Artikel Terbaru

Mengendalikan Kerlap-kerlip Pikiran

kategori: Artikel Pilihan
Menurut Yoga Sutra Patanjali, sebagaimana dijelaskan pada bagian awal kitab Yoga ini, definisi Yoga merupakan cara untuk menghentikan kerlap-kerlip pikiran. Sutra 1.12 dari Yoga Sutra Patanjali ini merupakan salah satu Sutra yang dipandang sangat penting, menjadi kunci ajaran atau teknik untuk mengendalikan dan menghentikan kerlap-kerlip pikiran yang sangat ampuh. Ia mengajarkan dua teknik atau cara indah untuk mengontrol, men-ghalangi, bahkan menghentikan (nirodhah) kerlap-kerlip pikiran melalui abhyàsa dan vairâgya. selengkapnya

Kartika "Amerta" Masa

kategori: Artikel Baru
Sekitar bulan Oktober kita memasuki bulan Kartika, yang oleh masyarakat luas dikenal sebagai "sasih Kapat", bulan yang ke-empat. Bulan ketika bunga-bunga bermekaran, ketika bau harum diterbangkan angin dan meliputi alam. Kartika mendapat perhatian istimewa para "pendamba keindahan", para kawi yang suka angdon lango, menikmati keindahan. Karena kartika adalah bulan penuh keindahan (kalangwan), bulan yang dihiasi riris (hujan gerimis) dan suara guntur yang lemah di kejauhan. selengkapnya

Beragama Kekinian

kategori: Artikel Baru
Agama adalah institusi illahi, di mana kesadaran tertinggi setiap insani memuncak pada keyakinan kuasa Hyang Widhi/ Tuhan Yang Maha Esa. Beragama sama dengan berobsesi mencapai Tuhan, sebagai reahtas tertinggi yang mewajibkan umat-Nya mengejawantahkan ajaran Tuhan ke dalam reahtas membumi yang bersifat manusiawi. selengkapnya

Rasa Kartika

kategori: Artikel Baru
Sastra Kawi merekam perjalanan musim dengan kalimat-kalimat yang mengesankan. Pada bulan Srawana (Kasa) musim terasa kering, pepohonan mulai kehilangan kesegarannya, sehingga pada bulan Bhadrawada (Karo) yang dingin, pohon-pohon mulai terlihat gundul. Bulan Asuji (Katiga) terasa panas, air sedikit, sungai-sungai ada yang mengering, burung kalangkyang, menangis, jalan-jalan berdebu dan berbatu. Pada awal bulan Kartika (Kapat) hujan gerimis (riris) mulai turun, guruh terdengar di kejauhan, bunga beraneka warna mulai bermekaran. selengkapnya

Tanda-Tanda Kebangkitan Spiritual Umat Hindu di Banyuwangi

kategori: Artikel Pilihan
Tepat pada hari Anggara Kasih (Selasa Kliwon), wuku Dukut, Tilem (Amawasya) Sasih Kasa Saka 1931, 21 Juli 2009, segenap umat Hindu Banjar Blok Agung. Desa Karang Doro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwmgi-Jatim telah mengungkapkan rasa suku citanya dan bahagianya yang sangat mulia, oleh karena pada saat itu telah berhasil mewujudkan cita-cita sucinya untuk memiliki sebuah bangunan suci berupa pura. Pura yang terletak di tengah-tengah desa itu diberi nama "Pura Luhur Natar Sari Saraswati" telah diupacarai dengan upacara pamelaspas yang dipuput oleh sapta resi atau tujuh pandita Hindu selengkapnya

Percandian Gedong Songo

kategori: Artikel Pilihan
Bagi umat Hindu yang tinggal di Jawa Tengah bagian utara tentu mengenal kompleks Percandian Gedong Songo. Umat Hindu di sekitar kompleks percandian ini sering memanfaatkannya untuk bersembahyang. Bahkan kompleks percandian ini sering menjadi tempat tujuan Tirtayatra oleh umat Hindu dari Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Bali. Lokasinya yang sejuk dan tenang di lereng Gunung Ungaran (2050 m), sebelah selatan Kota Semarang, menjadikannya kompleks percandian ini menarik untuk disinggahi oleh umat Hindu. selengkapnya

Wakcapala dan Hastacapala

kategori: Artikel Pilihan
Dari sekian banyak ciptaan Timan Yang Maha Esa di muka bumi ini, manusia merupakan makhluk yang paling utama. Keutamaan manusia ini, karena di antara ciptaan Tuhan, manusia memiliki Tripramana (Bayu, Sabdha dan Idep), sedangkan binatang, khewan dan sejenisnya mempunyai dwi Pramana (bayu dan sabdha) dan tumbuh-tumbuhan dan sejenisnya mempunyai eka pramana (bayu) saja. Sebagai makhluk sempurna, manusia dilengkapi dengan akal-pikiran serta budi dan daya, sehingga dengan berbekalkan keempat unsur itu, manusia menjadi makhluk berbudaya. selengkapnya

Apa Itu Meditasi Eling Lan Waspada?

kategori: Artikel Baru
Pertama-tama kita harus 'sadar', harus eling. Dari sinilah kita memulainya; memulai semuanya. Sadar disini bisa diibaratkan dengan bangun tidur, ia juga bisa diibaratkan dengan terbitnya sang surya. Kita mengawali segala aktivitas keseharian kita, sejak bangun tidur. Terbitnya matahari berarti dimulainya hari; terbitnya matahari juga berarti dunia mulai terang; kegelapan malam dan kegelapan tidur serta buaian mimpi-mimpi telah usai. selengkapnya

Brahmana dalam Sumpah "Brahmacarya"

kategori: Artikel Baru
Orang yang bisa menjadi seorang brahmana dianggap sebagai orang yang sangat utama diantara manusia. Tentu saja brahmana dalam hal ini bukanlah brahmana karena kelahiran yang dinamakan brahma-bandhu melainkan brahmana yang karena kualifikasi ke-brahmana-an, karena sifat-sifat mulia yang harus dimiliki oleh seorang brahmana. Kitab-kitab suci Veda memberikan definisi apa dan siapa itu brahmana sebagai "brahman janati iti brahmanah", bahwa brahmana adalah dia yang mengetahui Tuhan. selengkapnya