12 Tokoh Diganjar Penghargaan Berbagai Bidang Termasuk Pariwisata

Denpasar - Bali memiliki sejumlah tokoh yang berperan penting dalam pembangunan di pulau ini. Keberadaan mereka pun layak untuk diapresiasi guna mendorong pihak lainnya melakukan hal serupa demi kemajuan Bali. Dalam hal ini Suksma Bali Awards 2019 yaitu berupa program untuk berterima kasih kepada Bali, terdapat 12 tokoh yang diganjar penghargaan karena perannya berkontribusi terhadap Pulau Dewata di bidangnya masing-masing baik itu dari sisi pariwisata, seni budaya, pendidikan, lingkungan, sosial, keagamaan, pemerintahan. 

12 tokoh tersebut diantaranya Ida Bagus Gede Sidharta Putra (48) yang dianggap berjasa di bidang pariwisata. Pria yang akrab disapa Gusde ini merupakan putra asli Sanur, Kota Denpasar, pasalnya selama 8 tahun belajar dan bekerja di Amerika Serikat. Kemudian kembali ke Tanah Air dan mengembangkan Sanur, kini sebagai Ketua Yayasan Pembangunan Sanur. 

Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, S.IP (61) dianugrahkan awards bidang keagamaan. Purnawirawan perwira tinggi TNI-AD dengan jabatan terakhir Koordinator Staf Ahli Panglima TNI. Pria lulusan Akmil 1981 tersebut saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat masa bakti 2016 -2021.

Selanjutnya di bidang adat dan budaya adalah Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet (64) yang kini sebagai Bendesa Agung Provinsi Bali 2019-2024 melalui Pesamuan Agung Desa Adat se-Bali di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar pada Agustus lalu. 

Selanjutnya di bidang pemerintahan adalah Nyoman Suwirta, S.Pd, M.M (51) yang menjabat sebagai Bupati Klungkung sejak 16 Desember 2013. Kemudian di bidang sosial yaitu Prof. L.K. Suryani, wanita kelahiran tahun 1944 ini adalah Kepala Psikiatri di Universitas Udayana. Dia telah menulis secara luas tentang berbagai topik mulai dari meditasi hingga budaya Bali. Dia adalah advokat terhadap pedofilia dan pendiri Komite Menentang Pelecehan Seksual (CASA), sebuah LSM yang berbasis di Jakarta.

Di bidang bisnis kreatif, Mr. Joger (Joseph Theodorus Wulianadi) yang sejak tahun 1990-an Joger bersama dengan konsep ‘happiness oriented’ mulai banyak diundang untuk 'menyesatkan orang ke jalan yang benar’ dalam berbagai forum resmi maupun setengah resmi di perguruan-perguruan tinggi. Banyak penghargaan resmi maupun setengah resmi yang sudah perolehnya.

Di bidang pendidikan, Prof. I Nengah Dasi Astawa, pria kelahiran tahun 1960 ini adalah Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII (LLDikti). Kemudian di bidang internasional adalah Prof. Oohashi Tsutomu merupakan Presiden dan Eksekutif Peneliti Yayasan Advancement of International Science, Presiden Yamashiro Institute of Science and Culture. Pria yang lahir pada tahun 1933 di Prefektur Tochigi, Jepang adalah lulusan dari Universitas Tohoku (Ph.D) di bidang pertanian. Pada tahun 2017 dia melakukan penelitian tentang Hypersonic Effect yang menemukan bahwa Gamelan Bali merupakan salah satu instrumen musik di dunia yang bisa menghasilkan kekuatan suara yang dapat mengaktifkan bagian struktur otak manusia yang paling dalam, berdampak dalam mengurangi tingkat stress dan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. Ini merupakan warisan luhur budaya Bali yang harus di jaga dan dilestarikan. 

Di bidang seni dan budaya, Ir. A.A. Gde Oka Dalem dari Puri Kaleran, Peliatan Ubud, Gianyar ini sebagai putra gamelan dan tari Bali yang terkenal, almarhum Anak Agung Gede Mandera, dan Jero Wiraga.Meskipun Oka Dalem belajar arsitektur di Universitas Udayana, lingkungannya dan didikan membawanya menuju karir di bidang tari dan musik. Dia telah lama aktif berkontribusi untuk konservasi dan pengembangan budaya Bali, terutama tarian dan musik. Selain koreografi banyak tarian baru dan terlibat dalam berbagai kegiatan kreatif lainnya, Ia telah bekerja sama dengan banyak koreografer dan musisi lain di berbagai proyek artistik. 

Awards sebagai tokoh pariwisata, Drs. I Gede Ardika (74) merupakan mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada Kabinet Gotong Royong. Kemudian di bidang lingkungan, Dr. Ni Luh Kartini mendirikan Yayasan Bali Organic Association (BOA) hingga kini telah membimbing ribuan petani organik yang tersebar di seluruh Bali.

Di bidang pertanian, Prof. I Wayan Windia, adalah Guru Besar pada Fakultas Pertanian dan Ketua Puslit Subak Universitas Udayana. Ketua Suksma Bali 2019, I Gusti Agung Ngurah Darma Suyasa mengatakan, penganugerahan awards kepada 12 tokoh yang memberikan kontribusi besar pendukung gerakan Suksma Bali dari bidang seni, budaya, dunia pendidikan, pemerintahan, keagamaan, lingkungan, pertanian, dan industri kreatif ini dilakukan bertepatan Bali Night-Social dan Charity Dinner, Rabu (18/12) di Kuta, Badung. Pihaknya berharap kepada 12 tokoh ini agar selalu bisa menginspirasi masyarakat Bali lainnya.

Source: https://balitribune.co.id/