Artikel Terbaru

Agama Seyogianya Membuat Kita Bersaudara

kategori: Artikel Baru
Dalam ajaran Hindu, perbedaan dan persamaan manusia sebagai unsur yang selalu ada wajib ditata atau dimanajemen agar jadi perbedaan yang saling melengkapi. Demikian juga persamaan yang searah untuk saling berkontribusi mencapai tujuan yang benar, baik dan tepat. Semangat untuk membangun sikap hidup bahwa semua umat manusia bersaudara akan tumbuh apabila adanya keyakinan yang kuat bahwa Tuhanlah sebagai Maha Pencipta alam dan segala isinya terutama umat manusia. Kalau keyakinan tersebut dapat mendominasi sikap hidup seseorang, barulah Sesanti, Vasudheva Kutumbakam sebagaimana dinyatakan oleh pustaka Hitopadesa tersebut di atas teraplikasi. selengkapnya

Sorga-Neraka Dalam Veda Puja Pitra Siwa

kategori: Artikel Pilihan
Neraka dan atau Sorga, yang diperoleh atma, merupakan hasil sebuah karma, dalam kehidupan, di bumi. Subhakarma yang dilakukan manusia, maka setelah kematiannya, ia akan menuju Sorga. Sedang asubhakarma, yang dilakukan manusia, maka setelah kematiannya ia akan menuju Neraka. Subha-asubhakarma, yang dilakukan manusia, maka sorga dan neraka yang akan dilalui serta dinikmati. Sorga dan Neraka, bukan akhir dari kehidupan, ia tetap merupakan pilihan sesuai dengan karma manusia, serta menentukan proses kehidupan kemudian. selengkapnya

Siwa Nataraja: Filsafat dan Estetikanya

kategori: Artikel Pilihan
Eksistensi Siwa Nataraja sebagai sebuah fenomena agama, filsafat, spiritualitas dan budaya di dalam kebudayaan India, khususnya India Selatan memang menarik direnungkan manakala kita ingin mengembangkan seni yang dihajatkan untuk pembebasan. Konsep Siwa Nataraja dapat memberikan arah yang jelas proses kreatif dalam berkesenian. Di tengah-tengah aktivitas berkesenian yang berorientasi kepada pasar, kiranya memahami kembali landasan seni yang tidak hanya untuk kesejahteraan masyarakat, menyucikan alam semesta, tetapi juga untuk pendakian diri, mendekatkan diri kepada asal mula semua keberadaan menjadi tidak hanya penting tetapi memang mendesak perlu dilakukan penyadaran kepada insan seni. selengkapnya

Lingga Yoni

kategori: Artikel Baru
Manusia bisa disebut "homo simbolicus", makhluk pengguna simbol-simbol sebagai alat untuk menggambarkan fenomena-fenomena abstrak maupun nyata. Simbol-simbol tersebut ada yang dapat digunakan sebagai alat peningkat kesadaran manusia. Di antara simbol peningkat kesadaran, Lingga digunakan sebagai simbol dari Energi Maskulin, "Yang", Pria dan Yoni dipakai sebagai simbol dari Energi Feminim, "Yin", Wanita. Lingga dan Yoni adalah jalur energi Ilahi di tubuh manusia dan di alam semesta. selengkapnya

Bisikan Cakra Wisudha

kategori: Artikel Baru
"Bahasa menunjukan bangsa". Peribahasa ini sering kita dengar sebagai sebuah ungkapan yang menyiratkan bahwa baik buruknya tabiat dan watak seseorang dapat dilihat dari tutur kata bahasanya. Orang yang bertutur kata baik, lemah lembut menandai orang berbudi luhur dan baik hati. Sedangkan orang suka berkata kasar, keras, sering berteriak dan menghardik menunjukkan perangai yang keras dan kasar. selengkapnya

Yadnya yang Sangat Utama adalah Japa Yadnya

kategori: Upacara
Zaman Kali dewasa ini melakukan tapa, jnyana, upacara yadnya dan berdana punia tetap dilakukan. Cuma prioritasnya pada dana punia. Meskipun demikian, melakukan tapa, Jnyana dan upacara yadnya tetap juga dilakukan. Mengenai yadnya dalam Bhagawad Gita IV.33 menyatakan; Sreyaan dravya mayaad yadnya. Jnyanayadnya paramtapa. Artinya: Beryadnya dengan ilmu pengetahuan suci (jnyana) lebih mulia dari pada beryadnya dengan harta benda. Ini mirip dengan pepatah timur: Lebih baik orang diberi pancing dari pada ikan. selengkapnya

Ritual Kematian Nyorat

kategori: Upacara
Kekayaan tradisi keagamaan umat Hindu tidaklah diragukan lagi. Nusantara saja memiliki beragam tradisi yang terjalin harmonis dengan tiga kerangka dasar, yaitu; tattwa, susila, dan upacara. Demikian pula apabila menelusuri kearifan lokal warisan leluhur Suku Dayak di berbagai aliran sungainya. Seperti sebuah upacara unik yang telah dilak-sanakan turun temurun, dikenal sebagai Ritual Nyorat, yang dilaksanakan setelah prosesi penguburan kemudian dapat dilanjutkan dengan Ritual Tiwah sebagai puncaknya. Kata Nyorat sendiri berasal dari bahasa Dayak Ot Danum, yang berarti ritual kematian. selengkapnya

Wadana Danawa

kategori: Artikel Baru
Cerita Mayadanawa menjadi bahan renungan kita ketika menyambut hari raya Galungan. Cerita yang sangat popular ini oleh masyarakat memang dikaitkan dengan pelaksanaan hari raya Galungan. Bahwa Raja Mayadanawa pernah melarang masyarakat merayakan hari Galungan, yang menghancurkan segala pelaksanaan Yadnya, Tapa-Brata, maupun ajaran-ajaran suci yang lain. Segala tempat suci dirusak, ia mencela ajaran Tattwa yang dilaksanakan selama ini. Namun demikian apabila kita mendalami lebih lanjut cerita Mayadanawa yang termuat baik di dalam Lontar Usana Bali maupun Kakawin Mayadanawantaka dapat diketahui bahwa cerita Mayadanawa mengandung Tattwa yang tinggi. selengkapnya

Paramanu dan Anu

kategori: Artikel Baru
Makhluk hidup yang ada di dunia ini jika dilihat dari sel yang menyusun tubuhnya, ada yang terdiri atas sebuah sel, malahan ada yang triliunan sel. Sel merupakan unit terkecil dalam menjalankan proses kehidupan. Organisme unisel (satu sel) adalah bakteri dan amuba. Sedangkan organisme multisel (banyak sel), terdiri atas tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia. Seorang manusia terdiri atas 75 triliun sel. Di dalam setiap sel terjadi pembakaran & reaksi kimia. selengkapnya

Pencegahan dan Penindakan Korupsi Menurut Arthasastra [2]

kategori: Artikel Baru
Buku Arthasastra yang disusun oleh Kautilya, lebih kurang 300 tahun sebelum Masehi, dinyatakan terdiri dari 15 (lima belas) buku. Tiap Buku terdiri dari beberapa bab. Buku Satu, Mengenai Latihan, Buku Dua, Mengenai Kegiatan Kepala Departemen, Buku Tiga, Mengenai Para Hakim, Buku Empat, Mengenai Penghakiman Terhadap Para Penjahat, Buku Lima, Mengenai Kegiatan Rahasia dan selanjutnya Buku Limabelas, tentang Metode Ilmu selengkapnya