Artikel Terbaru

Hindu Kaharingan [2]

kategori: Artikel Pilihan
Penduduk asli Pulau Kalimantan adalah Suku Dayak. Mereka terbagi dalam 405 sub suku, yang masing-masing mempunyai bahasa dan adat-istiadat sendiri-sendiri. Dari ratusan subsuku Dayak tersebut, Ch.F.H. Duman membagi Suku Dayak dalam7 kelompok, yaitu : Ngaju, Apu, Kayan, Iban, Klemantan (Darat), Murut, Punan, dan Danum. Sedangkan Tjilik Riwut juga membagi dalam 7 kelompok, tetapi sedikit berbeda dengan Ch.F.H. Duma selengkapnya

Yoga Kemenangan Dharma

kategori: Hari Suci
Dunia modern sekarang mulai kehilangan horizon spiritual. Manusia modern melihat segala sesuatu hanya dari sudut pinggiran eksistensi, tidak lagi pada "pusat spiritualitas dirinya" sehingga menyebabkan lupa pada dirinya (teralienasi) "terbelenggu derita". Dalam kondisi yang demikian, idealnya sastra suci agama dan moment hari raya galungan hadir sebagai penerang kegelapan untuk memulihkan hubungan yang terputus antara diri dan spiritualitasnya. selengkapnya

Menarikan Barong, Menjaga "Taksu" Dunia

kategori: Upacara
Matanya melotot tajam. Taringnya mencuat keluar. Badannya berbulu lebat. Sosoknya mengerikan. Itulah penampilan Barong Buntut, sosok makhluk mitologi dalam seni dan tradisi Hindu. Barong tidak hanya bentuk kesenian di Bali, tetapi juga menjadi artefak sakral dalam tradisi Bali dan diyakini memiliki fungsi religius dalam budaya Bali. selengkapnya

Merintis Model Dana Punia

kategori: Artikel Pilihan
Konsep melakukan Dharma Dana atau Punia sangat penting dalam ajaran Hindu. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pustaka suci yang mengajarkan kepada umat Hindu untuk berdharma dana atau berpunia. Dalam Sarasamuscaya sloka 262 sudah disebutkan agar umat mampu memanfaatkan penghasilan yang diperolehnya, yakni: "Ekenamcena dharmarthah kartavyo bhutimicchata, ekenamcena kamartha ekamamcam vivir ddhayet." selengkapnya

Renungan Galungan

kategori: Artikel Baru
Sebagaimana diketahui, dalam tradisi kita Galungan dan Kuningan tak sekedar disebut hari suci, namun sering disebut sebagai hari raya yang dikaitkan dengan pemaknaan hari kemenangan dharma melawan adharma. Berlembar-lembar halaman tradisi yang pernah kita buka, yang kita baca bahkan yang kita alami bersama, kita maklumi Galungan dan Kuningan mempertemukan kita tiap 210 hari sekali, Buda Kliwon Dunggulan mempertemukan kita dalam ritual yang nyaris sama namun berbeda dalam tiap suasana. Pemikiran menyambut galungan, peristiwa persiapan dalam rentetan Galungan Kuningan, dapat kita catat sebagai sebuah runititas enam bulanan. selengkapnya

Galungan : Medan Perang Ideologis

kategori: Artikel Pilihan
Dharma itu sifat asli benda dan makhluk memenuhi dunia-kehidupan. Dharma tetap hidup dalam tradisi dan selalu menghidupi masyarakat setiap zaman. Hanya saja dharma sebagai ideologi dari sistem pengetahuan dan tindakan tampil dalam beragam wajah sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia. Peringat dharma pun, sebagaimana tampak dalam dunia-kehidupan yang tidak senantiasa seimbang, tetapi juga bergejolak dalam konflik. Gejolak inilah yang direfleksikan melalui Galungan sebagai medan perang ideologis. selengkapnya

Kuningan Kuning

kategori: Artikel Baru
Kuning menjadi begitu istimewa manakala umat Hindu merayakan hari raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu Kliwon Wuku Kuningan. Seperti yang dikutip dalam Sundarigama bahwa pada saat Kuningan persembahan kehadapan Hyang Paramestiguru; canang wangi-wangi, canang pasucian, cangan raka, sodan, penek kuning lauk kuning telur dipersembahkan sebelum tegah hari. selengkapnya

Tri Kaya Parisuda Tuntunan Moral Bangsa

kategori: Artikel Baru
Etika agama Hindu mengandung nilai-nilai luhur yang harus dipahami, dihayati, ditransformasi dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai luhur dalam Etika Hindu seharusnya lebih sering disosialisasikan agar mampu dipahami dan diyakini kebenarannya sebagai tuntunan hidup yang berbudi luhur. Etika ini merupakan salah satu dari kerangka dasar agama Hindu, yang terdiri dari Tatwa; Susila dan Upacara yang ketiganya tidak bisa dipisahkan, karena satu unsur dengan unsur yang lain saling menata dan membangun secara sibernetik. selengkapnya

Mencari Tuhan Sebagai Sebuah Pendakian Spiritual

kategori: Artikel Baru
Walaupun menurut tattwa Tuhan itu berada dimana-mana/meresap dimana-mana (wiapi-zuiapaka.... ) namun kita tetap dan selalu mencari Tuhan. Dewasa ini kecendrungan (trend) berdharma yatra atau bertirta yatra cukup semarak adanya. Umat Hindu secara perseorangan atau berkelompok bepergian sampai jauh keluar daerah untuk mecari Tuhan, yang berada di Pura yang terletak di kaki gunung, sekitar lautan, danau dan sebagainya. selengkapnya

Hindu Kaharingan

kategori: Artikel Pilihan
Penduduk asli Pulau Kalimantan adalah Suku Dayak. Mereka terbagi dalam 405 sub suku, yang masing-masing mempunyai bahasa dan adat-istiadat sendiri-sendiri. Dari ratusan subsuku Dayak tersebut, Ch.F.H. Duman membagi Suku Dayak dalam7 kelompok, yaitu : Ngaju, Apu, Kayan, Iban, Klemantan (Darat), Murut, Punan, dan Danum. Sedangkan Tjilik Riwut juga membagi dalam 7 kelompok, tetapi sedikit berbeda dengan Ch.F.H. Duman, yaitu: selengkapnya