Artikel Terbaru

Tuhan dalam Persepsi Masyarakat Hindu Toraja Barat

kategori: Artikel Pilihan
Tuhan, merupakan tema pokok dalam filsafat Ketuhanan dan teologi yang keduanya memiliki persepsi masing-masing. Perbedaannya terletak pada bagaimana menerima Tuhan sebagai obyek kajian. Filsafat menerima Tuhan berdasarkan pendekatan fikir atau rasional sedangkan Teologi berdasarkan keimanan. Di kalangan para filosof, perdebatan tentang Tuhan termasuk hubungannya dengan ciptaan telah lama menjadi perbincangan. Dalam filsafat Ketuhanan terdapat berbagai teori tentang Tuhan, mulai dari Animisme, Dinamisme, Totemisme, Politheisme, Natural Politheisme, Henotheisme (Kathenoisme, Pantehis-me, Monotheisme) (terdiri atas " Monotheisme Imanent dan Monotheisme Trancendent), hingga Monisme. selengkapnya

Tuhan dalam Persepsi Masyarakat Hindu Toraja Barat

kategori: Artikel Pilihan
Tuhan, merupakan tema pokok dalam filsafat Ketuhanan dan teologi yang keduanya memiliki persepsi masing-masing. Perbedaannya terletak pada bagaimana menerima Tuhan sebagai obyek kajian. Filsafat menerima Tuhan berdasarkan pendekatan fikir atau rasional sedangkan Teologi berdasarkan keimanan. Di kalangan para filosof, perdebatan tentang Tuhan termasuk hubungannya dengan ciptaan telah lama menjadi perbincangan. Dalam filsafat Ketuhanan terdapat berbagai teori tentang Tuhan, mulai dari Animisme, Dinamisme, Totemisme, Politheisme, Natural Politheisme, Henotheisme (Kathenoisme, Pantehis-me, Monotheisme) (terdiri atas " Monotheisme Imanent dan Monotheisme Trancendent), hingga Monisme. selengkapnya

Pangandaran, Sebuah Gambaran Singkat Tentang Hukum Hindu Alukta

kategori: Artikel Baru
Salah saru wacana yang cukup aktual di kalangan masyarakat Hindu hingga tahun 2003 lalu adalah pengadilan Hindu di Indonesia. Satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah terkait dengan meteri hukum Hindu itu sendiri, mengingat konsep dan pelaksanaan hukum yang mengatur masyarakat Hindu selama ini mengikuti budaya dan tradisi lokal masing-masing. Untuk itu, penulis akan mengemukakan gambaran singkat hukum dresta di kalangan umat Hindu Alukta di kabupaten Mamasa Propinsi Sulawesi Selatan. selengkapnya

Hindu Alukta

kategori: Artikel Pilihan
Ketika kita membaca atau mendengar kepercayaan-kepercayaan yang bernaung di bawah payung Hindu di Indonesia maka ada beberapaistilah atau kata yang mengikuti kata Hindu. Ada Hindu Bali, Hindu Jawa, Hindu Kaharingan, Hindu Alukta, dan sejenisnya. Dalam analisa penulis, istilah atau kata yang mengikuti Hindu nampaknya mencoba memberikan penegasan akan konsep lokal genius di setiap daerah di mana Hindu itu dikemas menurut budaya dan tradisi masing-masing daerah. selengkapnya

Hanuman Sang Duta Pembawa Pesan Ilahi

kategori: Artikel Baru
Perang antara Rama dan Rahwana hanyalah sebuah sandiwara. Banyak sekali diantara kita yang mengira perang itu hanya dongeng berkala, tetapi kurang lebih 8,000 tahun sebelum Masehi, perang semacam itu memang ada dan harus terjadi, untuk membersihkan bumi ini dari ‘sub-human species’ bentuk kehidupan yang terciptakan karena hubungan seksual antar manusia dan binatang. Apa yang kita sebut raksasa atau ‘demon’ itu merupakan jenis kehidupan yang memang harus dilenyapkan. Bagaimana juga yang dilenyapkan hanyalah “bentuk” atau “wujud” kehidupan tersebut. selengkapnya

Pohon Shaka, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Pada suatu hari ada seorang laki-laki kaya yang mempunyai seorang putri yang cantik jelita. Banyak laki-laki yang ingin menikahinya namun ia menolak mereka semua. Gadis itu tinggal disebuah asrama bersama seluruh gadis-gadis yang sudah pantas menikah di desa itu. Hatinya telah ia berikan kepada seorang pemuda yang biasa mengunjunginya secara rahasia setiap malam di asrama tersebut dan pergi di saat fajar. Sepanjang hari, gadis itu mencari kekasihnya di desa tersebut namun ia tidak pernah menemukannya. Akhirnya ia memberitahukan orang tuanya tentang kekasihnya itu. selengkapnya

Konsep Hindu Tentang Pelestarian Lingkungan

kategori: Artikel Baru
Terkait dengan pelestarian lingkungan Gunadha dan Dharmika (t.t) mencoba mencermati berbagai krangka konseptual Hindu dalam konteks pelestarian lingkungan. Misalnya, upacara Tumpek Bubuh misalnya yang dilaksanakan pada Saniscara Kliwon wuku Wariga setiap 210 hari sekali, dapat dimaknai sebagai usaha untuk melestarikan lingkungan. selengkapnya

Pendidikan Pasraman Hindu

kategori: Artikel Baru
Pendidikan Pasraman sudah ada di Indonesia sejak zaman purba. Pada Zaman modern, keberadaannya kembali diangkat ke pentas kehidupan. Di setiap pura di seluruh Indonesia, pendidikan Pasraman, menjadi satu alternatif pendidikan agama. Siswa yang tidak mendapatkan pendidikan agama di sekolah umum, mendapatkannya di pendidikan Pasraman. selengkapnya

Bangkit Dari Keruntuhan Majapahit

kategori: Artikel Baru
Ketika Kerajaan Majapahit runtuh abad ke-14, para manggala kerajaan berucap, "Boleh saja kerajaan mereka dihancurkan, tetapi tunggu lima ratus tahun lagi anak cucu mereka akan bangkit dan menagih kembali bekas wilayah Majapahit." Itulah yang diyakini sebagian besar umat Hindu Banyuwangi, sehingga kini ada kebanggaan bagi mereka untuk kembali ke agama Hindu. selengkapnya

Candi Agung Gumuk Kancil

kategori: Artikel Pilihan
Dikisahkan, Rsi Markandya mengajak sekitar 800 pengikut menyeberang ke Bali. Sampai di pegunungan Toh Langkir, Besakih, Karangasem, sebagian besar pengikutnya meninggal akibat terserang penyakit. Setelah bermeditasi, Rsi Markandiya bersama sebagian pengikutnya kembali lagi ke lereng Raung. Keanehan muncul, pengikutnya mendadak sembuh setelah mandi di lereng Raung. “Ini kisah tentang nama Sugihwaras (sugih = kaya, waras = sehat) yang kami dapat dari Bali,” kata Hadi Pranoto, sesepuh Hindu Sugihwaras selengkapnya