Artikel Terbaru

Rasa, Virya dan Vipaka

kategori: Artikel Baru
Menurut Ayurweda, makanan tidak hanya terletak pada kuantitasnya, tetapi juga dalam hal kualitasnya. Yang dimaksudkan dengan kuantitas adalah banyaknya atau jumlah dan mudahnya makanan dibakar didalam tubuh. Dinilai dari kuantitasnya apakah makanan tersebut mampu menghasilkan sejumlah energi atau substansi vital yang mencukupi guna memenuhi kebutuhan tubuh melakukan segala aktivitasnya, terutama untuk bergerak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. selengkapnya

Transplantasi Adalah Yadnya Mulia

kategori: Artikel Baru
Pesamuhan Sabha Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang digelar di Jakarta pekan lalu menghasilkan salah satu keputusan yang menyangkut transplantasi. Dengan kalimat yang sederhana inti dari keputusan itu adalah “transplantasi adalah yadnya yang utama dan sangat mulia”. Disebut utama dan mulia karena dengan memberikan donor dari organ tubuh seseorang maka ada orang lain yang berkesempatan menikmati hidup yang normal. Membantu kehidupan seseorang tentulah yadnya yang sangat mulia. selengkapnya

Sumpah Gajah Mada

kategori: Artikel Pilihan
Sudah pasti bahwa sumpah Gajah Mada tentang perubahan politik pemerintahan diucapkan pada atau sesudah tahun saka 1256 atau tahun Masehi 1334. Para menteri duduk padat di panangkilan menghadap sang rani. Di hadapan sang rani, didengar oleh semua menteri, Gadjah Mada sebagai patih amangku bumi bersumpah :"Jika telah berhasil mendudukkan Nusantara, saya baru akan beristirahat. Jika Gurun, Seran, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik telah tunduk, saya baru akan beristirahat". selengkapnya

Agama Majapahit

kategori: Artikel Baru
Majapahit banyak meninggalkan tempat-tempat suci, sisa-sisa sarana ritual keagamaan masa itu. Bangunan-bangunan suci ini dikenal dengan nama candi, pemandian suci (patirthan) dan gua-gua pertapaan. Selain itu terdapat pula sisa-sisa bangunan lain, misalnya pintu gerbang yang kadangkala disebut candi pula. Bangunan-bangunan suci masa Majapahit ini kebanyakan bersifat agama Siwa, dan sedikit yang bersifat agama Buddha, antara lain Candi Jago. selengkapnya

Otonan - Peringatan Hari Kelahiran Umat Hindu Bali

kategori: Upacara
Bali memang unik dan menarik bagi semua orang, tidak hanva Bangsa sendiri tetapi juga Bangsa-bangsa di seluruh dunia membicarakan tentang "Bali". Salah satu keunikan yang sudah menjadi tradisi umat Hindu Bali dimanapun berada tidak pernah melupakan prihal; Otonan atau Ngotonin, yang merupakan peringatan hari kelahiran berdasarkan satu tahun wuku, yakni; 6 (enam) bulan kali 35 hari = 210 hari. Jatuhnya Otonan akan bertepatan sama persis dengan; Hari, Panca Wara, dan Wuku yang sama. selengkapnya

Pengabenan Bhuta Cuil Upaya Mendamaikan Alam Astral

kategori: Upacara
Menurut kepercayaan umat Hindu di Bali, apabila ada orang yang meninggal kemudian tidak ada yang mengupacarakannya secara layak menurut ketentuan, maka roh orang bersangkutan akan gentayangan dan menjadi bhuta cuil. Demikian pula, bilamana terdapat orang meninggal kemudian mayatnya ditanam tanpa dibarengi upacara yang patut, maka sampai batas waktu tertentu (12 sasih) atau selama setahun belum ada yang mengupacarainya untuk mendoakan rohnya, maka roh yang bersangkutan pun akan merana di alam astral dan menjadi roh gentayangan yang keberadaannya kemudian sering mengganggu manusia di alam nyata. selengkapnya

Berbagai Kisah Seputar Wong Samar

kategori: Artikel Baru
Seperti yang disebutkan dalam kitab Weda, Tuhan menciptakan jutaan jenis makhluk hidup yang nampak dan yang tidak nampak, yang bergerak dan yang diam, dan lainnya. Wong Samar adalah salah satu ciptaan Tuhan yang tidak nampak oleh mata manusia. Mereka ada di dimensi lain didunia ini, dan hidup bersama kita. Walaupun kita tidak bisa melihatnya, tetapi perkataan dan perbuatan mereka kadang-kadang terdengar dan terasa oleh kita. Seperti rasa merinding di kuduk, ada suara-suara aneh, atau pintu kamar menutup dan membuka sendiri, bayi menangis sejadi-jadinya, dan lain-lainnya. selengkapnya

Tumpek Kandang untuk Memuliakan Hewan

kategori: Upacara
Kenapa hewan pun harus dimuliakan oleh manusia? Kitab Yajurweda sloka XVI.48 menyebutkan, “berbuatlah agar semua orang, binatang-binatang dan semua makhluk hidup berbahagia”. Ini sejalan dengan petikan mantram yang dipakai sebagai rangkaian Puja Trisandhya yang berbunyi “Sarvaprani hitankarah”(hendaknya semua makhluk hidup sejahtra). selengkapnya

Wirata Parwa Lakon Wayang Kulit Parwa

kategori: Artikel Baru
Kerajaan Wirata, diperintah oleh raja bernama Matswapati atau Matsyapati. Permaisuri raja bernama Dewi Rekatawati. Adik ipar raja bernama Cecaka, pejabat angkatan bersenjata Wirata. Cecaka telah berhasil "memperluas kekuasaan Wirata sampai ke wilayah Trigata. Menyebabkan Sang Cecaka sangat disegani di Wirata. Para putra-putri raja, bernama Arya Seta, Arya Utara, Arya Wretsangka, dan Diah Utari. selengkapnya

'Kesamaan dalam Perbedaan' dan 'Perbedaan dalam Kesamaan'

kategori: Artikel Pilihan
Kita tahu kalau membandingkan dan menilai merupakan dua kegiatan yang berbeda. Untuk bisa menilai lebih dari satu hal, kita diharuskan untuk melakukan pembandingan terlebih dahulu. Walaupun demikian, kita bisa hanya membandingkan saja, tanpa harus diikuti dengan menilai. Kita pun tahu kalau kita hanya bisa membandingkan .sesuatu yang sejenis, karena di dalamnya mungkin ditemukan kesamaan dan perbedaan. Kita tidak bisa membandingkan antara buah mangga dengan sepatu. selengkapnya