Artikel Terbaru

Ilmu Sumber Penyucian Yang Paling Utama

kategori: Artikel Pilihan
HARI Raya Saraswati adalah hari raya untuk mengingatkan umat Hindu untuk memuja Tuhan sebagai sumber dan pencipta ilmu pengetahuan. Pemujaan Tuhan sebagai pencipta ilmu pengetahuan untuk memotivasi umat agar senantiasa mencari ilmu untuk memeli-hara dan mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut. selengkapnya

Renungan Menyambut Hari Suci Siwaratri

kategori: Hari Suci
Apabila kita membaca secara seksama sumber-sumber kitab suci yang memuat ajaran tentang Siwaratri seperti Siwa Purana, Padma Purana, Skanda Purana, Garuda Purana, di samping kitab Siwaratri Kalpa sendiri, segera kita mengetahui bahwa ada landasan tattwa yang mendasari ajaran tersebut. Sejumlah kata kunci dalam kaitannya dengan Siwaratri misalnya turu (tidur), tutur (sadar), lupa (lupa), papa (kesengsaraan), punya (kemuliaan), tapa (pengendalian diri), dan brata (janji diri) selengkapnya

Pohon Sami, Rambut Dewa Brahman

kategori: Artikel Pilihan
Prosopis dalam bahasa Yunani beram tidak jelas. Spicigera diambil aan nama Adrian Von der Spigel seorang dokter pada abad keenambelas, Bahasa Sansekerta Shami artinya (buah) polong. Weda memberkati pohon Shami dengan sifat yang mengandung api. Sebuah legenda dalam Reg Weda menceriterakan bahwa Pururavas, leluhur raja-raja dari ras Bulan, termasuk Kurawa dan Pandawa, membuat api yang mula-mula dari zaman purba dengan menggosokkan dua buah cabang pohon yaitu Shami dan Ashvatta (Ficus Religiosa) bersama-sama. selengkapnya

Pohon Kapuk, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
seperti lengan-lengan yang terentang. Kenyataannya pohon tersebut terlihat seperti sebuah tempat lilin yang bercabang-cabang dengan posisi terbalik. Kulit kayu pada tanaman yang masih muda berwarna hijau dan batangnya dilapisi dengan duri-duri tajam yang berbentuk kerucut. Setelah usianya tua, kulit kayunya berubah warna menjadi abu-abu muda. Daun-daunnya berbentuk seperti ujung tombak, tersusun seperti jari-jari tangan, dan berguguran sebelum pohon ini berbunga. batangnya. selengkapnya

Hari Raya Nyepi dalam Perspektif Tri Hita Karana

kategori: Hari Suci
Hari suci atau hari raya merupakan hari yang diperingati secara istimewa berdasarkan keyakinan umat Hari suci atau hari raya mempunyai makna dan fungsi yang sangat penting sebagai penuntun dalam mengarungi dunia kehidupan ini. Hari Raya Nyepi merupakan Hari Raya yang dilaksanakan setiap tahun yaitu sehari setelah Tileming Sasih Kesanga. selengkapnya

Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Sebuah legenda dalam Wisnu Purana menceriterakan tentang seorang raja yang mempunyai seorang putri yang cantik jelita dan lemah lembut bernama Parijata. Sang Putri telah jatuh cinta kepada Dewa Surya, Sang Matahari. "Tinggal kan kerajaanmu dan jadilah milikku." kata Sang Matahari dengan penuh hasrat. Dengan penuh kepatuhan Parijata menanggalkan jubah kebangsa-wanannya dan mengikuti kekasihnya. Namun Sang Matahari mulai bersikap dingin setelah ia bosan kepada Parijata dan kemudian segera terbang kembali ke langit meninggalkan Sang Putri. selengkapnya

Yang Dikalahkan Asmara

kategori:
Kedudukan Kama-Ratih di kerajaan Indraloka tidaklah tinggi. Dalam bahasa sekarang bisa disebut menengah ke bawah. Karena itu, suami-isteri itu bisa disuruh-suruh oleh dewa-dewa atasannya. Jenis suruhan tentu disesuaikan dengan bidang keahliannya, yaitu asmara. Misalnya, ketika Dewi Uma sangat merindukan suaminya, Shiwa, yang sedang bertapa, ia menyuruh Dewa Kama untuk melakukan suatu mission impossible. Misinya adalah membuat Shiwa merindukan isterinya, sehingga ia pulang. selengkapnya

Filosofis Umbul-Umbul

kategori: Artikel Pilihan
Umbul-umbul adalah salah satu perangkat dalam sebuah tempat suci/Parhyangan. Dilihat dari bentuknya yang unik dan menarik memberikan inspirasi pada masyarakat untuk membuat padanannya sehingga dimungkinkan untuk digunakan dalam konteks yang bersifat profan. selengkapnya

Makna Etika Upacara Nyepi untuk Pengendalian Diri

kategori: Hari Suci
Agama Hindu untuk umat manusia yang menganut ajaran pustaka Suci Weda yang diwahyukan oleh Sang Hyang Widhi, Agama Hindu juga mempunyai kerangka yang terdiri dari: Tatwa (filsafat), Susila (etika), dan Upacara (ritual). Ketiga hal tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh tidakbisa dipisahkan satu sama lainnya. Filsafat, etika dan upacara harus dipahami, dihayati, dan dilaksanakan agar tujuan agama Hindu bisa tercapai. Tujuan agama Hindu itu tiada lain, untuk mencapai kedamaian rohani dan kesejahteraan hidup jasmani. Dalam pustaka suci disebut dengan Moksartham Jagadhitaya Ca iti Dharma yang artinya dharma (agama) untuk mencapai moksa dan menapai kesejahteraan hidup, moksa juga disebut juga mukti yang artinya mencapai kebebasan jiwatman atau kebahagiaan rohani yang langgeng (Upadesa: 2001, 5). selengkapnya

Dharma Membuka Dama

kategori: Artikel Baru
Dharma merupakan kata pembuka dari kitab suci Bhagawad Gita maupun Sarasamuscaya. Tentu hal ini nampaknya bukanlah suatu yang terjadi secara kebetulan atau tanpa maksud dari Sang Maha Kawi. Ada Ada suatu makna yang sangat mendalam dari kata Dharma yang ingin disampaikan melalui kitab suci Hindu ini. Telah begitu banyak dari orang-orang terpelajar yang memberi makna dharma, namun hal ini nampaknya belum cukup memberikan makna secara utuh dari kata dharma itu. Ada yang mengartikan sebagai penyangga, penopang, kewajiban, kebenaran, dan lain sebagainya. Yang terakhir dan nampaknya lebih dapat diterima adalah definisi yang diberikan oleh Drs. I Gede Sura yang menyatakan sebagai segala upaya atau usaha yang dilakukan oleh manusia dalam mencapai atau mendapatkan kerahayuan. selengkapnya