Artikel Terbaru

Spiritualitas Bagi Kedamain Dunia

kategori: Artikel Baru
Adalah suatu kesia-siaan atau kebodohan bila kita mencoba untuk mengukur besaran "niskala" dalam persepsi "sekala". Sebaliknya, kita akan melihat sisi astralnya atau sisi halusnya, bila sebuah fenomena sekala diamati dengan kacamata niskala. Spiritualitas, bertautan dengan yang bersifat metafisis atau niskala. Ini mesti jelas dulu bagi yang hendak melangkahkan kakinya ke dunia spiritual. selengkapnya

Misteri Mpu Kuturan

kategori: Artikel Pilihan
Mpu Kuturan adalah sebuah nama yang dikenal luas oleh masyarakat umat Hindu di Bali khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya. Beliau hadir di Bali pada pemerintahan Udayana Warmadewa. Dikenal lewat sejumlah prasasti yang dikeluarkan oleh raja tersebut. Namun disamping itu dalam sejumlah lontar "Mpu Kuturan", kita mengenal juga seorang Mpu Kuturan yang berasal dari Majapahit. selengkapnya

Caru, Benarkah Untuk Melestarikan Alam

kategori: Upacara
Umat Hindu banyak sekali mempergunakan simbul-simbul dalam mengekspresikan keyakinannya kepada Hyang Widhi Wasa. Salah satunya adalah melalui upacara yadnya berupa Caru. Caru adalah salah satu bentuk Bhuta Yadnya yang dalam pelaksanaannya mempergunakan binatang sebagai korban. Secara filosofis caru dilaksanakan untuk mengharmoniskan alam. Realitas yang nampak dalam upacara ini mempergunakan binatang-binatang sebagai korban. Jumlah binatang yang dijadikan korban tergantung pada tingkatan yadnya yang dilaksanakan. selengkapnya

Melenyapkan Rasa Takut

kategori: Artikel Baru
"Berani karena benar, takut karena salah". Jadi rasa takut itu ditimbulkan oleh perbuatan yang salah. Oleh karena itu untuk melenyapkan rasa takut kita tak boleh salah. Perbuatan yang salah adalah perbuatan yang melanggar hukum. Pernyataan takut berbuat salah ini pernah diucapkan oleh Sutasoma. Ceritranya sebagai di bawah ini. selengkapnya

Anugerah dalam Bhakti

kategori: Artikel Baru
Diantara empat jalan (marga), jalan bhakti ini dapat disebut sebagai jalan yang amat diminati oleh manusia. Manusia-manusia besar yang menunjukkan cinta-kasih tinggi dan penuh dedikasi terlahir dari jalan ini. Bunda Teresa dan Mahatma Gandhi adalah dua diantara para bhakta yang paling termasyur, abad lalu. Gandhi juga disebut-sebut sebagai Karma-Margi yang baik, disamping Swami Viveka-nanda. Jesus, dalam ajaran-ajaran luhurnya amat menekankan pada Cinta-kasih ini, seperti juga banyak Nabi-Nabi umat manusia lainnya. selengkapnya

Rwa Bhineda: Memahami Makna Suka dan Duka

kategori: Artikel Baru
Kegelapan atau kebingungan itu ada dua macam yaitu gelap pikiran berarti berpikiran tak tenang dan gelap hati berarti berperasaan gelisah. Orang yang kegelapan disebut orang yang dalam keadaan duka. Lawan dari kegelapan itu adalah terang yaitu terang pikiran yang berarti berpikiran tenang dan terang hati berarti berperasaan senang (suka). Biasanya yang disebut rwa bhineda dalam agama Hindu adalah suka duka. selengkapnya

Memaknai Hari Raya Keagamaan

kategori: Artikel Pilihan
Hari raya keagamaan seyogianya dijadikan momen meningkatkan daya spiritual untuk meningkatkan kualitas prilaku sehari-hari. Memaknai hari raya keagamaan kita berusaha menekan angka-angka negatif dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam keadaan hari raya angka pelanggaran lalu lintas diupayakan agar menurun dengan meningkatkan kepatuhan umat akan peraturan dan etika berlalu lintas. Dengan demikian angka kecelakaan akan menurun. Berusaha menekan marah sebagai wujud memaknai hari raya keagamaan. selengkapnya

Merasakan Penderitaan Orang Lain

kategori: Artikel Baru
Tinggi rendahnya derajat seseorang tidak dapat diukur dari penampilan fisiknya. Misalnya, karena ia berpakaian yang mewah, berkendaraan mahal, makan di restoran yang mewah, menginap di hotel berbintang lima. Berpendidikan tinggi di luar negeri. Bepergian dengan pesawat terbang dengan kursi VIP. Menyelenggarakan upacara agama yang mewah dan gemerlapan atau karena ia keturunan bangsawan. selengkapnya

Sakuni, Ahli Pengasut

kategori: Artikel Baru
Sakuni adalah patih Negara Astina. Badannya kurus, mukanya pucat kebiru-biruan seperti pemadat candu. Caranya berbicara "klemak-klemek" menjengkelkan (Mulyono, 1989). Orang yang mempunyai ciri fisik seperti itu cenderung berbuat tidak suci, senang menipu, munafik, senang memfitnah, senang menghasut, senang mencelakakan orang lain, dan iri hari. Walaupun Sakuni kelihatannya membantu Kurawa, tetapi sebetulnya tidak. Dapat dipastikan selama berada di Astina, ia selalu mempunyai pikiran yang tidak baik (amanachika). Dibagian gelap jiwa Sakuni selalu menyimpan suatu dorongan sadis, yaitu "biarlah orang lain menderita". Shrii Shrii Anandamurti mengatakan: Di setiap desa dimana juga, kita akan menemukan orang-orang yang memiliki kecenderungan-kecenderungan kasar yaitu ingin mempertahankan dirinya, tetapi orang lain yang harus dikorbankan. selengkapnya

Membangun Manusia Seutuhnya dan Seluruhnya

kategori: Artikel Baru
Konsep pembangunan manusia di Indonesia tersebut pernah ditetapkan dengan rumusan "Membangun Manusia Seutuhnya dan Seluruhnya". Konsep pembangunan manusia ini sudah sangat tepat. Cuma di zaman reformasi ini hal tersebut semakin ditinggalkan baik dalam wacana maupun dalam realitanya. Membangun manusia seutuhnya dan seluruhnya yang pernah dicanangkan pemerintah di masa lalu, kini semakin tidak memdapat perhatian dari berbagai pihak. Membangun manusia seutuhnya dan seluruhnya menurut ajaran Hindu harus diletakkan pada landasan yang benar dan kuat. selengkapnya