Artikel Terbaru

Tat Twam Asi Di Panggung Politik

kategori: Artikel Pilihan
Jambala Upanisad memiliki kalimat yang patut dicatat di sini: tvam va ahatn asmi bhagavo devate aham va tvam asi (Aku adalah dikau, O Tuhan Yang Maha Agung, dan Dikau adalah Aku). Apa yang tersirat di sini memiliki makna yang sama dengan Tat Twam Asi. Di samping itu dalam Jaiminiya Upanisad ada disuratkan bahwa ketika yang meninggal mencapai pintu Matahari, pertanyaan diajukan: Siapakah dikau? bila dijawab dengan nama pribadi atau keluarga, maka yang bersangkutan akan terkena lagi hukum karma. Bila dijawab dengan: "Diriku adalah sinar dari-Mu, Aku datang kepada-Mu sinar surga". Lalu Prajapati menjawab: "Dikau adalah sama dengan Aku, Aku adalah sama dengan Dikau. Masuklah". selengkapnya

Prinsip Bisnis Membangun Kesejahteraan Yang Adil

kategori: Artikel Pilihan
Mahatma Gadni menyatakan bahwa bisnis tanpa moral dapat menimbulkan dosa sosial. Pebisnis yang tidak memiliki moral akan berbisnis dengan meninggalkan prinsip-prinsip bisnis yang normative. Karena itu dalam Bhagavata Purana VII.XI. sloka 153 dinyatakan bahwa seorang Waisya Varna (pengusaha) wajib berbhakti pada Tuhan dan guru rokhaninya (Deva gurvachyate bhaktis). Waisya Varna wajib juga mendalami ajaran suci Weda (Astikyam udyamo nityam). Dengan ber-bhakti pada Tuhan dan mendalami kitab suci seorang pebisnis akan kuat berpegang pada prinsip-prinsip bisnis yang dibenarkan oleh norma-norma bisnis yang berlaku. selengkapnya

Makna Bersatunya Panah Arjuna dengan Dewa Indra

kategori: Artikel Pilihan
Dalam cerita Arjuna Tapa diceritakan bahwa dalam menghadapi perang Brata Yudha, Arjuna ahli panah penengah Pandawa ini melakukan olah tapa untuk mendapatkan senjata panah. Salah satu tempat Arjuna bertapa adalah di Gunung Indrakila. Karena Arjuna dengan bertapa yang serius itulah akhirnya mendapatkan beberapa panah sakti sebagai salah satu sarana memenangkan perang dalam Brata Yudha. Karena keberhasilan dari Arjuna inilah nampaknya menjadi pendorong Raja Jayasakti mendirikan Pura Indrakila. Dengan kesaktian hasil dari olah tapa itulah yang akan membawa kemenangan sang raja dalam memimpin negara kerajaan. selengkapnya

Suaka Marga Satwa Model Hindu

kategori: Artikel Pilihan
Konsepsi kehinduan untuk hubungan antara binatang dan manusia, serta alam sekitarnya kerap hadir dalam bentuk ekosistem spiritual, yang kemudian dimaknai sebagai bentuk yang abstrak “Tri Hita karana”, Konsep ini hadir dan bergemuruh dalam tataran kehidupan umat Hindu. Harmonisasi dengan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan Lingkungan dan manusia dengan manusia. Yang dilandasi sesanti “Sarwa Brahma Mayam, Tatwam asi , sarwa prani hitangkarah” semua itu sebagai pegangan bagi umat Hindu, untuk selalu have to game in one’s hands’ (yakin berhasil) dalam mengarungi samudera kehidupan ini. selengkapnya

Nyepi dan Revolusi Mental

kategori: Hari Suci
Bagi umat Hindu Indonesia, Nyepi Tahun Baru Saka 1937 yang jatuh bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2015, merupakan Nyepi pertama ketika bangsa ini berada di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dengan panggilan akrabnya Jokowi. Sejak jauh sebelum dan setelah terpilih sebagai presiden RI ketujuh, Jokowi mengembuskan Nawacita yang merupakan sembilan agenda prioritas untuk mewujudkan visi dan misinya sebagai pemimpin salah satu negara besar di dunia. Dalam poin ke-8 Nawacita tersebut, disebutkan ”Melakukan revolusi karakter bangsa melalui penataan kembali kurikulum pendidikan nasional.” selengkapnya

Nyepi dan Kerja Demi Kebaikan Bersama

kategori: Hari Suci
Masyarakat tentu masih ingat lagu, “Mari kawan kita bekerja. Menanam jagung di kebun kita. Ambil cangkulmu. Ambil cangkulmu. Kita bekerja tak jemu-jemu. Cangkul. Cangkul, …dst.” Potongan lirik lagu anak-anak ciptaan Ibu Sud ini mengajarkan sekaligus mengajak masyarakat untuk senantiasa bekerja dan bekerja. Rajin bekerja menjadi salah satu budaya positif dan kreatif yang harus ditanamkan sejak kanak-kanak. Etos kerja tersebut akan menjadi bekal berharga ketika seseorang menginjak dewasa dan mandiri. Dengan bekerja seseorang memenuhi kebutuhan hidup dan berbagi kepada sesama. selengkapnya

Siwa Ratri: Perjuangan Melawan Lupa

kategori: Hari Suci
Manusia kerap disebut sebagai makhluk tidak sempurna. Salah satu ketidaksempurnaannya, yakni sering dan mudah lupa. Jangankan sesuatu yang sudah terjadi puluhan tahun silam, terhadap peristiwa yang dilalui beberapa saat lalu pun manusia kerap kali begitu susah untuk mengingatnya. Tidak hanya sering dan mudah lupa terhadap apa yang dilakukannya, manusia juga teramat sering lupa dengan kesejatian dirinya. selengkapnya

Artha

kategori: Artikel Baru
Artha merupakan milik, artha benda, kekayaan, segala material sebagai sadhana bagi umat Hindu. Artha juga diartikan tujuan. Cara mendapatkan artha adalah dengan cara kebaikan berlandaskan dharma dan snkerta, dengan cara bekerja yang ulet, bekerja yang rajin, bekerja sebagai buruh, bekerja sebagai pegawai negeri sipil maupun sebagai pegawai swasta, dengan cara berjualan/berdagang, dengan cara mohon bantuan kepada yang iklas membantu dan sebagainya. selengkapnya

“Tenget”-nya Pura Petitenget

kategori: Artikel Baru
Pura Petitenget berlokasi di tempat strategis, tak jauh dari pinggir Pantai Petitenget, pantai yang berpasir putih. Di jaba sisi terdapat tempat parkir yang cukup luas. Memasuki areal pura, pemedek melewati jalan di sebelah selatan pura dan keluar melalui jalan utara pura. Di halaman terluar pura berdiri wantilan yang cukup besar. selengkapnya

Nyepi: Mengintip saldo "rekening" kehidupan

kategori: Hari Suci
Perbuatan baik akan mendatangkan pahala yang baik, sedangkan perbuatan yang tidak baik pasti mendatangkan pahala yang juga tidak baik. Sisa atau saldo hasil perbuatan (karmaphala) setiap makhluk berupa sancita karmaphala akan menjadi takdirnya dalam kehidupan berikutnya. selengkapnya