Artikel Terbaru

Drona Guru Pembangkit Rasa 'Jengah' Para Siswa

kategori: Artikel Baru
Tokoh-tokoh Mahabharata tidak saja merupakan salah satu sumber pencarian nilai-nilai yang umat diperlukan bagi kelangsungan hidup bangsa, tetapi juga merupakan salah satu wahana atau alat pendidikan watak yang baik sekali, terutama melalui tokoh-tokoh sentral. Pertunjukan wayang atau jenis pertunjukan yang lain dengan mengambil lakon Mahabharata itu sendiri sebenarnya merupakan alat pendidikan watak yang menawarkan metode pendidikan yang amat menarik. Hal ini karena wayang melalui tokoh-tokoh sentral dari lakon-lakon tertentu mengajarkan ajaran dan nilai-nilai yang secara dogmatis tidak sebagai suatu indoktrinasi, tetapi ia menawarkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai itu kepada penonton (masyarakat dan individu-individu). selengkapnya

Kunti Tokoh Ibu Negarawan

kategori: Artikel Baru
Tokoh-tokoh pewayangan menurut nilai simbolis-filosofis yang sangat kaya dan luas penafsirannya. Lebih-lebih terhadap tokoh yang berstatus lelaki. Hal ini dapat dibenarkan karena kaum lelaki di dalam budaya Hindu jauh lebih mendapatkan kehormatan daripada kaum wanita. Namun tidak berarti kaum wanita tidak perlu diperhitungkan, dibicarakan baik di dalam dunia politik maupun dunia keagamaan. selengkapnya

Semua Sistem Keyakinan Ciptaan Tuhan

kategori: Artikel Pilihan
Berbagai bentuk sistem keyakinan pada Tuhan di bumi ini adalah ciptaan Tuhan. Bentuk sistem keyakinan itu ada yang berbentuk agama ada yang berbentuk sistem spiritual untuk menempuh jalan Tuhan dengan tidak menyebut dirinya sebagai agama. Menurut Sloka Bhagawad Gita VII.21 di atas sesungguhnya semuanya adalah ciptaan Tuhan. Bahkan ada orang di dunia ini yang menyatakan dirinya tidak beragama, tetapi ber-Tuhan. selengkapnya

Atasi Masalah Kehidupan dengan Ilmu

kategori: Artikel Baru
Membangun hidup sukses secara duniawi menurut Wrehaspati Tattwa 33 ini dengan cara belajar terus (dhyayana), menterjemahkan ilmu itu dalam praktek kehidupan (tarka jnyana) sampai mampu mewujudkan nilai tambah memberikan kontribusi pada kehidupan individual dan sosial (dana). Itulah ciri hidup sukses secara duniawi yang disebut wahya siddhi. selengkapnya

Menurunnya Bhakti dan Srada Umat Hindu

kategori: Artikel Baru
Telah lama penulis amati tentang keberadaan para Pejabat Hindu apakah mereka dijajaran ABRI, Sipil bahkan di BUMN atau Perusahaan bila telah memegang jabatan potensial apakah top leader atau stafnya banyak mulai menurun, lemah Bakti dan Sradanya terhadap agamanya, dimana mereka sudah tidak datang ke Pura dalam persembahyangan, tidak ikut dalam kegiatan keagamaan, mengikuti kegiatan sosial sudah sangat kurang. selengkapnya

Barong, Simbol Mengatasi Wabah

kategori: Artikel Pilihan
Dalam ajaran Hindu, Tuhan itu esa hal ini dinyatakan dalam kitab Rgveda maupun kitab-kitab Sastra Hindu lainnya. Tuhan Yang Mahaesa itu memiliki kemahakuasaan yang tiada terbatas. Manusia hanya terbatas kemampuannya memahami kemahakuasaan Tuhan yang tiada terbatas itu. selengkapnya

Hidup, Kesempatan Emas Perbaiki Karma

kategori: Artikel Baru
Sejatinya tujuan hidup umat Hindu adalah mencapai kebahagiaan, baik di alam sekala maupun niskala. Hidup merupakan kesempatan emas bagi umat untuk meningkatkan kualitas diri. Kerena itu, kesempatan emas ini hendaknya tidak disia-disiakan. Akan sangat berdosa apabila umat sengaja mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri. selengkapnya

Palasa, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Disebutkan berkali-kali dalam kitab suci Weda bahwa tiga rangkaian daunnya melambangkan Tritunggal Hindu dengan Brahma pada sisi kiri, Wisnu di tengah, dan Siwa pada sisi kanan. Ketika seorang anak laki-laki menjadi seorang Sadhu, ia diberi daun Palasa untuk dimakan dan tongkat yang terbuat dari kayu pohon Palasa. Bunga-bunga Palasa digunakan untuk membuat pewarna tidak permanen yang berwarna kuning muda atau oranye merah pekat. Para pemuja Siwa dan Wisnu mewarnai dahi mereka dengan pewarna tersebut. Dalam ceritera Mahabharata. Penasehat Jamadagni melaksanakan upacara persembahan bagi Dewa-Dewa di Palasvana atau hutan Palasa, suatu upacara yang diikuti oleh seluruh sungai. selengkapnya

Drestarastra: Ibarat Pohon yang Berbuah Keburukan

kategori: Artikel Pilihan
Tokoh Drestarasta digambarkan sebagai seorang tokoh yang sejak lahirnya sudah mempunyai cacat jasmani (buta)/berwatak tenang, pendengarannya sangat peka, dan mempunyai pejasaan yang tajam. Namun dalam hidupnya, ia selalu dihantui rasa cemas dan khawatir. Di samping itu, tidak sedikit sederetan tokoh-tokoh yang baik dan bijaksana hanya menyudutkannya. Hal ini karena perbuatan putra-putranya. Oleh sebab itu, tokoh Drestarastra dianggap sebagai "Pohon" yang berbuah keburukan. selengkapnya

Kekuatan Doa dan Praktek Religius

kategori: Artikel Baru
Hidup bisa menjadi saat-saat yang suram dan tidak mengenakan. Saat akal pikiran kita jauh dari Tuhan dan lekat dengan hal-hal duniawi. Ini tidak berarti bahwa kita harus menarik diri dari hal-hal yang bersifat duniawi. Namun penekanan utama sebaiknya diberikan kepada Tuhan dan memahami-Nya. Jika kita tidak memperhatikan ini, pencapaian duniawi menjadi tak berarti sama sekali. Siapapun yang tidak memberikan perhatian yang layak pada kehidupan bathiniah tidak dapat menikmati keduniawian (Jagadhita). selengkapnya