunia luar biasa. Barangkali tidak pernah ngeh dengan hal ini, padahal ide-ide ilmuwan juga ada dalam kitab suci Weda. Itulah kita coba bahas dan ingatkan, betapa besarnya sumbangsih Weda," ujarnya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI Prof. Drs. I Ketut Widnya mengapresiasi pertemuan yang digagas WHP tersebut. Pasalnya, dari kegiatan itu bisa meningkatkan persaudaraan dan kekeluargaan sesama umat Hindu. Selain itu, menjaga, merawat, memelihara dan mengembangkan peradaban umat Hindu di Indonesia. Menentukan kembali Bali atau Indonesia sebagai pusat peradaban Hindu dunia. Perdaban Hindu di Indonesia pascakemerdekaan RI mengalami kebangkitan dan perkembangan sangat pesat.

Source: Koran Bali Post, Senin Pon, 10 Oktober 2016