Artikel Terbaru

Ogoh-ogoh Gaya Khas Hindu "MELAWAN" Setan

kategori: Upacara
Sejak beberapa tahun terakhir, umat Hindu di Bali yang kemudian diikuti juga oleh umat Hindu diluar Bali, setiap datangnya hari raya Nyepi selalu mengadakan pawai ogoh-ogoh atau pawai figur simbolis Bhuta Kala yang diadakan sehari sebelum hari raya Nyepi tiba atau hari peringatan Tahun Baru Saka.Tahun ini hari raya Nyepi jatuh pada tanggal 07 Maret 2008 berarti pawai ogoh-ogoh diadakan pada tgl 06 Maret 2008. Pawai ogoh-ogoh sesungguhnya adalah pawai budaya. Hanya saja karena acara pawai budaya tsb bernafaskan Tattwa atau Filsafat Hindu alias merupakan implementasi dari konsep agama Hindu dalam memerangi segala bentuk kekuatan negatif abstrak (niskala), mengingat figur ogoh-ogoh tsb merupakan personifikasi dari berbagai jenis mahkluk alam bawah yang dipercaya membawa aura negatif yang dalam bahasa Hindu disebut Bhuta Kala (bhs. Jawa: Buto Kolo) atau bahasa umumnya biasa disebut setan, sehingga dengan demikian secara kacamata Hindu pawai ogoh-ogoh tsb bukanlah budaya murni sebagaimana pengertian umum yang berkonotasi sekuler. selengkapnya